Menghidupkan Kembali "Napas" Kesultanan di Pendopo Bupati Sumbawa
Menghidupkan Kembali "Napas" Kesultanan di Pendopo Bupati Sumbawa
Oleh ; DG. Syukri Rahmat SAg.M.M.Inov
Malam itu (14/3/2026) Musholla Pendopo Bupati Sumbawa tidak seperti biasanya. Jika biasanya riuh dengan diskusi kebijakan atau agenda formal, kali ini suasananya terasa lebih teduh dan "langit". Untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinan modern di Sumbawa, para pejabat teras berkumpul bukan untuk rapat koordinasi, melainkan untuk bersimpuh dan Tadarrus Al-Qur’an bersama.
Momen ini seolah menarik mesin waktu kembali ke era Kesultanan Sumbawa. Dulu, di Istana Dalam Loka maupun Bala’ Datu Ranga, tradisi membaca Al-Qur’an berjamaah yang dikenal dengan sebutan Makdam (Bastamat) adalah pemandangan lazim. Masyarakat dan pejabat melebur dalam lantunan ayat suci, membagi juz atau surat untuk diselesaikan bersama, lalu ditutup dengan zikir dan doa.
Tadi malam, tradisi itu hidup kembali. Ada harmoni antara nilai spiritual dan birokrasi yang terasa begitu pas.
Acara dimulai langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, yang membuka lembaran pertama. Estafet bacaan kemudian berlanjut ke Kepala OPD, para Kabag, hingga staf Baznas.
Uniknya, tidak ada ketegangan meski sedang "diuji" di depan rekan sejawat. Suasananya justru terasa khidmat sekaligus asyik. Kapasitas mengaji setiap orang memang beragam, Ada yang lancar membaca satu sumum.ada yang tenang dalam tiga atau empat ayat. bahkan ada yang hanya satu ayat saja.
Namun, itulah esensinya. Pak Bupati menegaskan bahwa agenda ini bukan ajang penilaian. "Ini bukan soal siapa yang paling bagus atau siapa yang masih terbata-bata. Ini adalah pemantik semangat agar kita semua selalu dekat dengan Kitab Suci, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini," ujar beliau.
Rencananya, kegiatan ini tidak akan berhenti di sini. Tradisi ini akan digilir setiap bulan ke rumah dinas Wakil Bupati, Drs. H. Mohamad Ansori, hingga rumah dinas Sekda.
Peresmian Rumah Tahfizh Al-Imam: Mencetak Generasi Qur’ani
Puncak dari malam penuh keberkahan tersebut adalah peresmian Rumah Tahfizh Al-Imam yang berlokasi tepat di lingkungan Pendopo Bupati.
Lembaga ini merupakan inisiasi langsung dari Pak Bupati yang didukung penuh oleh Baznas Kab. Sumbawa dan Kementerian Agama Kab. Sumbawa. Kehadiran Rumah Tahfizh ini menjadi bukti nyata ikhtiar pemerintah daerah dalam mencetak para penghafal Al-Qur'an (Hafizh) di Bumi Sabalong Samalewa.
Bagi masyarakat yang memiliki niat tulus untuk belajar menghafal Al-Qur'an, pintu Rumah Tahfizh Al-Imam kini telah terbuka lebar. Dengan bimbingan guru ngaji yang andal dan berkompeten, tempat ini diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya generasi yang memegang teguh prinsip "Adat barenti ko syara', syara' barenti ko kitabullah."(Adat bersendikan syara’, syara’ bersendikan Kitabullah)
Semoga langkah ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Sumbawa. Berkat umin desa darat.(AM)
What's Your Reaction?
