Jembatan Tiga Desa di Ropang Terancam Putus, Juliansyah SE: Pemerintah Jangan "Tutup Mata", Perusahaan Harus Hadir!
Jembatan Tiga Desa di Ropang Terancam Putus, Juliansyah SE: Pemerintah Jangan "Tutup Mata", Perusahaan Harus Hadir!
SUMBAWA BESAR.Amarmedia.co.id – Kondisi jembatan penghubung vital yang menjadi urat nadi perekonomian bagi warga Desa Ranan, Labangkar, dan Lawin di Kecamatan Ropang, kini berada di titik nadir. Jembatan yang nyaris ambruk akibat kayu penyangga yang rapuh dan lapuk tersebut memicu keresahan mendalam bagi masyarakat setempat.
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi Demokrat-PPP Pembangunan Juliansyah, SE mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak lagi menunda penanganan jembatan tersebut. Politisi Partai Demokrat ini menegaskan, nasib masyarakat di tiga desa tersebut kini berada dalam ancaman isolasi total.
"Jembatan ini adalah akses utama. Setiap hari warga melintas dengan beban kendaraan mencapai 7 ton. Jika jembatan ini putus total, bagaimana nasib anak-anak sekolah, pelayanan kesehatan, hingga distribusi hasil tani warga? Pemerintah tidak boleh membiarkan ini berlarut-larut," ujar Juliansyah dengan nada tegas kepada wartawan, Selasa (19/5) lalu.
Juliansyah yang merupakan wakil rakyat dari Dapil setempat, mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya realisasi janji Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa. Ia mengingatkan bahwa pihak dinas sebelumnya sudah melakukan survei dan bahkan telah mengusulkan desain jembatan permanen berikut rancangan anggarannya.
"Kami menagih janji itu. Jangan hanya survei, lalu setelah itu hilang tanpa kabar. Jangan terus-menerus memelihara masalah yang jelas-jelas mengancam keselamatan warga kami. Kami butuh bukti nyata, bukan lagi sekadar janji dan penanganan darurat yang hanya bertahan sebentar," tandas Juliansyah.
Desak Kontribusi Perusahaan Tambang
Selain mendesak Pemda, Juliansyah juga menyoroti pentingnya peran perusahaan yang beroperasi di wilayah Ropang. Ia menegaskan bahwa kehadiran perusahaan tambang, termasuk PT Amman Mineral dan PT SJR serta PT Intam harus memberikan dampak langsung bagi perbaikan infrastruktur yang mendesak.
"Perusahaan yang beroperasi di wilayah Ropang harus memiliki kepekaan sosial. Persoalan akses jalan dan jembatan ini adalah kebutuhan mendasar masyarakat. Jika perusahaan mengambil manfaat dari kekayaan alam di sini, maka sudah selayaknya mereka berkontribusi nyata dalam memperkuat infrastruktur warga," tegasnya.
Juliansyah juga mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan beberapa perusahaan, seperti PT Intam di Desa Lebin yang mulai melakukan perbaikan jalan. Namun, ia menekankan agar hal serupa juga disinergikan untuk jembatan penghubung tiga desa tersebut yang kondisinya jauh lebih kritis.
Menyikapi tuntutan masyarakat dan LSM yang sempat mengancam akan melakukan aksi massa, Juliansyah meminta agar aspirasi tersebut disikapi dengan bijak oleh pemerintah. Sebagai anggota dewan, ia berkomitmen akan terus mengawal agar pembangunan jembatan permanen menjadi skala prioritas dalam anggaran daerah.
"Ropang adalah lumbung pangan yang vital bagi Sumbawa. Sangat tidak adil jika wilayah yang menyumbang ekonomi besar justru dibiarkan terisolasi karena infrastruktur yang hancur. Saya akan terus berjuang agar jembatan ini menjadi prioritas pembangunan tahun ini," pungkasnya.(AM)
What's Your Reaction?
