Investasi Kacang Hijau di Sumbawa: Pabrik Baru Siap Serap Rp 140 Miliar, Petani Lokal Raih Peluang Emas!
Investasi Kacang Hijau di Sumbawa: Pabrik Baru Siap Serap Rp 140 Miliar, Petani Lokal Raih Peluang Emas!
Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id – Kabar gembira datang bagi sektor pertanian Kabupaten Sumbawa. Rombongan pengusaha dari Jawa Tengah memastikan rencana pengembangan kacang hijau di daerah ini dengan komitmen membangun pabrik pengolahan. Sinyal hijau investasi ini mengemuka dalam pertemuan hangat dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, H.M. Berlian Rayes S.Ag., M.M.Inov, di ruang kerjanya pada Selasa (29/7).
Perwakilan pengusaha Kacang hijau dengan Brand Panen Prima varietas Vima 1 dari CV Semi, Antoni Susilo menegaskan keseriusan pihaknya. "Kami fokus pada pembenihan dan pasokan benih kacang hijau dan Tim Pembeli hasil kacang hijau dari PT Siap sudah membeli tanah seluas 8,7 hektar untuk pabrik dan gudang kacang hijau ini. Kami tidak main-main, kami serius," ujarnya, menekankan skala investasi yang signifikan.
Para investor memaparkan potensi kebutuhan pasokan kacang hijau yang menjanjikan peningkatan pendapatan fantastis bagi petani lokal. "Jika kacang hijau bisa dua kali tanam, kami membutuhkan sekitar 10.000 ton dalam setahun. Dengan harga beli Rp 14.000 per kilogram saat ini, itu berarti potensi pendapatan sekitar Rp 140 miliar hanya dalam 6 bulan," jelas Antoni. Ia menyoroti efisiensi hasil panen kacang hijau Vima 1 yang bisa 100% lebih banyak dibanding kacang lokal, meskipun harga beli sedikit di bawah harga pasar kacang lokal yang Rp 18.000.
Sementara itu dari PT Siap Sinar Indo agro pulses asal Surabaya selaku pembeli dengan direktur Vony Sintiyawati, anggota rombongan, menambahkan bahwa mereka bukan pemain baru. "Kami telah beroperasi di Surabaya dan Semarang sejak 2016, dan empat tahun lalu mulai diperkenalkan ke beberapa lokasi di Sumbawa," Dengan Lahan seluas kurang lebih 8,7 Hektar yang kami beli sebagai langkah persiapan Gudang katanya. "Dulu kami sempat khawatir petani enggan mencoba. Namun, pendekatan kami kini membuahkan hasil, terutama di daerah Kecamatan Lape yang sudah mulai panen." Mereka berharap program ini akan menjadi sumber pendapatan tambahan signifikan bagi petani, khususnya untuk lahan dengan ketersediaan air terbatas setelah musim tanam jagung.
Wakil Ketua DPRD Sumbawa H.M. Berlian Rayes, menyambut inisiatif ini dengan optimisme tinggi. "Masyarakat petani Sumbawa itu adaptif, Asal ada edukasi dan contoh nyata yang masuk akal, pasti diterima," tutur H. Berlian, berdasarkan pengalamannya mendampingi petani. "Banyak sekali yang tertarik."
Ia juga menekankan pentingnya jaminan pembelian hasil panen. "Kalau barang gratis, mereka tidak serius menanam dan memelihara. Tapi kalau ada jaminan dibeli, mereka akan lebih terawat," tegas H. Berlian, bahkan menyatakan kesiapannya untuk menjadi penjamin.
Diskusi juga menyentuh aspek efisiensi pascapanen. Korlap Salamuddin Maula yang turut hadir, merekomendasikan penggunaan thresher atau mesin perontok untuk mempercepat proses panen "Power thresher lebih bagus, lebih cepat," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD H. Berlian Rayes secara pribadi menyampaikan apresiasi dan salutnya kepada Om Alo akrab disapa Salamuddin Maula Anggota DPRD dua periode ini, bersama rombongan dari produsen Benih Kacang Hijau PANEN PRIMA, CV SEMI, dan PT SIAP SINAR Indo AGRO PULSES Bibit Panen Raya. "Secara pribadi saya salut dan apresiasi semangat Pak Jalo/Om Alo di tengah kondisi fisiknya yang kurang prima, masih berpikir untuk kemajuan dan kesejahteraan petani Sumbawa," tutur H. Berlian. "Beliau Om Alo menawarkan jenis tanaman kacang hijau yang mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani kacang hijau. Tetap sehat dan semangat Om Alo." ungkap Haji Berlian.
Ditambahkan oleh Voni Potensi pengembalian modal yang cepat, sekitar satu hingga satu setengah tahun, juga menjadi daya tarik proyek ini. "Ini sebenarnya bukan harga mati, tapi sebagai penghasil tambahan dari petani itu juga, bahkan mungkin lebih untung dari jagung," pungkas Voni, menyoroti risiko tinggi pada budidaya jagung dan menawarkan bibit murah dengan cara kerja lebih mudah.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga membuka babak baru diversifikasi pertanian di Sumbawa dengan nilai ekonomi tinggi.
Sekilas tentang Produk Vima 1:
Varietas kacang hijau Vima 1 yang diusung dalam program ini memiliki potensi hasil hingga 1,8 ton per hektar dengan umur panen relatif singkat, yaitu 57 hari. Vima 1 juga dikenal tahan terhadap penyakit Embun Tepung, memiliki biji berwarna hijau kusam, dan menariknya, panen dapat dilakukan secara serempak dengan warna polong yang menghitam saat siap panen. Karakteristik ini menjanjikan efisiensi dan hasil yang stabil bagi petani. (AM)
What's Your Reaction?
