Setahun Kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot: Membangun Sumbawa dengan Spirit "Subuh" dan Profesionalisme
Setahun Kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot: Membangun Sumbawa dengan Spirit "Subuh" dan Profesionalisme
Oleh : Muhammad Yamin SE.M.Si (Wakil Rektor Universitas Samawa)
Setahun pemerintahan Bupati Sumbawa bapak Ir.Syarafuddin Jarot, MP. Sangat menarik untuk kita lihat. Karena latar belakang Bupati Sumbawa bukan dari Birokrasi dan juga bukan dari Politisi (Tdk bergabung dalam kepengurusan partai politik secara structural sebelum menjabat sebagai Bupati), tapi dari dunia usaha, tepatnya Perusahaan Tambang, yaitu PT.Newmon Nusa Tenggara dengan jabatan terakhir Senior Manajer Eksternal.
Saya melihat ada beberapa catatan penting dalam setahun pemerintahan bapak Syarafuddin Jarot sebagai Bupati Sumbawa, dan saya kira ini yang menjadi pondasi kuat dalam proses lahirnya program-program strategis daerah maupun adanya program-program nasional di Sumbawa, yaitu :
Pertama ; Bupati Sumbawa menetapkan kebijakan yang paling mendasar bagi masyarakat Sumbawa terutama bagi umat musliam, yaitu agar Sholat berjamaah terutama diwaktu subuh (Subuh berjamaah).
Kedua ; Bupati Sumbawa bapak Syarafuddin Jarot selalu membangun silaturahmi dengan tokoh2 Sumbawa, baik yang berada di Sumbawa, Mataram dan di Jakarta. (Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki-- HR. Bukhari_Muslim)
Ketiga ; Bupati Sumbawa bergerak dan terus bergerak dengan ihlas (Bekerja dengan Niat Ibadah).
Dari tiga catatan diatas, meski terlihat sederhana namun memberikan resonansi (efek getar) yang kuat terhadap berhasilnya Bupati Sumbawa Bapak Ir. H. Syarafuddin Jarot dalam mendapat bantuan-bantuan pusat, baik berupa pembangunan fisik teknis seperti jalan lingkar selatan maupun pembangunan social ekonomi yang akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Sumbawa tiga sampai lima tahun kedepan, seperti Investasi Industri Unggas senilai 1,3 Triliun rupiah, Hilirisasi Komoditas Udang dan Garam, atau 12 Program Strategis Daerah senilai 154.889.079.440 rupiah. Dan yang tidak kalah menariknya konsep pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah Sumbawa adalah pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development), yaitu konsep pembangunan yang sangat penting saat ini karena berkaitan dengan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan. Dan saat ini Sumbawa membangun untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.
Kita bisa melihat bagaimana program pembangunan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Sumbawa untuk jangka panjang pondasi dasarnya sudah masuk dalam Program Strategis Daerah dan segera terealisasi, seperti industry ungas, hilirisasi komoditas udang dan garam, serta koperasi merah putih. Dan yang tidak kalah manariknya, pemerintah kita bukan hanya jargon mengembangkan UMKM, tapi ikut menfasilitasi baik dari sisi bantuan modal, tempat ruang usaha UMKM tersebut, dan setiap malam minggu kita bisa menikmati dan merasakan bagaimana peredaran uang di sekitaran Lapangan Pahlawan Sumbawa, bukan hanya bagi para pelaku usaha kecil mikro, tapi bagi masyarakat sekitarnya, pemuda mengelola parkiran, penyewaan listrik dan menfasilitasi pedagang dengan meja kursi dari beberapa rumah depan sekolah mengah pertama negeri 2 Sumbawa. Dan Car Free Night ini salah satu LEGACY yang akan dicatat Sejarah Sumbawa, karena CFN ini mengingatkan kita yang lahir dibawah tahun 80an, yaitu pasar malam yang diadakan satu minggu full dalam setahun.
Kalau kita lihat bagaimana pondasi-pondasi kuat guna pembangunan ekonomi di pemerintahan ini, terlihat bagaimana melakukan diversifikasi ekonomi daerah. Sekarang dan kedepan sector unggulan kita bukan hanya dari pertanian (jagung dan ternak sapi) semata, tapi Perikanan, UMKM_KuBe dan industry kreatif. Dan saat ini Bupati Sumbawa mulai menggagas program agroforestry sebagai solusi bagi masyarkat tani kita yang merambah perhutan social untuk penanaman jagung. Kalau kita menulis program-program dari pemerintahan ini terlalau banyak untuk ditulis, terutama yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedepan, seolah olah pemerintahan ini sdh berjalan tiga tahun. Bidang social bagaimana Pendidikan Siswa Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar, pembangunan sekolah rakyat dan peningkatan pelayanan kesehatan merata, pelatihan2 serta sertifikasi kompetensi di BLk Sumbawa.
Bidang Lingkungan, Bupati Sumbawa mengomandani langsung penanaman pohon, meski terjadi perdebatan dari pola yang dilakukan oleh Bupati Sumbawa, tapi yang saya tangkap, Bupati coba memberikan contoh dan semangat kerja yang tinggi yang pasti akan melahirkan dampak social secara perlahan baik bagi ASN atau aparatur yang selama ini apatis, maupun masyarakat sekitar hutan. Dan untuk memberikan kepastian dalam menjaga hutan kita dari rambahan penanaman jagung, Bupati mengeluarkan Surat Edaran yang melarang penanaman Jagung di Kawasan Hutan dan Perhutanan Sosial. Serta membentuk satgas pengamanan Hutan. Kita bisa melihat, Bupati Sumbawa memberi contoh dengan aksi lapanagan dan setelah itu mengeluarkan landasan administratifnya serta yang selanjutnya akan terpolarisasi secara sitematis.
Pertanyaannya, bagaimana Bupati bisa melahirkan banyak program-program daerah dan nasional yang di bawa ke daerah dalam setahun terakhir ini,,?
Saya bukan seorang ustad atau ahli hadis dan Al-Quran, tapi saya meyakini bahwa semua keberhasilan yang diraih Bupati Sumbawa setahun ini, karena efek getar dari keberkahan Kebijakan Sholat Subuh Berjamaah, silaturahmi yang kuat dan gerakan ihklas yg di dilakukan Bupati Sumbawa selama setahun ini.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Seusai sholat fajar (subuh) janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki “ (HR. Ath-Tabrani). Artinya setelah sholat subuh, kita sebaiknya memulai aktivitas untuk mencari rezeki dari pada tidur lagi. Selain itu ada juga hadis lain yang menyebutkan, “ Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya dipagi hari terdapat barokah dan keberuntungan” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Bazzar). Jadi pagi hari setelah sholat subuh adalah waktu yang baik untuk memulai aktivitas mencari rezeki. Saya memaknai Bupati mengawali langkahnya untuk membangun Sumbawa setelah pelantikan, ibarat tidak tidur setelah sholat subuh.()
What's Your Reaction?
