Museum Bala Datu Ranga Jadi Ruang Ekspresi Budaya dalam Lanjutan Program Mero Manto Film Samawa. Bupati Acungi Jempol!

Bupati H. Jarot dukung penuh sinergi Komunitas dan Pemerintah Lestarikan budaya Sumbawa lewat film sehingga dapat menyentuh generasi muda. Demikian pula Budaya Sumbawa hidup' di layar lebar. Kementerian dan LPDP turut menyokong' Mero Manto Film Samawa sehingga Museum jadi ruang Dialog Budaya yang Inklusif!

amramr
May 18, 2025 - 09:33
May 18, 2025 - 10:02
 0  72
Museum Bala Datu Ranga Jadi Ruang Ekspresi Budaya dalam Lanjutan Program Mero Manto Film Samawa. Bupati Acungi Jempol!

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Museum Bala Datu Ranga kembali menjadi pusat denyut ekspresi budaya melalui gelaran event “Mero Manto” yang diselenggarakan oleh Sumbawa Cinema Society (SCS) pada Sabtu malam (17/5/2025). Acara yang diisi dengan pemutaran film bernafaskan kebudayaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P.

Hadir pula Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa H.M.Berlian Rayes, Zulfikar Demitry bersama istri, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Dr. Dedy Hariwibowo, Ketua LATS Dr. M Ikhsan Safitri, Kabid Kebudayaan Fitriati SP.M.Si.Camat Sumbawa Drs. Iwan Sofiyan.

Bupati H. Jarot memberikan apresiasi tinggi kepada Sumbawa Cinema Society atas inisiatif penyelenggaraan event “Mero Manto”. Ia menekankan pentingnya pengenalan budaya Sumbawa yang terus digelorakan kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, melalui pemanfaatan berbagai media kreatif, salah satunya adalah film.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi SCS dalam menggeliatkan dan mengenalkan kebudayaan Sumbawa melalui film. Pengenalan budaya tidak hanya melalui museum, tetapi juga melalui program kreatif seperti Mero Manto ini,” ungkap Bupati H. Jarot.

Lebih lanjut, H. Jarot mendorong para sineas muda Sumbawa untuk tidak berhenti memproduksi karya-karya yang mengangkat tema budaya lokal. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya para pegiat budaya, untuk mengekspresikan kekayaan nilai-nilai budaya Sumbawa. “Insya Allah, budaya kita akan terus berkembang dan dikenal lebih luas,” kata H. Jarot penuh harap.

Ketua penyelenggara Mero Manto, Yuli Andari, menyampaikan bahwa event ini mengusung misi besar untuk menyebarkan pesan-pesan kebudayaan ke seluruh penjuru Sumbawa melalui medium film. “Lewat Mero Manto, kami ingin menjadikan budaya sebagai sesuatu yang hidup dan dekat dengan masyarakat. Mero Manto adalah bentuk kecintaan kami terhadap budaya Sumbawa,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan Mero Manto Film Samawa kali ini mengusung tema “Merajut Warisan, Sinema Untuk Pelestarian Kebudayaan”, semakin menegaskan komitmen SCS dalam menjadikan sinema sebagai alat pelestarian budaya lokal yang efektif. Setelah sukses digelar di Desa Lenangguar sebelumnya, sesi di Museum Bala Datu Ranga menghadirkan Ir. H. Iskandar D., M.Ec.Dev. sebagai narasumber dalam diskusi budaya bertema “Peran Museum dalam Pelestarian Budaya Lokal”, dengan Nurhadi Ihwani, M.A. bertindak sebagai moderator. Diskusi ini merefleksikan urgensi institusi budaya dalam merawat nilai-nilai tradisional di tengah gempuran modernisasi.

Acara ini dihadiri oleh beragam elemen masyarakat, termasuk pelaku seni budaya, akademisi, dan tokoh adat. Kehadiran Bupati H. Syarafuddin Jarot beserta sejumlah pejabat pemerintah daerah menjadi wujud nyata dukungan terhadap upaya pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif dan edukatif. Dalam sambutannya, Bupati mengapresiasi inisiatif komunitas yang mampu mendorong partisipasi publik dalam menjaga warisan budaya lokal.

SCS sebagai penggagas terus menunjukkan konsistensinya dalam menghidupkan dialog budaya yang membumi dan inklusif. Bagi SCS, film bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sarana edukasi dan penggerak sosial yang mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat. Melalui pendekatan komunitas, Mero Manto Film Samawa berhasil menciptakan ruang interaksi lintas generasi yang memperkuat identitas budaya Samawa.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya yang dinamis. Museum Bala Datu Ranga, sebagai salah satu simbol sejarah Sumbawa, dinilai sebagai lokasi yang tepat untuk menjadi tuan rumah diskusi yang sarat akan nilai-nilai budaya ini.

Di sela-sela kegiatan pemutaran film dan diskusi, Bupati H. Jarot juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Bala Datu Ranga dan melihat langsung proses revitalisasi koleksi yang sedang berlangsung. Beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengupayakan program restorasi kawasan cagar budaya Kesultanan Sumbawa agar dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui potensi wisata sejarah dan budaya.

Program Mero Manto Film Samawa ini terselenggara berkat dukungan dari Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). SCS meyakini bahwa keberlanjutan pelestarian budaya membutuhkan sinergi yang kuat antara komunitas, institusi budaya, pemerintah, dan partisipasi aktif dari generasi muda. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow