Komisi II DPRD Sumbawa Apresiasi Gerakan Tanam Pohon Serentak, Ingatkan Pentingnya Perawatan Pasca-Tanam
Komisi II DPRD Sumbawa Apresiasi Gerakan Tanam Pohon Serentak, Ingatkan Pentingnya Perawatan Pasca-Tanam
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id - Langkah Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa dalam menggalakkan aksi menanam pohon secara serentak melalui program "Safari Menanam" mendapat respons positif dari legislatif. Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menilai gerakan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.
Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Muhammad Zain, S.IP., menyampaikan apresiasinya atas kiprah Pemda yang turun langsung ke lapangan. Namun, ia memberikan catatan kritis agar program ini tidak sekadar menjadi seremonial belaka.
Penguatan Kelompok Tani dan Peran Dana Pokir
Muhammad Zain menekankan bahwa kunci keberhasilan penghijauan bukan hanya pada proses menanam, tetapi pada keberlanjutan hidup tanaman tersebut. Ia menyarankan agar Pemda memperkuat peran kelompok tani, khususnya di kawasan perkebunan.
"Kita apresiasi semangat Safari Menanam ini. Namun, saran kami agar penanaman ini benar-benar tepat sasaran dengan memperkuat kelompok tani di daerah perkebunan. Mereka adalah ujung tombak yang berada di lokasi," ujar Muhammad Zain.
Lebih lanjut, politisi ini menyatakan kesiapan pihak legislatif untuk mengawal program ini melalui aspirasi masyarakat atau dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan.
"Jika program ini selaras, kita bisa arahkan dana Pokir untuk membantu kelompok tani tersebut. Bantuan bisa berupa sarana perlindungan tanaman maupun biaya perawatan. Kami di legislatif akan mengawasi agar bantuan ini benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh tanaman dan petani," tambahnya.
Belajar dari Program Gerhan: Pentingnya Pendampingan
Mengingat kondisi cuaca yang sering kali tidak menentu, Rozy mengingatkan bahwa saat ini adalah waktu yang sangat kritis untuk memelihara bibit yang telah tertanam. Ia merefleksikan keberhasilan dan kegagalan program penghijauan masa lalu, seperti program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan).
"Kita harus belajar dari masa lalu, seperti program Gerhan. Program itu sukses karena disertai dengan pendampingan yang ketat dan dukungan pembiayaan yang jelas. Menanam itu mudah, yang sulit adalah memastikan pohon itu tumbuh besar," jelasnya.
Komisi II berharap Pemda tidak melepas begitu saja bibit yang telah ditanam. Harus ada skema perlindungan dan perawatan tanaman perkebunan yang sistematis agar anggaran yang dikeluarkan tidak terbuang percuma.
"Kita semua ingin program ini sukses. Jangan sampai kita menanam hari ini, lalu besok mati karena kurang perawatan atau gangguan ternak. Penguatan kelompok tani dan pendampingan lapangan adalah harga mati untuk menyukseskan Safari Menanam ini," tutup Rozy.
What's Your Reaction?
