Semangat "Salempo Ponyan" BAZNAS Sumbawa Jalin Silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu

Perkuat Sinergi Optimalisasi Pengumpulan ZIS

amramr
Jul 14, 2026 - 17:06
Jul 14, 2026 - 17:10
 0  9
Semangat "Salempo Ponyan" BAZNAS  Sumbawa Jalin Silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu

Semangat "Salempo Ponyan" BAZNAS Sumbawa Jalin Silaturahmi dengan Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu.

Perkuat Sinergi Optimalisasi Pengumpulan ZIS 

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id -  14 Juli 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) se-Kecamatan Moyo Hulu yang berlangsung di Aula Kantor Desa Batu Tering, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Moyo Hulu yang juga Kepala Desa Batu Tering Alwan Hidayat, S.Pd.I, Kepala Desa Batu Bulan Yunus Syufriadi Bakri, S.Pd.I, Kepala Desa Sempe Hamzah, Kepala Desa Sebasang Mulyadin, Kepala Desa Leseng Rajudin, serta para kepala desa lainnya di Kecamatan Moyo Hulu.

Silaturahmi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah desa dalam membangun ekosistem zakat yang lebih baik. Berbagai gagasan berkembang dalam suasana diskusi yang hangat dan dinamis, mulai dari penguatan kelembagaan zakat di tingkat desa, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga strategi meningkatkan kesadaran masyarakat agar gemar berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 103: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, serta berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ayat tersebut menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen penyucian harta sekaligus sarana membangun kesejahteraan sosial. Semangat itu kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang mengamanatkan bahwa pengelolaan zakat dilakukan secara terencana, profesional, transparan, dan akuntabel untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat serta mendukung upaya penanggulangan kemiskinan.

Dalam sambutannya, Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Moyo Hulu yang juga Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah desa. Menurutnya, pemerintah desa merupakan mitra strategis dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari ibadah sekaligus solusi sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. "Atas nama Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kecamatan Moyo Hulu, kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas terselenggaranya silaturahmi ini. Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama. Kami siap mendukung berbagai program BAZNAS, termasuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kantor desa maupun masjid agar potensi zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara optimal dan disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Alwan Hidayat.

Ia berharap silaturahmi tersebut menjadi awal lahirnya gerakan bersama antara pemerintah desa, tokoh agama, pengurus masjid, dan masyarakat dalam membangun budaya berbagi sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Di sela-sela kegiatan, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan pemerintah desa merupakan langkah strategis dalam meningkatkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan sekaligus pusat kehidupan masyarakat, sehingga keberhasilan gerakan zakat sangat bergantung pada kolaborasi yang baik antara pemerintah desa, tokoh agama, dan BAZNAS. "Kami meyakini bahwa ketika pemerintah desa bergerak bersama BAZNAS, potensi zakat akan semakin besar. Amanah masyarakat yang dihimpun melalui zakat, infak, dan sedekah akan kami kelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mustahik. Kami berharap sinergi ini terus berkembang dan menjadi contoh bagi kecamatan lainnya di Kabupaten Sumbawa," jelas Syukri Rahmat.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, sebagai wakil ketua 1 bidang pengumpulan memperkenalkan semangat "Salempo Ponyan", sebuah istilah lokal Sumbawa yang dimaknainya sebagai upaya menghimpun seluruh potensi secara maksimal tanpa menyisakan peluang yang ada.

Menurutnya, filosofi tersebut sangat relevan dengan gerakan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang sedang dibangun BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

"Salempo Ponyan berarti bagaimana kita mengumpulkan seluruh potensi yang ada secara maksimal. Dalam konteks pengelolaan zakat, jangan ada potensi yang terlewat. Jika seluruh kantor desa memiliki UPZ, seluruh masjid aktif menghimpun ZIS, dan seluruh masyarakat memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi, maka insyaallah penghimpunan zakat di Kabupaten Sumbawa akan meningkat signifikan dan manfaatnya akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat," ungkap Dr. M. Ihsan Safitri.

Ia menambahkan bahwa gerakan zakat tidak hanya membutuhkan regulasi, tetapi juga membutuhkan semangat kebersamaan, edukasi, dan keteladanan dari para pemimpin di tingkat desa. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I, menjelaskan bahwa salah satu hasil penting dari forum tersebut adalah adanya kesepahaman untuk mempercepat pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh kantor desa dan masjid di Kecamatan Moyo Hulu.

Selain itu, forum juga menyepakati pentingnya meningkatkan sosialisasi zakat kepada seluruh lapisan masyarakat melalui pemerintah desa, majelis taklim, khatib Jumat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. "Diskusi hari ini sangat produktif. Banyak gagasan konstruktif yang muncul, terutama mengenai pembentukan UPZ di setiap desa dan masjid serta peningkatan sosialisasi zakat kepada masyarakat. Kami optimistis, dengan dukungan para kepala desa, potensi zakat di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara lebih optimal untuk mendukung berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi umat," ujarnya.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi antara BAZNAS dan pemerintah desa. Para kepala desa menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis BAZNAS dalam membangun budaya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat.

Melalui semangat "Salempo Ponyan", BAZNAS Kabupaten Sumbawa optimistis seluruh potensi zakat, infak, dan sedekah di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun secara maksimal. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masjid, tokoh agama, dan masyarakat, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kemiskinan, memperkuat solidaritas, serta mewujudkan kesejahteraan umat sebagaimana diamanatkan oleh syariat Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow