Khotbah Idul Fitri di Masjid Jami' Annur Paiton: Kemenangan Sejati Bukan Baju Baru, Tapi Ridho Allah

amramr
Mar 21, 2026 - 08:22
 0  34
Khotbah Idul Fitri di Masjid Jami' Annur  Paiton: Kemenangan Sejati Bukan Baju Baru, Tapi Ridho Allah

Khotbah Idul Fitri di Masjid Jami' Annur Paiton: Kemenangan Sejati Bukan Baju Baru, Tapi Ridho Allah

PROBOLINGGO.Paiton – Gema takbir berkumandang memenuhi cakrawala saat ribuan jamaah memadati Masjid Jami' Annur, Paiton, Probolinggo, pada Sabtu (21/03/2026). Dalam suasana penuh haru menyambut hari kemenangan, Ustadz. KH. Suryadi Maksum, M.Ag. menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi Idul Fitri yang kerap terlupakan di balik kemeriahan simbolis.

Dalam khotbahnya, Ustaz KH. Suryadi menekankan bahwa Idul Fitri bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari pembuktian hasil tempaan selama bulan Ramadan. Beliau mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang sangat masyhur: 

"Hari raya bukanlah bagi mereka yang berbaju baru, tetapi bagi mereka yang ketaatannya bertambah."

"Mari kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah meraih Idul Fitri yang sesungguhnya? Banyak orang menganggap ini adalah akhir perjuangan, padahal Idul Fitri sejati adalah garis start untuk menjalani kehidupan dengan jiwa yang telah dicuci bersih," ujar beliau di hadapan jamaah yang khusyuk.

Beliau memaparkan tiga tanda bahwa seseorang telah mencapai kemenangan yang agung (fauzul 'adzim) sesuai dengan pesan dalam Surah At-Tawbah ayat 72: Pertama :  Konsistensi dalam Kebaikan:Lisan yang tetap terjaga dan dzikir yang terus mengalir meski Ramadan telah berlalu. Kedua :  Hati yang Terhubung. Keinginan kuat untuk menyambung tali silaturahmi dan memaafkan tanpa menunggu diminta. Ketiga : Ridho atas Ketentuan Allah. Tidak lagi mengeluh atas kesulitan hidup, melainkan melihat setiap nikmat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Peringatan Keras: Ridho Allah pada Ridho Orang Tua

Suasana semakin hening saat Ustaz Suryadi mengingatkan tentang pentingnya adab kepada orang tua. Beliau mengutip hadis tentang malaikat Jibril yang berdoa—dan diaminkan oleh Rasulullah SAW—mengenai celakanya seseorang yang melewati Ramadan namun tidak mendapatkan ampunan karena dosanya kepada orang tua atau sesama manusia belum tuntas.

"Pulanglah, mintalah doa restu mereka. Ridho Allah bergantung pada ridho kedua orang tua. Jangan sampai puasa kita selama sebulan penuh sia-sia hanya karena ego yang enggan meminta maaf," tegasnya.

Tiga Golongan Manusia Pasca-Lebaran

Menutup khotbahnya, beliau mengingatkan hadis mengenai tiga kondisi manusia setelah hari raya:

Pertama ; Orang Beruntung. Mereka yang hari ini dan kualitas takwanya lebih baik dari tahun lalu.

Kedua Orang Merugi. Mereka yang kondisinya sama saja (stagnan) seolah tidak mendapat pelajaran dari Ramadan.

Ketiga Orang Celaka. Mereka yang kualitas moral dan ibadahnya justru lebih buruk setelah Ramadan usai.

Ibadah salat Idul Fitri di Masjid Jami' Annur ini diakhiri dengan doa bersama yang menggetarkan hati, memohon agar seluruh jamaah dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan dalam keadaan yang lebih bertaqwa. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow