Sumbawa Dikepung Banjir, Adizul Syahabuddin Soroti Kerusakan Hutan Akibat Ilegal Logging dan ilegal mining

amramr
Jan 23, 2026 - 12:15
Jan 23, 2026 - 12:25
 0  51
Sumbawa Dikepung Banjir, Adizul Syahabuddin Soroti Kerusakan Hutan Akibat Ilegal Logging dan ilegal mining

Sumbawa Dikepung Banjir, Adizul Syahabuddin Soroti Kerusakan Hutan Akibat Ilegal Logging dan Ilegal Mining

Sumbawa.Amarmedia.co.id– Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa baru-baru ini mengakibatkan banjir di hampir seluruh wilayah. Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa dari Fraksi PKS, Adizul Syahabuddin, SP., M.Si., angkat bicara mengenai akar permasalahan yang menyebabkan bencana tahunan ini kian parah.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV ini menilai bahwa banjir yang meluas bukan sekadar fenomena alam, melainkan dampak nyata dari rusaknya ekosistem hutan di wilayah hulu. Menurutnya, kondisi hutan saat ini sudah sangat memprihatinkan akibat berbagai aktivitas eksploitasi yang tidak terkendali.

Azet akrab disapa memaparkan ada tiga faktor utama yang merusak hutan di Sumbawa, yakni ilegal logging, ilegal mining (pertambangan liar), serta alih fungsi lahan hutan menjadi areal tanam jagung.

"Hutan kita sudah rusak. Akibat tidak ada lagi akar tanaman yang berfungsi menahan air hujan, air langsung turun ke bawah membawa material yang merusak infrastruktur jalan dan pemukiman," ujar Azet pada Jumat (23/1).

Ia menjelaskan bahwa mekanisme alamiah hutan sebagai penyerap air telah hilang. Hal ini menciptakan efek domino di mana masyarakat di wilayah hilir selalu menjadi korban setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu.

 "Begitu hujan deras di wilayah hulu, korbannya adalah warga yang ada di hilir. Air hujan meluncur tanpa penahan karena fungsi hutan sebagai spons alami sudah hilang," tegasnya.

Lebih lanjut, politisi PKS ini menekankan bahwa tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan sinergi dan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan pengrusakan hutan.

"Bukan hanya tugas pemerintah untuk menjaga hutan dan lingkungan kita. Setiap elemen masyarakat harus memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga dan melestarikannya," tambah Azet.

Ia berharap kejadian banjir yang merata di Kabupaten Sumbawa kali ini menjadi alarm keras bagi semua pihak untuk mengevaluasi cara mengelola alam, demi keselamatan generasi mendatang.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow