BAZNAS Hadir di Saat Sunyi: Menguatkan Sang Sastrawan Dinullah Rayes di Tengah Ujian

amramr
Apr 20, 2026 - 15:44
 0  17
BAZNAS Hadir di Saat Sunyi: Menguatkan Sang Sastrawan Dinullah Rayes di Tengah Ujian

BAZNAS Hadir di Saat Sunyi: Menguatkan Sang Sastrawan Dinullah Rayes di Tengah Ujian

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id  - 20 April 2026 – Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Brang Biji, suasana haru begitu terasa saat rombongan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melangkah masuk untuk melakukan silaturrahim. Di tempat itulah, seorang tokoh nasional, sastrawan, budayawan, sekaligus inspirasi bagi banyak generasi, Dinullah Rayes, tengah berjuang melawan sakit yang telah ia jalani selama kurang lebih dua bulan terakhir.

Pria kelahiran 7 Februari 1939 itu kini terbaring lemah. Usia yang tak lagi muda dan kondisi kesehatan yang menurun tak mampu menghapus jejak panjang pengabdiannya. Karya-karya sastra yang ia lahirkan, pemikiran budaya yang ia tanamkan, serta keteladanan hidup yang ia tunjukkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan masyarakat Tau dan Tana Samawa.

Kehadiran tim BAZNAS pada Senin, 20 April 2026, menjadi momen yang penuh makna dan sarat emosi. Dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, bersama Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri serta Sekretaris Dr. Supriyadi, M.HI, rombongan hadir membawa bukan hanya bantuan, tetapi juga kepedulian, doa, dan penghormatan yang tulus.

Saat rombongan mendekat, suasana seketika menjadi hening. Tatapan mata Dinullah Rayes yang teduh, meski dalam kondisi lemah, seolah menyampaikan banyak hal yang tak terucapkan. Di balik keterbatasannya, terpancar keteguhan hati seorang pejuang—yang sepanjang hidupnya telah mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa dan keluhuran budaya.

Ketua BAZNAS, Syukri Rahmat, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah bentuk penghargaan atas jasa besar Dinullah Rayes. “Beliau adalah sosok yang telah memberikan banyak kontribusi nyata. Tidak hanya melalui karya, tetapi juga melalui nilai-nilai kehidupan yang beliau wariskan. Kami hadir sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian,” ungkapnya dengan penuh empati.

Sebagai wujud apresiasi, BAZNAS juga menyerahkan bantuan kepada keluarga. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban yang tengah dihadapi. Namun lebih dari itu, kehadiran BAZNAS menjadi simbol bahwa pengabdian tulus tidak pernah dilupakan oleh masyarakat.

Wakil Ketua I BAZNAS, Dr. M. Ihsan Safitri, menegaskan pentingnya menjaga nilai silaturrahim dan kepedulian sosial, terutama kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa. Sementara itu, Sekretaris BAZNAS, Dr. Supriyadi, M.HI, mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Dinullah Rayes agar dapat kembali pulih seperti sediakala.

Di tengah suasana yang penuh haru, sebuah pesan sederhana namun menyentuh hati disampaikan oleh Dinullah Rayes. Dengan suara yang lirih dan penuh ketulusan, beliau menyampaikan harapannya agar BAZNAS dan seluruh pengurusnya senantiasa diberikan kesuksesan, baik di masa kini maupun di masa yang akan datang. Doa tersebut menjadi bukti bahwa di tengah kondisi sakit yang beliau alami, kepedulian dan cintanya terhadap sesama tetap hidup dan tak pernah padam.

Ucapan tersebut sontak menggetarkan hati yang hadir. Sebab di saat dirinya tengah berjuang melawan sakit, beliau justru masih memikirkan dan mendoakan orang lain. Sebuah keteladanan yang begitu dalam dan jarang ditemukan—cerminan dari jiwa besar yang selama ini ia tunjukkan dalam kehidupannya.

Doa-doa pun dipanjatkan bersama, mengiringi harapan akan kesembuhan beliau. Suasana khidmat menyelimuti ruangan, menghadirkan rasa kebersamaan dan kepedulian yang begitu kuat. Air mata haru tak terbendung, menjadi saksi bahwa cinta dan penghormatan kepada seorang tokoh tidak pernah luntur oleh waktu.

Kunjungan ini menjadi pengingat bagi semua bahwa menghargai jasa para tokoh adalah bagian dari nilai kemanusiaan. Bahwa mereka yang telah mengabdikan hidupnya layak untuk terus dikenang, dihormati, dan didampingi, terutama di masa-masa sulit.

Dinullah Rayes mungkin kini tengah beristirahat dalam perjuangannya melawan sakit. Namun semangat, karya, dan nilai-nilai yang telah ia tanamkan akan terus hidup dalam hati masyarakat. Silaturrahim yang terjalin pada 20 April 2026 ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah wujud cinta, penghormatan, dan pengakuan atas pengabdian yang luar biasa.

Dan di hari itu, di tengah kesunyian yang menyelimuti, BAZNAS hadir—membawa harapan, doa, dan kekuatan. Sebuah kehadiran yang sederhana, namun penuh makna, yang akan terus dikenang dalam perjalanan kehidupan seorang Dinullah Rayes. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow