Informasi Iklim Dasarian II Februari 2024 Provinsi NTB, Hujan Masih Berpeluang Terjadi Dalam Sepuluh Hari Kedepan
Informasi Iklim Dasarian II Februari 2024 Provinsi NTB, Hujan Masih Berpeluang Terjadi Dalam Sepuluh Hari Kedepan
Lombok Barat. Amarmedia.co.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas I Nusa Tenggara Barat telah merilis bahwa Wilayah Nusa Tenggara Barat sebagian besar sudah memasuki periode musim hujan (96.3%) zona musim. Pada Dasarian II Februari 2024 terdapat aliran massa udara di wilayah Indonesia didominasi oleh angin baratan. Angin Baratan/Monsun Asia diprediksi tetap mendominasi hampir seluruh wilayah Indonesia khususnya wilayah NTB pada bulan Januari – Maret 2024.
Disebutkan oleh kepala BMKG NTB Nuga Putrantijo, SP,.M.Si Selasa (20/2/2024) bahwa Kondisi dinamika atmosfer terkini Hasil Monitoring ENSO terakhir menunjukkan indeks ENSO (+1.99) terpantau berada pada kondisi El Nino Sedang (kondisi El Nino sudah berlangsung selama 27 dasarian). prediksi indeks ENSO akan menurun secara gradual mulai Maret 2024, hingga mencapai nilai negatif mulai Juni 2024.
Sedangkan nilai anomali SST di Samudera Hindia menunjukkan nilai IOD sebesar (+0.22). Kondisi IOD netral setidaknya hingga pertengahan tahun 2024.
Aliran masa udara didominasi angin baratan, belokan angin terjadi di sepanjang ekuator. Sistem tekanan rendah terlihat di perairan barat Sumatera. Dibandingkan dengan klimatologisnya, angin baratan umumnya lebih kuat, kecuali di Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, dan NTT.
Angin Baratan/Monsun Asia diprediksi terus mendominasi hampir seluruh wilayah Indonesia, namun demikian pada bulan April angin dari Tenggara mulai aktif terutama di atas Jawa, Bali, NTB-NTT dan Papua Selatan. MJO aktif di fase 8 dan 7 hingga awal dasarian II Februari 2024 kemudian diprakiraan tidak aktif hingga awal dasarian III Februari 2024. MJO berkaitan dengan potensi pengurangan awan hujan di wilayah Indonesia.
Foto Peta Analisis Sifat Hujan di NTB
MONITORING KONDISI TERKINI IKLIM NTB
Curah hujan di wilayah NTB pada dasarian II Februari 2024 secara umum dalam kategori Rendah (0 – 50 mm/das) hingga tinggi (151 – >300 mm/das). Sifat hujan pada dasarian II Februari 2024 di wilayah NTB bervariasi kategori Bawah Normal (BN) hingga katagori Atas Normal (AN). Curah hujan tertinggi di pos hujan Senaru, Kabupaten Lombok Utara sebesar 221mm/dasarian.
" Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB secara umum bervariasi dari ‘Masih Ada Hujan’ hingga kategori ‘Pendek’ (6 – 10 hari)"Urainya
PELUANG CURAH HUJAN DASARIAN
Pada dasarian III Februari 2024 (21 – 29 Februari 2024) diprakirakan curah hujan dengan intensitas >20 - >50 mm/dasarian dengan probabilitas kejadian >90% berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi NTB kecuali wilayah Bima bagian timur dengan peluang <10-40%. Peluang curah hujan >100mm/dasarian berpeluang terjadi di Bima bagian utara dengan probabilitas kejadian 30 – 70%. Peluang curah hujan dengan intensitas >150mm/dasarian dengan probabilitas kejadian sebesar 10-40% berpeluang terjadi di Tambora.
PERINGATAN DINI POTENSI CURAH HUJAN TINGGI -NIHIL-
Atas hal tersebut Kepala BMKG NTB memberikan himbauan bahwa sebagian besar wilayah NTB terpantau telah memasuki musim hujan 2023/2024 dan sebagian masih berada pada masa peralihan, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai angin kencang yang dapat terjadi secara tiba – tiba dan bersifat lokal, banjir dan tanah longsor. "Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan hujan yang turun untuk mengisi penampungan air seperti embung, waduk, atau penampungan air hujan lainnya"Pungkasnya.(AM)
Files
What's Your Reaction?