Movie at the Museum: Nonton Film Bareng, Sebar Semangat Keberagaman dan Harmoni di Tana Samawa

amramr
Jul 21, 2025 - 10:21
 0  63
Movie at the Museum: Nonton Film Bareng, Sebar Semangat Keberagaman dan Harmoni di Tana Samawa

Movie at the Museum: Nonton Film Bareng, Sebar Semangat Keberagaman dan Harmoni di Tana Samawa

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id - Movie at the Museum atau dalam Basa Samawa: Panto Pelem Pang Museum merupakan salah satu program publik Museum Bala Datu Ranga yang bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal Tau ke Tana Samawa melalui pemutaran film yang erat kaitannya dengan warisan budaya baik berupa warisan budaya tak benda (WBTB), cagar budaya, dan museum. Melalui pendekatan sinematik, penonton diajak untuk mengalami belajar yang menyenangkan melalui medium film, mendengarkan pengalaman dari narasumber, dan berdialog dengan sesama penonton. Film-film yang diputar baik berupa film cerita maupun film dokumenter telah diseleksi dengan mempertimbangkan nilai edukasi yang sesuai dengan konteks budaya lokal Sumbawa.

Pemutaran Movie at the Museum (19/7) keempat mengangkat tema tentang Keberagaman di Tana Samawa yang terwakili dalam pemutaran dua film pendek yaitu “The Difference” karya Putri Intan Frescillya Aqsha dan “Harmoni Bertetangga” karya Dewa Ayu Febyanti. Kedua film ini merupakan karya para pelajar SMA/SMK di Sumbawa yang pada tahun 2019 memenangkan Kompetisi Film Pelajar dalam ajang Festival Film Sumbawa 2019: Warna Keberagaman Sumbawa. 

“Kedua film yang menjadi pilihan programmer Movie at the Museum atau Panto Pelem Pang Museum ini merupakan film pelajar SMKN 1 Sumbawa dan SMAN 2 Sumbawa yang berhasil menjadi Juara 1 dan Juara Favorit Festival Film Sumbawa 2019. Kedua film ini dipilih karena memiliki ide cerita yang orisinal dan cara bertutur melalui film yang unik,” tutur Yuli Andari Merdikaningtyas, Kepala Museum Bala Datu Ranga yang juga merupakan produser kedua film tersebut dalam pidato sambutannya. 

Lebih lanjut, Yuli Andari menjelaskan bahwa kedua film ini masih diputar yang memiliki pesan yang kuat dalam mempromosikan keberagaman budaya dan sikap saling menghormati perbedaan antar etnis dalam menjalani kehidupan di Tana Samawa ini.

Seusai menonton, diskusi seputar isu keberagaman di Sumbawa dipandu oleh Nurhadi Ihwani, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi di Universitas Tekhnologi Sumbawa (UTS) bersama I Made Suarya SP, pengurus Forum Komunikasi Lintas Etnis (FKLE) di Kabupaten Sumbawa. Turut hadir menonton dan mengikuti sesi diskusi hingga selesai beberapa pegiat FKLE lainnya yang semakin menguatkan pesan dan nasehat keberagaman. 

“Keberagaman Sumbawa adalah rahmat yang harus kita syukuri bersama. Munculnya gesekan-gesekan kecil yang seringkali berubah menjadi konflik perlu disikapi dengan tepat yaitu salah satunya dengan terus menyadarkan masyarakat terutama generasi muda dan terus menjalin komunikasi lintas etnis secara intens. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh-tokoh masyarakat juga sangat penting untuk menjaga keberagaman dan harmoni. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow