Dari Jawa ke CFN Sumbawa, Bapak Nanindra Bawa Kopi Unik dan Raup Rp15 Juta Sekali Event

Oleh : Veniar Agustin

amramr
Oct 4, 2026 - 19:25
Oct 4, 2026 - 19:40
 0  30
Dari Jawa ke CFN Sumbawa, Bapak Nanindra Bawa Kopi Unik dan Raup Rp15 Juta Sekali Event
Mahasiswi UTS bersama Bapak Nanindra di lapak CFN Sumbawa Sabtu malam 3 Oktober 2026

Sumbawa.Amarmedia.co.id  — Bapak Nanindra, seorang pendatang asal Jawa, datang ke Sumbawa untuk memperkenalkan usaha dan membangun jaringan di daerah ini. Ia kemudian membuka Nusantara Caffe yang beralamat di PPN Bukit Indah, Untir Ketimis.

Selain menjalankan kafe, Bapak Nanindra juga rutin datang ke Car Free Night (CFN) Sumbawa setiap malam Minggu untuk menjual berbagai macam kopi dan jajanan, seperti rambut nenek, oleh-oleh khas Jogja, serta berbagai jajanan lainnya.

Dalam wawancara bersama Veniar Agustin, mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, Sabtu Malam 3 Oktober 2026. Bapak Nanindra mengungkapkan bahwa omzet usahanya berbeda-beda tergantung kondisi penjualan dan adanya event. Saat kondisi sepi, omzet yang diperoleh sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta per bulan. "Sementara ketika mengikuti event, omzetnya dapat mencapai sekitar Rp15 juta dalam satu event karena adanya kerja sama dengan beberapa instansi dalam penyelenggaraan event" ungkapnya.

Bapak Nanindra juga memperkenalkan beberapa jenis kopi yang menurutnya belum tersedia di Sumbawa, yaitu Piberi, Liberica, dan Friger. Dari beberapa produk tersebut, Piberi menjadi produk yang paling banyak diminati atau menjadi bestseller di usahanya.

Namun, dalam menjalankan usaha, Bapak Nanindra mengaku memiliki kendala dalam mendapatkan kopi Sumbawa. Ia mengatakan harga kopi Sumbawa cukup tinggi. Menurutnya, satu kilogram kopi di Sumbawa dapat mencapai sekitar Rp250 ribu, sedangkan di tempat asalnya dengan harga yang sama bisa mendapatkan sekitar lima kilogram. Ia juga menyebut produksi kopi di Sumbawa masih relatif sedikit.

Saat ditanya mengenai bantuan pemerintah, Bapak Nanindra mengatakan bahwa dirinya lebih menginginkan bentuk kerja sama, khususnya untuk edukasi. Ia berencana membuka kelas edukasi kopi di Sumbawa pada tahun depan dan berharap dapat bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Bapak Nanindra juga memiliki harapan terhadap perkembangan CFN Sumbawa. Ia berharap CFN dapat mengadakan event setiap minggu, seperti musik klasik atau pertunjukan dancer. Menurutnya, komunitas di Sumbawa sebenarnya memiliki potensi, tetapi masih berpencar dan belum memiliki wadah bersama.

Ia juga menilai masyarakat Sumbawa memiliki antusiasme yang tinggi terhadap UMKM. Bapak Nanindra menyebut jumlah UMKM di CFN Sumbawa dapat mencapai lebih dari 200 UMKM, sedangkan di tempat asalnya sekitar 150 UMKM. Menurutnya, antusiasme masyarakat Sumbawa dalam berbelanja menjadi salah satu hal yang menarik.

Kehadiran Bapak Nanindra di CFN Sumbawa bukan hanya untuk berjualan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai produk kopi, membangun jaringan usaha, serta membuka peluang edukasi kopi bagi masyarakat Sumbawa.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow