Hilirisasi Unggas di Sumbawa: Prof. Dahlan Ajak Kampus Lokal Kawal "Ekosistem Berdampak" Bagi Peternak

amramr
Feb 6, 2026 - 19:26
Feb 6, 2026 - 19:32
 0  51
Hilirisasi Unggas di Sumbawa: Prof. Dahlan Ajak Kampus Lokal Kawal "Ekosistem Berdampak" Bagi Peternak

Hilirisasi Unggas di Sumbawa: Prof. Dahlan Ajak Kampus Lokal Kawal "Ekosistem Berdampak" Bagi Peternak

Sumbawa, Moyo Hilir.Amarmedia.co.id – Kehadiran megaproyek hilirisasi industri unggas di Desa Serading dan industri pakan di Pulau Sumbawa mendapat sorotan positif dari kalangan akademisi. Prof. Ir. Dahlanuddin, M.Rur.Sc, Ph.DP, dalam wawancara di sela-sela kegiatan groundbreaking Jumat 6 Februari 2026, menyebut proyek ini sebagai peluang emas yang harus disambut dengan kesiapan mental dan manajerial oleh para peternak lokal.

Menurut Prof. Dahlan, a pakar Ruminansia Besar Universitas Mataram ini akrab disapa mengatakan kunci keberhasilan proyek ini terletak pada kemampuan masyarakat untuk menangkap manfaat dari penurunan biaya produksi yang selama ini menjadi kendala utama peternakan di NTB.

Prof. Dahlan menekankan bahwa peternak lokal akan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Skema integrasi ini secara otomatis memotong biaya logistik yang selama ini mahal karena ketergantungan pada Jawa.

"Nanti bisa dipastikan harga pakan dan bibit ayam (DOC) menjadi lebih murah karena diproduksi di sini. Ditambah lagi dengan dukungan kredit berbunga rendah 3%, bahkan berpotensi 0%. Ini luar biasa! Mari kita dorong para peternak kita untuk aktif mengambil manfaat dari program besar ini," ujar Prof. Dahlan.

Ia juga mengonfirmasi rencana pembangunan dua pilar utama di Pulau Sumbawa: pabrik pakan di Manggelewa (Dompu) yang mendekati sumber bahan baku jagung, dan pusat pembibitan (DOC) di Serading (Sumbawa).

"Kampus Berdampak": Kolaborasi Unram, UNSA, dan UTS

Sebagai akademisi, Prof. Dahlan menyoroti peran strategis dunia pendidikan melalui konsep "Kampus Berdampak". Ia mendorong universitas-universitas di NTB, baik Universitas Mataram (Unram) maupun kampus lokal seperti Universitas Samawa (UNSA) dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), untuk terjun langsung ke lapangan.

"Dosen dan mahasiswa harus bekerja bersama masyarakat untuk menghasilkan dampak ekonomi yang luas. Melalui riset, KKN, dan pengabdian masyarakat, kita harus mendukung program ini," tegasnya.pria yang gelar profesornya diraih di University of New England Australia pada 1998 

Lebih jauh, Prof. Dahlan mengingatkan bahwa kesuksesan industri tidak hanya soal teknis peternakan, tetapi juga soal Social Engineering atau rekayasa sosial.

"Dunia kampus tidak hanya bicara soal pakan dan bibit, tapi juga pembinaan kelompok peternak dan manajemen sosialnya. Ini sangat penting agar ekosistem ini kuat dari akar rumput. Mari kita kawal bersama-sama, ini momentum luar biasa bagi Sumbawa," pungkasnya.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow