Sumbawa Bedah Buku "Dari Sumbawa Menggapai Puncak Eiffel": Bupati Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Bapak Otonomi Daerah

amramr
Jun 17, 2025 - 00:49
 0  50
Sumbawa Bedah Buku "Dari Sumbawa Menggapai Puncak Eiffel": Bupati Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Bapak Otonomi Daerah

Sumbawa Bedah Buku "Dari Sumbawa Menggapai Puncak Eiffel": Bupati Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Bapak Otonomi Daerah

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id – Semangat dan keteladanan Dr. H. Lalu Mala Sjarifuddin, S.H., DESS., sang "Bapak Otonomi Daerah Indonesia" yang berasal dari Desa Jotang, Kecamatan Empang, Sumbawa, kembali membara dalam diskusi dan bedah buku "Dari Sumbawa Menggapai Puncak Eiffel."Acara yang dibuka oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., ini berlangsung di ruang rapat Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa pada Senin (16/6/2025).

Kegiatan ini menjadi magnet bagi beragam kalangan, dihadiri oleh Anggota DPR RI H. Johan Rosihan, S.T., Penulis Buku Nurdin Ranggabarani, S.H., M.H, serta sejumlah tokoh pendidikan, tokoh agama, akademisi, budayawan, kepala sekolah, mahasiswa, pelajar, dan para pegiat literasi. Turut hadir pula Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Zulfikar Demitry, S.H., M.H., dan anggota DPRD lainnya seperti Adizul Syahabuddin, H. Andi Mappeleppui, serta Alen Tariadi.

Bupati H.Syarafuddin Jarot menyampaikan rasa bangganya terhadap Dr. Mala, menyebutnya sebagai "legenda intelektual dan kebangsaan yang telah menjadi bagian dari sejarah besar bangsa Indonesia." Menurut Bupati, kisah Dr. Mala adalah "cermin peradaban, dokumen sejarah, dan pemantik semangat untuk generasi muda Sumbawa."

Bupati menekankan bahwa kisah ini bukan sekadar cerita akademik, tetapi juga "menunjukkan semangat, ketekunan, dan kontribusi besar Dr. Mala kepada bangsa," nilai-nilai yang harus dikenalkan kepada generasi muda. "Oleh karena itu buku ini bisa menjadi bagian dari bahan literasi di sekolah-sekolah. Hal ini agar anak-anak Sumbawa tahu bahwa dari desa kecil di Jotang, bisa tumbuh seorang pemikir besar yang menggagas arah otonomi bangsa," tegasnya.

Desentralisasi yang Melampaui Zaman, Fondasi Perjuangan Provinsi Pulau Sumbawa

Sebagai pembicara pertama, Anggota DPR RI H Johan Rosihan ST menyampaikan bahwa Penulis buku, Nurdin Ranggabarani, S.H., M.H., turut menyampaikan betapa disertasinya Dr. Mala berjudul "L’Administration Locale En Indonesie" (Pemerintahan Daerah di Indonesia), yang dipertahankan pada 14 Maret 1979, adalah gagasan yang sangat visioner. Di tengah era Orde Baru yang sentralistik, pemikiran Dr. Mala tentang desentralisasi dan otonomi daerah merupakan keberanian intelektual yang luar biasa.

Disertasi setebal 602 halaman itu merekomendasikan ruang ekspresi bagi daerah melalui desentralisasi dan otonomi agar pemerintah daerah dan DPRD dapat berkreasi serta berinovasi. Prof. Dr. Georges L. Lescuyer, salah satu penguji dari Prancis, bahkan mengakui bahwa "Pada saatnya, Pemerintah Indonesia akan sampai pada taraf yang dipikirkan Mala." Pemikiran visioner ini memiliki gaung kuat hingga kini, terutama dalam aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa untuk mewujudkan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) tandas haji Johan.

H. Johan Rosihan menambahkan bahwa integritas Dr. Mala terbukti dari kebiasaan mengembalikan sisa biaya perjalanan dinas dan menolak menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. "Beliau lebih memilih naik sepeda atau berjalan kaki, bila beliau keluar untuk masalah pribadi," ujarnya, mengutip putra sulung Dr. Mala, Ratiza Sjarifuddin.

Kemampuan Dr. Mala sebagai polyglot yang menguasai 7 bahasa asing dan beberapa bahasa daerah juga sangat mendukung perjalanannya.

H. Johan Rosihan memberikan apresiasi tinggi kepada penulis, Nurdin Ranggabarani, atas riset mendalam hingga ke Paris untuk merekonstruksi jejak kehidupan Dr. Mala. Dukungan Yayasan Sumbawa Bangkit menjadikan buku ini nyata. Ke depan, Johan Rosihan berharap dapat mengumpulkan dan memamerkan karya-karya penulis asal Sumbawa pada tahun 2026, meyakini bahwa "dialek dalam sebuah buku akan abadi."

Buku ini direkomendasikan bagi para pemimpin daerah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat yang mencari inspirasi kegigihan dan integritas. Diharapkan buku ini menjadi pemicu semangat untuk meneladani prinsip-prinsip Dr. Mala, melahirkan "Mala Sjarifuddin" baru dari setiap generasi yang mampu membangun Sumbawa dan mengharumkan nama bangsa.

Dedikasi Dr. Mala terhadap pendidikan sangat monumental. Beliau mengabdi sebagai dosen tanpa honor, menginisiasi pendirian Fakultas Hukum Universitas Mataram dan APDN Mataram. Yang paling menyentuh adalah pendirian Asrama Pelajar dan Mahasiswa Sumbawa (Wisma Samawa) dari sisa tanah pribadi untuk membantu pelajar kurang mampu. Namun, Johan Rosihan menyampaikan keprihatinan atas kondisi asrama yang kini tidak terawat, berharap dapat diperbaiki sebagai warisan yang harus dijaga.

Dalam kesempatan kedua Nurdin Ranggabarani menyoroti bahwa PPS kini menjadi perdebatan nasional mengenai letak ibu kotanya. Ia menekankan pentingnya perjuangan ini di tingkat pusat agar "Tau Samawa dengan sejarah hebatnya dapat berkiprah di masa depan," siapapun pemimpinnya asal berjiwa "Tau Samawa."

Kisah hidup Dr. Mala yang penuh perjuangan menjadi inspirasi tersendiri. Nurdin Ranggabarani menceritakan bagaimana Dr. Mala menempuh pendidikan dari serba kekurangan, mulai dari nebeng perahu dari Makassar ke Surabaya, hingga menumpang kereta barang dari Surabaya ke Jakarta untuk kuliah di Universitas Indonesia bersama tokoh-tokoh hebat seperti Adnan Buyung Nasution pada tahun 1953. Perjalanan ke Paris pun ditempuh dengan perahu.

"Jangan dikatakan kuliah di Prancis penuh gelamor. Karena beliau belajar penuh kekurangan. Berangkat ke Paris dengan perahu," tegas Nurdin, menyoroti "mental tarung" Dr. Mala yang bisa dicontoh siapa saja. Bahkan, Dr. Mala disebut sudah menerapkan "real cost" sejak tahun 1972, jauh sebelum aturan itu diberlakukan bagi ASN saat ini, dengan selalu mengembalikan sisa biaya perjalanan dinas dan tidak menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi.

"Tugas berat berikutnya adalah Tau Samawa adalah SDM yang hebat jika tampil tidak kalah dengan SDM daerah lainnya," pungkas Nurdin Ranggabarani, menutup pemaparan ini dengan optimisme tinggi terhadap masa depan Sumber Daya Manusia dari Tanah Samawa.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow