Potensi Emas Peternakan Ayam : Komisi II Ajak Profesional Penuhi Kebutuhan Sumbawa Yang Belum Tergarap Maksimal!

amramr
May 16, 2025 - 06:59
May 16, 2025 - 07:28
 0  227
Potensi Emas Peternakan Ayam : Komisi II  Ajak Profesional Penuhi Kebutuhan  Sumbawa Yang Belum Tergarap Maksimal!
Potensi Emas Peternakan Ayam : Komisi II  Ajak Profesional Penuhi Kebutuhan  Sumbawa Yang Belum Tergarap Maksimal!
Potensi Emas Peternakan Ayam : Komisi II  Ajak Profesional Penuhi Kebutuhan  Sumbawa Yang Belum Tergarap Maksimal!

Potensi Emas Peternakan Ayam : Komisi II Ajak Profesional Penuhi Kebutuhan Sumbawa Yang Belum Tergarap Maksimal!

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id.-  Potensi besar sektor peternakan ayam kampung dan petelur di Kabupaten Sumbawa kembali menjadi sorotan. Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar pertemuan dengan Pengusaha sukses di bidang peternakan sekaligus pakar dan pendamping peternak, Sugeng Supriyanto Kamis 15 Mei 2025 di ruang Kerja Komisi II.

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Komisi II I Nyoman Wisma, SIP. Sekretaris Komisi II Zohran SH Anggota H Andi Mappeleppui dan Juliansyah SE.

Ketua Komisi II, I Nyoman Wisma menjelaskan bahwa Kabupaten Sumbawa kaya dengan sumberdaya alam baik mineral dan hayati.  Berawal dari sebuah pertemuan dan informasi kiprah seorang peternak yang sudah lama di Jawa dan juga di Sumbawa serta  menjadi direktur perusahaan peternakan yang mensuplai telur dan daging ayam kampung maupun pendamping peternak secara langsung  di Sumbawa. Dirinya mengundang  agar best praktis yang sudah dilaksanakan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi daerah. " Kami harapkan pak Sugeng dapat memaparkan tentang bagaimana kondisi lapangan, kebutuhan pasar dan sistem management budidaya ternak ayam kampung maupun petelur sehingga komisi II dapat mendorong sektor ini menjadi lebih maju dan berkembang" urai Wisma.

Sugeng Supriyanto menyerukan agar potensi ini segera digarap secara maksimal oleh masyarakat Sumbawa. Pasalnya, kebutuhan ayam kampung di Sumbawa mencapai 2000 hingga 3000 ekor per hari, namun sebagian besar, sekitar 30-40 persen, masih dipasok dari Pulau Jawa maupun lombok.

Sugeng menjelaskan cara praktis budidaya ayam kampung dan ayam petelur. Untuk ayam kampung, langkahnya meliputi persiapan kandang sederhana dengan sirkulasi baik, pemilihan bibit unggul (DOC), pemeliharaan bibit di masa brooding dengan suhu hangat dan pakan berkualitas, pembesaran dengan pakan bertahap dan umbaran jika ada lahan, vaksinasi dan obat-obatan, panen ayam pedaging usia 2-3 bulan dengan bobot 0.8-1.2 kg, serta manajemen masa produktif bertelur dengan pakan layer dan pengumpulan telur rutin.

Untuk ayam petelur, budidaya memerlukan manajemen lebih intensif. Persiapan kandang bisa berupa baterai atau postal dengan sirkulasi udara dan pencahayaan cukup. Bibit dipilih dari strain unggul petelur.

" Pilih bibit ayam kampung unggul dari peternak terpercaya. Ciri bibit yang baik adalah aktif bergerak, bulu bersih dan mengkilap, serta tidak ada cacat fisik. Ada beberapa jenis ayam kampung, seperti ayam kampung super (Joper) yang pertumbuhannya lebih cepat, atau ayam kampung asli yang lebih tahan penyakit"urainya

Kemudian lanjutnya Pemeliharaan bibit (brooding) membutuhkan suhu hangat terkontrol, pakan starter berkualitas tinggi "Dalam hal ini kami memakai pakan pabrikan", air minum bersih, dan program vaksinasi ketat. Masa grower melibatkan penggantian pakan, pengaturan cahaya, seleksi, dan vaksinasi lanjutan. Masa layer memerlukan pakan layer berkualitas tinggi, manajemen cahaya konsisten, pengumpulan telur rutin, kebersihan kandang, pengendalian hama penyakit, dan afkir setelah 1-1.5 tahun produksi.

Dirinya juga memberikan Tips praktis tambahan untuk kedua jenis budidaya adalah mencatat dan memantau perkembangan, belajar dari peternak lain, manajemen keuangan yang baik, dan perencanaan pemasaran. Budidaya ayam membutuhkan ketekunan dan manajemen yang tepat untuk meraih kesuksesan.

Melihat potensi alam Sumbawa yang sangat mendukung untuk pengembangan peternakan ayam kampung, terlebih dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dapat menjadi stimulus bagi peternak lokal. Menurutnya, ayam kampung hanya membutuhkan sekitar 14 persen protein dari pakan, dan sisanya dapat memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di Sumbawa.

Lebih lanjut, Sugeng mengungkapkan potensi lain di sektor peternakan Sumbawa, khususnya telur. Ia menyebutkan bahwa kebutuhan telur mencapai 150.000 butir per hari, dan pasokan telur di jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Sumbawa saat ini justru berasal dari peternakannya. Potensi ayam  petelur sebagian sudah digarap oleh peternak lokal seperti  di SMK Al Kahfi, yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Sementara itu, peternakan ayam kampung di Moyo Hilir juga menjadi bukti nyata adanya  peternakan yang dapat mensuplay pasar lokal yang besar.

Menanggapi potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di Sumbawa, tokoh masyarakat lainnya, Sekretaris Komisi II Zohran SH, menyoroti pentingnya peningkatan etos kerja. Menurutnya, Sumbawa memiliki potensi SDM yang besar, namun perlu adanya gebrakan untuk meningkatkan etos kerja masyarakat agar dapat memanfaatkan peluang yang ada, terutama di sektor peternakan ayam kampung.

Zohran menekankan bahwa SDM Sumbawa harus "digebrak" dalam hal etos kerja agar potensi peternakan ayam kampung yang begitu besar tidak hanya dinikmati oleh peternak dari luar daerah. Peluang untuk memenuhi kebutuhan lokal yang mencapai ribuan ekor per hari seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peternak Sumbawa sendiri.

Demikian pula Ketua Komisi II DPRD I Nyoman Wisma mendorong budidaya ternak ayam kampung dan petelur ini dapat terus dikembangkan di Sumbawa untuk memenuhi kebutuhan pasar seperti warung lalapan, rumah makan, restoran dan juga kebutuhan rumah tangga." Kami harapkan keberadaan pakar ternak yang ada di Kabupaten Sumbawa maupun di luar Sumbawa untuk dapat memberikan kontribusi secara langsung bagi perkembangan peternakan di Kabupaten Sumbawa. Oleh karena itu kepada pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan dan kesehatan hewan dapat bermitra dalam pembinaan peternakan kita. Tidak hanya sapi kerbau dan Kambing tapi juga ada potensi lain yang sangat besar yakni ayam kampung maupun ayam petelur" pungkasnya (AM).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow