Optimalisasi Pelayanan Kesehatan H. Zohran Desak Penuntasan RSUD Sering dan Penyatuan Lokasi Layanan

amramr
Apr 1, 2026 - 09:22
Apr 1, 2026 - 09:23
 0  56
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan H. Zohran Desak Penuntasan RSUD Sering dan Penyatuan Lokasi Layanan

Optimalisasi Pelayanan Kesehatan H. Zohran Desak Penuntasan RSUD Sering dan Penyatuan Lokasi Layanan

SUMBAWA.Amarmedia.co.id— Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kabupaten Sumbawa, H. Zohran, SH bersama Ketua H Zainuddin Sirat dan Anggota pansus lainnya Muhammad Zain SIP dan Andi Rusni SE.MM, melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Sumbawa di wilayah Sering pada Selasa (31/03/2026). Rombongan diterima Direktur RSUD dr.Mega Harta dan jajaran.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau hasil pembangunan RSUD Blok C dan H demi kesiapan infrastruktur kesehatan untuk mewujudkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat daerah.

Gedung C dan H RSUD Sering Sumbawa diresmikan pada 20 Januari 2026 lalu bertepatan dengan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa. Gedung baru ini ditujukan sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang lebih modern, termasuk fasilitas KJSU, Cathlab, CT Scan, IGD, dan pelayanan jiwa. 

Pembangunan Gedung C menelan anggaran sekitar Rp25,9 miliar oleh PT Bumi Seran, sedangkan Gedung H sekitar Rp6 miliar lebih oleh CV Putra Bahagia Sejahtera.

Dalam tinjauannya, H. Zohran menerima informasi mengenai urgensi konsolidasi lokasi RSUD. Ia menegaskan bahwa operasional rumah sakit yang saat ini masih terfragmentasi di dua titik berbeda (RSUD Kota dan RSUD Sering) harus segera diakhiri demi efisiensi dan kenyamanan pasien.

Point yang menjadi sorotan utama politisi NasDem ini adalah adanya potensi kehilangan dana hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp110 miliar. Dana fantastis untuk pengembangan fasilitas kesehatan modern tersebut kini dalam kondisi stagnan akibat belum tuntasnya kesiapan gedung di lokasi tunggal.

"Kabupaten Sumbawa memiliki kesempatan emas untuk melakukan lompatan besar di sektor kesehatan dengan dana hibah Rp110 miliar ini. Namun, syarat mutlaknya adalah kesiapan gedung tunggal. Kita tidak boleh kehilangan momentum ini hanya karena ego birokrasi atau lambatnya pengambilan keputusan terkait lahan dan gedung" tegas H. Zohran di sela-sela kunjungannya.

Selain masalah hibah, H. Zohran mengidentifikasi adanya ancaman kerusakan aset pada gedung dan alat kesehatan senilai Rp25 miliar di RSUD Sering. Menurutnya, gedung yang sudah terbangun namun tidak segera dioperasikan secara penuh berisiko mengalami degradasi kualitas, seperti kelembapan dan kebocoran, yang dapat merusak alat medis sensitif di dalamnya.

"Ada investasi rakyat sebesar 25 miliar rupiah di sini. Jika dibiarkan mangkrak dan rusak sebelum memberikan manfaat kepada umat, ini berpotensi menjadi kerugian negara. Apalagi vendor untuk alat canggih seperti CT Scan dan Mamografi sudah dalam tahap koordinasi kedatangan. Ruangannya harus siap sekarang juga," imbuhnya.

Demi pelayanan yang lebih manusiawi dan modern, H. Zohran mendorong Pemerintah Daerah untuk segera mengambil keputusan politik guna menyatukan seluruh operasional RSUD ke wilayah Sering (One-Stop Service). Hal ini dianggap kunci untuk mengoptimalkan mobilitas pasien, SDM medis, dan penggunaan alat kesehatan.

Secara khusus, H. Zohran merekomendasikan dua poin kebijakan penting kepada Bupati Sumbawa segera menerbitkan SK atau Instruksi Bupati untuk menetapkan RSUD Sering sebagai pusat layanan permanen guna memenuhi syarat hibah pusat yang kedua memastikan kelanjutan anggaran pembangunan fisik RSUD Sering hingga tuntas sepenuhnya.

"RSUD Sumbawa tidak boleh tersandera oleh ketidakpastian lokasi. Di balik angka 110 miliar dan aset 25 miliar ini, ada hak masyarakat Sumbawa untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, terpadu, dan modern. Membiarkan gedung rusak dan hibah hilang adalah bentuk pembiaran terhadap kemajuan daerah," pungkas H. Zohran menutup kunjungan lapangannya. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow