Bijak Bermedia Sosial
Oleh : Edy Kurniawansyah (Dosen FKIP Unram Sekretaris Umum KNPI NTB Wakil Ketua PWPM NTB)
Bijak Bermedia Sosial
Oleh : Edy Kurniawansyah
(Dosen FKIP Unram, Sekretaris Umum KNPI NTB
, Wakil Ketua PWPM NTB)
Peristiwa yang terjadi di negara kita beberapa hari yang lalu, menyita perhatian banyak kalangan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peran media sebagai salah satu cara komunikasi yang cepat dan jangkauannya yang sangat luas .
Kehadiran media sosial tentu tidak bisa dipandang sebelah mata, perubahan teknologi membuat semuanya berubah begitu cepat. Perubahan ini sangat tergantung pada diri kita bagaimana menggunakan media social sebagai sarana komunikasi dan interaksi dalam kehidupan.
Saat ini kita berada di era digital yang sangat cepat, media sosial bukan lagi sekadar alat hiburan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita menggunakannya untuk berkomunikasi, mencari informasi, bahkan membentuk opini publik. Namun, di balik kemudahan ini, ada tanggung jawab besar yang sering kali diabaikan. Karena itulah, bersikap bijak saat bermedia sosial bukan hanya penting melainkan sangat dibutuhkan.
Menurut Prof. Rhenald Kasali, Guru Besar Universitas Indonesia menjelaskan bahwa Bijak bermedia sosial berarti mampu mengendalikan diri, menyaring informasi, dan tidak mudah terprovokasi oleh konten negatif yang tersebar di media digital. Sedangkan menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam modul literasi digital kominfo menjelaskan bahwa Bijak bermedia sosial adalah sikap hati-hati, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima, mengolah, serta menyebarluaskan informasi melalui media sosial.
Dengan demkian kita dapat simpulkan bahwa bijak bermedia sosial itu Adalah bagaimana kita menggunakan media sosial secara sadar, bertanggung jawab, dan etis untuk menyampaikan informasi, berinteraksi, dan mengekspresikan diri tanpa merugikan diri sendiri maupun merugiakan orang lain.
Mengapa Harus Bijak di Media Sosial…?
Kalau kita cermati bersama, di era sekarang ini hampir tidak ada satupun anak bangsa yang tidak menggunakan android dan dipastikan hampir semua orang memiliki akun media sosial, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Namun, meskipun media sosial menawarkan banyak manfaat seperti kemudahan berkomunikasi dan akses informasi seperti yang disampaikan diatas, penggunaannya juga membawa risiko. Oleh karena itu setiap orang harus bijak dalam bermedia sosial. Ada beberapa alasan mengapa kita dituntut untuk harus bijak bermedia sosial, diantaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, : Mencegah penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan.
Media sosial membuat informasi menyebar sangat cepat, baik benar maupun salah. Jika tidak bijak, kita bisa ikut menyebarkan berita bohong (hoaks) yang menyesatkan dan merugikan banyak pihak. Tidak sedikit orang yang langsung membagikan berita tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu. Akibatnya, informasi palsu yang cepat menyebar dan bisa menimbulkan keresahan, bahkan perpecahan di Tengah masyarakat.
Kedua, ; Menghindari Cyberbullying dan Konflik Sosia.
media sosial sering menjadi tempat munculnya perundungan (cyberbullying), ujaran kebencian, dan komentar negatif. Banyak kasus cyberbullying terjadi karena pengguna media sosial tidak berpikir panjang sebelum mengomentari atau menyindir orang lain. Dengan bersikap bijak, kita belajar untuk menggunakan kata-kata yang sopan dan tidak menyakiti orang lain. Etika dalam berkomunikasi sangat penting, meskipun dilakukan secara daring.
Ketiga, ; mencerminkan kepribadian, tanggung jawab dan kecerdasan digital seseorang.
Apa yang kita unggah, komentari, dan bagikan di media sosial bisa menjadi cerminan siapa diri kita dan bagaimana kita. Bahkan, tidak jarang jejak digital seseorang memengaruhi masa depannya, baik dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan. Selain itu, pengguna yang bijak tahu kapan harus menggunakan media sosial dan kapan harus berhenti. Artinya, mereka bisa mengatur waktu dengan seimbang dan tidak sampai kecanduan. Ini penting agar media sosial tidak mengganggu aktivitas utama seperti belajar, bekerja, atau berinteraksi langsung dengan orang lain.
Keempat, Menjaga Etika dan Norma Sosial.
Komunikasi di media sosial tidak lepas dari norma dan etika. Kata-kata yang kasar, menyinggung SARA, atau menghina orang lain bisa menimbulkan konflik dan perpecahan. Maka menghargai perbedaan dan berkomentar dengan sopan lewat media sosial adalah yang harus dilestarikan.
Kelima, Melindungi Privasi dan Keamanan Diri.
Tanpa disadari dalam berinterkasi dan komunikasi di media sosial, kita sering membagikan informasi pribadi seperti Alamat rumah, kantor, nomor telepon dan lain-lain yang bisa disalahgunakan orang tidak bertanggung jawab sehingga dengan ini banyak terjadi kejahatan digital, maka penting dan perlu berhati-hati dalam membagikan data pribadi terutama yang dapat merugikan diri sendiri.
Berangkat dari pandangan diatas, maka dalam bermedia sosial kita harus memperhatikan Etika Bermedia Sosial dengan menggunakan bahasa yang sopan dan tidak Provokatif, menghormati privasi orang lain, menghargai perbedaan pendapat, Jangan menyebarkan Hoaks atau ujaran kebencian, dan hindari memposting sesuatu dalam keadaan emosi dan tidak stabil serta jangan menyebarkan konten sensitif, vulgar, atau kekerasan yang bisa membuat orang lain sangat terganggu.
Maka prinsip Bijak Bermedia Sosial dengan Gerakan STOP. S, adalah (Saring). Sebelum melakukan sesuatu dimedia sosial, sebaiknya dipikirkan apakah informasi yang akan dibagikan benar dan bermanfaat. T, adalah (Tanggung Jawab) sebagai manusia yang diberikan akal dan pikiran, maka kita harus bertanggung jawab atas setiap kata, gambar, atau video yang diunggah di media sosial sehingga sangat penting apakah semua itu berdampak positif atau negatif. O adalah (Objektif) Tidak mudah terprovokasi atau ikut menyebarkan berita tanpa fakta yang belum diketahui asas kebenarannya. Dan yang terakhir P, adalah (Pahami Aturan) dalam bermedia sosial sangat penting dipahami etika bermedia sosial dan hukum yang berlaku, seperti UU ITE agar tidak menyesal dikemudian hari.
Sebagai penutup, dalam kesempatan ini saya menyampaikan bahwa Bijak Bermedia Sosial adalah hal penting yang harus kita lestarikan dalam kehidupan. Saya meyakini bahwa bijak dalam bermedia sosial bukan hanya pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Dunia digital akan menjadi lebih sehat, aman, dan bermanfaat jika semua kita sebagai penggunanya sadar akan tanggung jawabnya masing-masing. Maka dari itu, mari kita gunakan media sosial secara cerdas, santun, dan bertanggung jawab sehingga bijak bermedia sosial bukan hanya soal menjaga diri, tapi juga menjaga ruang digital agar tetap sehat, tepat dan bermanfaat.(AM)
What's Your Reaction?
