PlH Kabid Pengelolaan Sampah Ungkap Kebutuhan Mendesak 827 Bank Sampah untuk 'Selamatkan' TPA
PLH Kabid Persampahan Ungkap Kebutuhan Mendesak 827 Bank Sampah untuk 'Selamatkan' TPA
Sumbawa Besar.Amarnedia.co.id (5 Desember 2025) — Di tengah kemeriahan Festival Adipura 2025 dan peluncuran enam program inovatif persampahan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pelaksana Harian (PLH) Kepala Bidang Pengelolaan sampah dan Pengolaan Limbah B3, Aryan Perdana Putra,SSi memberikan pandangan kritis mengenai tantangan pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Raberas.
Inovasi utama yang menjadi sorotan dan harapan Pemkab Sumbawa adalah pembentukan 100 Bank Sampah Unit (BSU). Menurut Aryan, langkah ini adalah salah satu dari enam pilar strategis untuk mengakselerasi pengurangan sampah di Kabupaten Sumbawa.
Target Kritis: Dibutuhkan 827 Unit Bank Sampah
Meskipun menyambut baik inisiatif 100 BSU, Aryan Perdana Putra secara transparan mengungkapkan skala kebutuhan Bank Sampah yang sebenarnya harus dicapai oleh Sumbawa untuk menghasilkan dampak signifikan terhadap TPA.
"Dari skenario pengurangan sampah, kita membutuhkan total 827 unit Bank Sampah se-Kabupaten Sumbawa agar dapat mengurangi sampah yang masuk TPA secara signifikan," jelas Aryan, memberikan gambaran besar tantangan yang dihadapi.
Ia menegaskan bahwa untuk mencapai target pengurangan sampah nasional sebesar 30% dan menghentikan kondisi TPA yang sudah kritis—seperti yang disampaikan Bupati Jarot—langkah pengolahan di sumbernya menjadi kunci yang tak bisa ditawar.
"Jika kita serius menurunkan timbulan sampah yang masuk TPA Raberas, maka langkah reduce at sources melalui bank sampah dan pengolahan sampah di sumber seperti komposting tak ada tawar," tegasnya.
100 BSU sebagai Penggerak Aksi
Aryan berharap 100 BSU yang dicanangkan melalui program inovasi sampah ini dapat menjadi katalisator bagi gerakan yang lebih luas di masyarakat. Pembentukan 100 BSU adalah bagian integral dari enam inovasi yang diluncurkan, termasuk Gerakan Pak SOMAT (Sistem Pemilahan Sampah Rumah Tangga) dan Pengiriman Perdana Bank Sampah HIDUP-HIDUP yang mendorong ekonomi sirkular.
"Semoga 100 BSU ini bisa menjadi penggerak aksi dan akselerasi pengurangan sampah Sumbawa. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk mencapai target ideal 827 unit," pungkas Aryan, menutup pernyataannya dengan optimisme yang terkontrol.
Komitmen Pemkab Sumbawa dalam menangani masalah sampah kini didukung penuh oleh program-program strategis seperti Satgas Gakum Persampahan dan penyediaan BUSER (Buis Komposter). Namun, data yang disampaikan PLH Kabid Persampahan ini jelas menggarisbawahi bahwa keberhasilan inisiatif "Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari" pada akhirnya akan sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah di tingkat sumber melalui Bank Sampah.(Gam)
What's Your Reaction?
