Duka di Penghujung Malam: Puluhan Rumah di Kalimango Ludes Terbakar, Mari Ulurkan Tangan untuk Saudara Kita
Duka di Penghujung Malam: Pilihan Rumah di Kalimango Ludes Terbakar, Mari Ulurkan Tangan untuk Saudara Kita
SUMBAWA BESAR, Amarmedia.co.id — Minggu dini hari (22/3/2026), saat sebagian besar warga tengah terlelap dalam senyapnya malam, sebuah musibah besar melanda Dusun Sawo, Desa Kalimango, Kecamatan Alas. Kobaran api yang hebat seketika mengubah langit malam menjadi merah mencekam, menghanguskan sedikitnya 40 unit rumah warga.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA ini menyisakan duka mendalam. Di kawasan permukiman padat tersebut, api merambat begitu cepat dari satu atap ke atap lainnya. Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun si jago merah terlalu perkasa untuk ditaklukkan secara mandiri sebelum bantuan tiba.
Kehilangan dalam Sekejap
Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga sangatlah besar. Puluhan keluarga kini harus kehilangan tempat berteduh dan harta benda yang telah mereka kumpulkan bertahun-tahun. Kini, yang tersisa hanyalah puing-puing hitam dan abu, saksi bisu betapa cepatnya garis hidup berubah dalam satu malam.
Merespons tragedi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bergerak. Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, menyatakan pihaknya terjun langsung ke lokasi pada pagi hari ini.
“Kami membawa logistik darurat untuk warga terdampak, mulai dari makanan siap saji, air mineral, hingga kebutuhan mendesak seperti terpal, matras, dan selimut,” ujar Nurhidayat.
Tidak hanya BPBD, tim dari PB-TRC, Pramuka Peduli, hingga para relawan turut dikerahkan untuk membantu proses penanganan di lapangan serta memastikan distribusi bantuan sampai ke tangan yang tepat.
Panggilan Nurani: Saatnya Saling Membantu
Di balik angka-angka kerugian dan data rumah yang terbakar, ada ayah yang bingung mencari tempat bernaung bagi anaknya, ada ibu yang kehilangan dapur tempatnya meramu kasih, dan ada anak-anak yang kehilangan buku sekolahnya.
Saat ini, warga Dusun Sawo sangat membutuhkan uluran tangan kita. Bukan sekadar materi, namun dukungan moril dan kehadiran kita sebagai sesama manusia. Semangat Saling Pedi Saling Beme yang menjadi jati diri kita sedang diuji.
Mari kita tunjukkan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini. Bantuan sekecil apa pun—baik berupa pakaian layak pakai, kebutuhan pokok, maupun doa—akan menjadi lentera harapan bagi mereka untuk kembali bangkit.
Bagi Anda yang tergerak untuk membantu, bantuan dapat disalurkan melalui posko-posko resmi yang telah didirikan di lokasi bencana atau melalui lembaga kemanusiaan terpercaya. Karena pada akhirnya, kemanusiaan kita diukur dari seberapa peduli kita pada tetangga yang sedang tertimpa musibah. (AM)
What's Your Reaction?
