Menyikapi Fenomena Kabut Asap di Lingkungan Masyarakat

Oleh Suci Sukmawati (Mahasiswi Prodi Seni Tari Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa)

Jan 8, 2024 - 13:33
Jan 8, 2024 - 13:52
 0  73
Menyikapi Fenomena Kabut Asap di Lingkungan Masyarakat

Menyikapi Fenomena Kabut Asap di Lingkungan Masyarakat

Fenomena kabut asap adalah suatu bencana yang sering terjadi di lingkungan masyarakat terutama di Indonesia. Kabut secara sederhana bisa di definisikan sebagai kumpulan uap air yang mengambang di udara seperti ketika di pagi hari. Kabut asap sering ditemukan pada pembakaran hutan dan lahan. 

Bagaimana dengan kasus kabut asap di Indonesia? 

Hingga saat ini belum ditemukan hasil yang jelas penyebabnya. Hanya saja yang sering menonjol adalah dampak dari kebakaran hutan yang menimbulkan asap yang cukup tebal. Baik di lakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, petani dan gejala alam di musim kemarau. 

Sebagai contoh di salah satu desa di Kabupaten Sumbawa yaitu mereka membuka lahan atau peladangan baru dengan membabat hutan lalu membakarnya dan menanam tanaman di bekas lahan yang sudah di bakar. Hal ini tentumya dapat menimbulkan persoalan secara lokal maupun global.

Permasalahan yang dihadapi dari kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan, yang mengandung material yang bisa berdampak negatif bagi kesehatan, antara lain berupa iritasi mata, iritasi kulit, iritasi dan peradangan saluran pernapasan atau dikenal dengan sebutan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Semua orang berisiko terkena dampak kabut asap tersebut terutama individu yang memiliki kerentanan seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, orang dengan penyakit paru kronik, jantung, dan penderita asma. Mereka masuk dalam kelompok yang lebih besar terkena dampaknya. 

Guna mengurangi besarnya ancaman dampak negatif kabut asap terhadap kesehatan, perlu dilakukan upaya pencegahan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dari ISPA, diantaranya: 

1. Hindari Aktivitas Luar Ruangan:

Hindari aktivitas di luar ruangan selama periode kabut asap yang parah, terutama jika Anda termasuk dalam kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

2. Gunakan Masker Respirator:

Jika Anda harus keluar, gunakan masker respirator N95 atau yang setara untuk melindungi saluran pernapasan Anda dari partikel-partikel halus di udara.

3. Jaga Kualitas Udara Dalam Ruangan:

Pastikan udara di dalam ruangan tetap bersih dengan pengaturan ventilasi yang baik dan penggunaan purifier udara jika perlu.

4. Perhatikan Kesehatan Anda:

Jika Anda mengalami gejala pernapasan seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segera konsultasikan dengan profesional kesehatan dan hindari aktivitas berat.

5. Dukung Upaya Pelestarian Lingkungan:

Berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan dan mendorong kebijakan yang mengurangi kebakaran hutan ilegal serta mengurangi polusi udara.

 6) Segera ke Fasilitas pelayanan kesehatan bila ada keluhan sakit.

Kesimpulan yang dapat diambil dari dampak kabut asap pada masyarakat adalah pentingnya menjaga kesehatan masyarakat saat terjadinya kabut asap terutama pada kelompok yang paling terdampak.

Bagi masyarakat yang terkena alergi, batuk, dan terkena penyakit ISPA perlu segera ke fasilitas kesehatan terdekat. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow