Akselerasi Industri Garam: Sumbawa Targetkan 2.000 Hektare Lahan Masuk Program Strategis Nasional (PSN)
Akselerasi Industri Garam: Sumbawa Targetkan 2.000 Hektare Lahan Masuk Program Strategis Nasional (PSN)
SUMBAWA, — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa serius menggenjot pengembangan industri garam rakyat. Upaya terbaru yang dilakukan adalah mendorong program ekstensifikasi tambak garam agar dapat ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN). Langkah ini ditempuh demi mempercepat realisasi pengelolaan 2.000 hektare lahan potensial yang telah disiapkan.
Kepala Bappeda Litbang Sumbawa melalui Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Andi Kusmayadi SPi.M.Si menjelaskan bahwa Pemkab telah mengambil langkah fundamental dengan merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Status lahannya sudah tidak ada masalah. Melalui revisi RTRW, lahan tersebut kini telah dikeluarkan dari status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB) dan siap digunakan untuk program garam rakyat," ujar Andi, Jumat (7/12/25).
Penetapan status tata ruang yang jelas ini menjadi landasan hukum kuat bagi pengembangan industri garam Sumbawa. Andi menekankan pentingnya masuk dalam skema PSN agar program ini mendapat dukungan penuh, baik dari sisi anggaran maupun investasi, dari pemerintah pusat.
Penyiapan lahan seluas 2.000 hektare ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Dirjen Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), A. Koswara, pada Mei 2025 lalu. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah pusat melihat potensi besar Sumbawa untuk dijadikan sentra industri garam di wilayah timur Indonesia.
Meski demikian, Andi menegaskan bahwa tahapan pembebasan lahan belum dapat dilakukan. Pemkab Sumbawa masih menunggu kepastian penetapan program ini dalam daftar PSN dari Jakarta.
"Kita akan bergerak lebih jauh setelah program ini resmi masuk dalam PSN. Dengan begitu, dukungan anggaran dan investasi akan lebih mudah diarahkan," jelasnya, optimis bahwa status PSN akan menjadi kunci pembuka percepatan pembangunan industri garam di Sumbawa.(AM)
What's Your Reaction?