Izin Kawasan Hutan Tuntas, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Jalan dan Jaringan Listrik ke Desa Terpencil

amramr
Sep 24, 2026 - 07:53
 0  15
Izin Kawasan Hutan Tuntas, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Jalan dan Jaringan Listrik ke Desa Terpencil
Izin Kawasan Hutan Tuntas, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Jalan dan Jaringan Listrik ke Desa Terpencil
Izin Kawasan Hutan Tuntas, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Jalan dan Jaringan Listrik ke Desa Terpencil

Izin Kawasan Hutan Tuntas, Pemkab Sumbawa Pacu Pembangunan Jalan dan Jaringan Listrik ke Desa Terpencil

Sumbawa, Amarmedia.co.id — Pasca RDP Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa beberapa waktu lalu dengan manager Lisdes PLN Wilayah NTB terkait dengan Listrik Masuk Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa kini menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait untuk membahas lebih teknis. 

Diketahui, hambatan utama pembangunan aksesibilitas dan infrastruktur dasar di wilayah terpencil Kabupaten Sumbawa akhirnya resmi terurai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan izin penggunaan kawasan hutan untuk jalur akses jalan dan jaringan listrik telah tuntas diterbitkan.

Kepastian ini menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah selatan dan barat Kabupaten Sumbawa yang selama ini mendambakan hadirnya pasokan listrik dan jalan yang memadai.

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan kabar penting ini saat memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Dukungan Akses Jalan untuk Program Listrik Desa (Lisdes) APBN 2026 di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (23/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumbawa, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Manajer Lisdes PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat beserta jajaran.

Dalam arahannya, Bupati H. Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa terbitnya izin kawasan hutan merupakan kunci pembuka yang selama ini dinantikan. Kejelasan status hukum lahan menjadi fondasi mutlak agar pengerjaan fisik di lapangan tidak membentur kendala administratif.

"Alhamdulillah, salah satu kendala terbesar sudah tuntas. Dengan adanya izin kawasan untuk jalan ini, pihak PLN akan jauh lebih mudah masuk untuk merealisasikan jaringan listrik," ujar Bupati Jarot.

 

Dengan selesainya perizinan tersebut, mobilisasi material bangunan dan alat berat menuju lokasi proyek dijamin tidak lagi terkendala aturan hukum. Mengingat medan geografis yang tergolong ekstrem, Bupati menginstruksikan jajarannya untuk memanfaat momentum cuaca sebelum musim hujan tiba.

Ia mendedikasikan percepatan pengerjaan fisik jalan dengan mengerahkan minimal 2 hingga 3 unit alat berat ke lokasi target.

"Jangan sampai kita kehilangan momentum. Cuaca saat ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Saya minta dukungan alat berat minimal dua sampai tiga unit segera diturunkan ke lapangan," tegasnya.

Skenario Pengerjaan Bertahap dan Fokus Jalur Strategis

Secara teknis, Pemkab Sumbawa memberikan prioritas pengerjaan pada ruas Batu Rotok–Bao Desa. Berdasarkan hasil survei lapangan, ruas ini dinilai memiliki tingkat kesulitan geografis yang lebih rendah dibandingkan titik lainnya.

Pengerjaan pada ruas Batu Rotok–Bao Desa akan dijadikan pintu masuk logistik sebelum tim teknis merambah ke medan yang lebih berat menuju kawasan Tangkam Pulit. Strategi bertahap ini diterapkan guna menjamin efisiensi waktu, tenaga, serta anggaran.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, S.T., M.T., memaparkan bahwa terdapat enam wilayah prioritas yang masuk dalam skema Lisdes APBN 2026, yaitu Desa; Tangkam Pulit, Bao Desa, Tepal, Batu Rotok, Bakti Jaya, Dusun Matemega (Desa Marente)

Tantangan Logistik: Angkut 70 Tiang Listrik Seberat 1 Ton

Lalu Suharmaji mengungkapkan, tantangan terbesar dalam program Lisdes ini terletak pada distribusi logistik tiang listrik PLN yang melewati jalur perbukitan dan hutan.

"Pemda Sumbawa diminta memfasilitasi kesiapan akses jalan untuk mobilisasi sekitar 70 tiang listrik. Setiap tiang memiliki panjang kurang lebih 12 meter dengan bobot mencapai 1 ton per unit," papar Suharmaji.

Tanpa akses jalan pembuka yang memadai, pemancangan tiang listrik seberat satu ton menuju perbukitan akan sangat berisiko dan memakan waktu lama. Oleh sebab itu, sinergi lintas sektor antara Pemkab Sumbawa dan PLN menjadi kuintat utama kesuksesan proyek ini.

Program Lisdes APBN 2026 ini bukan sekadar proyek pembangunan rutin, melainkan bagian dari pemenuhan Program Strategis Nasional (PSN). Masuknya aliran listrik ke enam wilayah pelosok ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi desa, membuka isolasi informasi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Dengan selesainya legalitas kawasan hutan dan komitmen penuh Pemkab Sumbawa, terang masa depan kini tinggal menghitung hari bagi masyarakat di pedalaman Sumbawa. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow