Sumbawa Siap Tancap Gas: 7 Program Strategis Nasional Resmi Masuk RPJMD Provinsi, Didukung Target Progresif Bupati
Sumbawa Siap Tancap Gas: 7 Program Strategis Nasional Resmi Masuk RPJMD Provinsi, Didukung Target Progresif Bupati
Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id - Kabupaten Sumbawa memantapkan posisinya sebagai lokomotif pembangunan di Nusa Tenggara Barat. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026 yang berlangsung di La Grande Ballroom, Selasa kemarin, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si., secara tegas memastikan tujuh program strategis nasional untuk Sumbawa telah final dan tercantum dalam dokumen perencanaan provinsi. Ini menjadikan Sumbawa sebagai kabupaten/kota dengan program strategis terbanyak di NTB.
Kepala Bappeda Provinsi NTB Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si.dalam Musrembang Kabupaten Sumbawa Selasa 10 Juni di Sumbawa Besar
Konfirmasi ini sekaligus menepis keraguan yang sempat beredar terkait keberadaan program-program tersebut dalam dokumen RPJMD Provinsi. "Saya ingin menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa telah ditetapkan sebagai sentra pengembangan strategis oleh Pemerintah Pusat. Semua program tersebut saat ini sudah final dan tercantum dalam dokumen RPJMD Provinsi NTB," jelas H. Iswandi.
Mandat Strategis untuk Sumbawa: Dari Pangan Hingga Pariwisata Dunia
H. Iswandi merinci tujuh mandat strategis yang diberikan Pusat kepada Sumbawa yakni 1. Sentra Komoditas Perkebunan, 2. Sentra Peternakan, 3. Sentra Pengembangan Garam, 4. Sentra Akuakultur Komoditas Udang, 5. Sentra Perikanan dan Rumput Laut, 6. Kawasan Swasembada Pangan, Air, dan Energi dan 7. Kawasan Konservasi
"Semua alokasi program ini sudah masuk dan final dalam RPJMD NTB. Tinggal kita laksanakan bersama," tegas H. Iswandi. Ia juga tak lupa menyoroti vitalnya pengembangan Kawasan Samota (Saleh, Moyo, Tambora) sebagai epicentrum pembangunan di Pulau Sumbawa, dengan harapan menjadi kawasan pariwisata unggulan dan pusat ekonomi maritim kelas dunia.
Bupati Jarot: Percepatan, Inovasi, Nilai Tambah (PIN) Kunci Wujudkan Visi "Unggul, Maju, Sejahtera"
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., secara resmi membuka Musrenbang, didampingi Wakil Bupati, Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat Kementerian Kehutanan Julmansyah S.Hut MAP, anggota Forkopimda, Pimpinan DPRD serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Bupati Jarot menekankan pentingnya sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi "Terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju dan Sejahtera."
"RPJMD ini adalah arah pembangunan lima tahun ke depan. Dokumen ini bukan sekadar formalitas, tapi sebuah komitmen kolektif untuk Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera," tegas Bupati Jarot. Ia menjelaskan bahwa pembangunan lima tahun ke depan akan difokuskan pada lima misi utama yakni 1. Peningkatan kualitas SDM dan sosial budaya, 2. Birokrasi yang profesional dan bersih, 3. Pengelolaan lingkungan dan infrastruktur unggul, 4. Pertumbuhan ekonomi berbasis sektor unggulan, 5. Peningkatan kesejahteraan masyarakat
Salah satu sorotan penting adalah komitmen Pemkab Sumbawa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Mulai tahun 2025, Pemkab akan menyalurkan beasiswa Program Studi Kedokteran dan Farmasi melalui kerja sama dengan Universitas Mataram. Pembangunan fasilitas rumah sakit dan puskesmas juga menjadi prioritas utama dalam dua tahun ke depan.
Dalam tata kelola pemerintahan, Bupati Jarot menegaskan percepatan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan perluasan digitalisasi layanan publik. Target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di atas 10% per tahun serta mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK menjadi bukti komitmen terhadap kemandirian fiskal dan akuntabilitas.
Sektor ekonomi menjadi fokus utama dengan penekanan pada hilirisasi pertanian, perikanan, peternakan, industri, dan pariwisata "Kita tidak bisa lagi menjual komoditas mentah. Kita harus masuk ke tahap pengolahan agar nilai tambahnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya. Proyek strategis nasional seperti pengembangan agribisnis udang dan industri garam juga akan menjadi prioritas.
Target pembangunan yang ditetapkan cukup ambisius yaitu Penurunan angka kemiskinan dari 12,87% (2024) menjadi 7,87% (2029), Pengurangan tingkat pengangguran terbuka dari 2,67% menjadi di bawah 2%, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 77,01 poin pada tahun 2029.
"Semua pembangunan ini harus dilandasi oleh IMTAQ dan IPTEKS, dengan prinsip Percepatan, Inovasi, dan Nilai Tambah (PIN)," tegas Bupati. Prinsip tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan serta menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Proyeksi Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, ES Adi Nusantara S.Sos.MT, dalam laporannya menyebutkan bahwa RPJMD 5 tahun ke depan telah menetapkan 17 tujuan pembangunan, 33 sasaran, 66 strategi, 143 arah kebijakan, 45 program prioritas, dan 144 program perangkat daerah.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi rata-rata Kabupaten Sumbawa pada periode 2025–2029 diperkirakan mencapai 7,05 persen, didorong oleh prinsip PIN. Pendapatan per kapita diproyeksikan meningkat menjadiRp55,52 juta selama periode RPJMD. Dalam aspek pembiayaan, PAD ditargetkan meningkat hingga 20 persen dan akan didukung oleh APBN, APBD, serta kontribusi dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (NGO).
Semua upaya ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam merencanakan masa depan daerah, dengan harapan dapat mewujudkan Sumbawa yang benar-benar unggul, maju, dan sejahtera. (AM)
What's Your Reaction?
