Kepala Dinas Dikbud Sumbawa Luncurkan Digitalisasi dan Storytelling Warisan Budaya: Terobosan Tingkatkan Literasi Siswa

amramr
Oct 22, 2025 - 18:50
Oct 22, 2025 - 19:00
 0  29
Kepala  Dinas Dikbud Sumbawa Luncurkan Digitalisasi dan Storytelling Warisan Budaya: Terobosan Tingkatkan Literasi Siswa

Kepala Dinas Dikbud Sumbawa Luncurkan Digitalisasi dan Storytelling Warisan Budaya: Terobosan Tingkatkan Literasi Siswa

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa mengambil langkah maju dalam pelestarian warisan budaya melalui pendekatan modern. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya Seminar dan Launching "Digitalisasi dan Storytelling Warisan Budaya untuk Pendidikan Berkualitas"di Sumbawa Besar, Minggu (19/10/2025).

Kegiatan yang bertujuan menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya di Tana Intan Bulaeng ini disambut antusias oleh berbagai pihak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan S.IP.M.Si dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh stakeholder yang terlibat. Ia menegaskan bahwa acara ini adalah wujud konkret kepedulian bersama untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal.

Digitalisasi: Jembatan Warisan Budaya ke Generasi Muda

Kadis Dikbud menyoroti bahwa Launching ini merupakan upaya strategis untuk mendokumentasikan, menyimpan, mempromosikan, dan menceritakan kembali warisan budaya agar generasi muda dapat memahami identitas budayanya melalui pendekatan digitalisasi.

"Proses digitalisasi, dengan mengubah objek budaya seperti naskah kuno, artefak, tarian tradisional, dan musik daerah menjadi data digital berupa gambar, video, dan audio, merupakan terobosan yang sangat positif" ujar Kadis.

Menurutnya, terobosan ini membawa banyak nilai tambah, di antaranya aksesibilitas yang Lebih Luas

"Obyek budaya dapat diakses tanpa batasan geografis dan waktu" ujarnya.

Kemudian pelestarian budaya lokal. Budaya terdokumentasi dan terpublikasi dengan media digital sehingga terlindungi dari kerusakan fisik.

Juga menjadi sarana edukasi dan pembelajaran efektif sebab menjadi materi pembelajaran yang lebih efektif dan menarik bagi generasi sekarang.

Dirinya juga menyebut kegiatan ini menjadi promosi budaya karena menyajikan informasi dan pengalaman virtual yang menarik bagi wisatawan dan pengembangan ekonomi kreatif dengan membuka peluang bagi industri kreatif, desain, dan seni berbasis warisan lokal.

Perkuat Literasi Melalui Budaya Lokal

Kadis Dikbud secara khusus mengungkapkan kepentingan Dinas terhadap kegiatan ini, terutama dalam konteks peningkatan mutu pendidikan di Sumbawa.

“Saat ini, indeks literasi siswa pendidikan dasar di Kabupaten Sumbawa masih di kisaran 33%. Tentu saja, digitalisasi objek dan nilai-nilai budaya ini dapat mendukung program penguatan literasi siswa, terutama pendidikan dasar di daerah kita nantinya,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi dan storytelling budaya tidak hanya bertujuan untuk pelestarian, tetapi juga sebagai alat bantu inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi siswa.

Menutup sambutannya, Kadis Dikbud menegaskan komitmen penuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder terkait dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya melalui program-program yang relevan.

“insyaallah kita semua akan mampu menjaga nilai-nilai budaya daerah kita Samawa Intan Bulaeng,” tutupnya.

Seminar dan Launching Digitalisasi & Storytelling Warisan Budaya untuk Pendidikan Berkualitas" kemudian resmi dibuka dengan pembacaan Basmalah, menandai dimulainya era baru pelestarian budaya yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kisah Abadi Perdana Menteri Terakhir Sumbawa: Buku Karya Cucu Datu Ranga Resmi Diluncurkan

Museum Bala Datu Ranga di Sumbawa menjadi saksi peluncuran istimewa buku berjudul "The Last Prime Minister of Sumbawa" karya Yuli Andari Merdikaningtyas. Peluncuran ini menjadi puncak dari rangkaian seminar "Digitaliasi dan Storytelling Warisan Budaya untuk Pendidikan Berkualitas" yang digagas oleh Indonesia Hidden Heritage (IHHCH) dan United Nation Information Center (UNIC) sebagai bagian dari Festival Cerita Kota.

Buku yang diterbitkan oleh IHHCH dan DEMHIST pada tahun 2025 ini menghadirkan lebih dari sekadar biografi mini tentang sosok bersejarah Datu Ranga Abdul Madjid Daeng Matutu, Perdana Menteri Terakhir Kesultanan Sumbawa. Ditulis langsung oleh cucu beliau, Yuli Andari Merdikaningtyas, buku ini mendalami filosofi mendalam tentang kesetiaan dan pengabdian yang tiada akhir untuk Tana Samawa.

"Buku ini bukan hanya sekadar kisah atau monumen, namun juga memori kolektif Tau Samawa yang terus hidup bersama dengan Bala Datu Ranga, rumah Sang Perdana Menteri," ungkap penulis, Yuli Andari, saat peluncuran.

Acara peluncuran buku, yang berlangsung di tengah semangat kebangkitan inovasi museum dalam menyebarkan kisah warisan budaya, mendapat sambutan hangat dari berbagai tokoh penting. Turut hadir dan memberikan sambutan adalah Bapak Zulfikar Demitry, SH., MH. (Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa), Dr. Drs. M. Ikhsan Safitri (Ketua Lembaga Adat Tana Samawa), Budi Sastrawan, S.IP., M.Si (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa), dan Lurah Pekat.

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Bapak Zulfikar Demitry, dalam sambutannya mengapresiasi upaya pelestarian sejarah ini. "Digitalisasi dan storytelling seperti yang dilakukan Museum Bala Datu Ranga melalui buku ini adalah kunci agar warisan budaya kita terus relevan dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda," ujarnya.

Penerbitan buku ini mendapat dukungan penuh melalui mini grant dari ICOM-DEMHIST (International Committee for Historic House Museums), dengan pengembangan konten yang dilakukan bersama Indonesia Hidden Heritage.

Museum Bala Datu Ranga sendiri menyelenggarakan rangkaian kegiatan ini untuk merayakan tiga momen penting: Hari Museum Indonesia (12 Oktober), Hari Kebudayaan (17 Oktober), dan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober), menegaskan komitmennya dalam memanfaatkan teknologi dan narasi untuk pendidikan berkualitas.

Buku "The Last Prime Minister of Sumbawa" diharapkan menjadi sumber penting bagi pendidikan sejarah lokal dan global, sekaligus menguatkan posisi Bala Datu Ranga sebagai penjaga utama memori kolektif Tana Samawa.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow