Sinergi PUPR NTB dan Amman Mineral: Amankan Jalur Vital Pulau Sumbawa hingga Akses Terisolir Sejorong-Tatar Kembali Terbuka dalam Sehari
Sinergi PUPR NTB dan Amman Mineral: Amankan Jalur Vital Pulau Sumbawa hingga Akses Terisolir Sejorong-Tatar Kembali Terbuka dalam Sehari
Sumbawa,Amarmedia.co.id – Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa Dinas PUPR Provinsi NTB, Mustafa ST., MT., bergerak cepat melakukan pemantauan intensif sekaligus koordinasi penanganan terhadap sejumlah ruas jalan terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumbawa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, menjaga keselamatan pengguna jalan, serta mempercepat pemulihan infrastruktur di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Mustafa mengatakan, cuaca dengan intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah titik mengalami longsor dan kerusakan struktur jalan.
“Kami tidak ingin akses masyarakat terputus terlalu lama. Begitu mendapat laporan, tim langsung kami turunkan bersama alat berat untuk memastikan jalur vital tetap bisa dilalui,” ujarnya.
Penanganan dimulai di Kabupaten Sumbawa. Salah satu titik terdampak berada di ruas Lenangguar–Lunyuk. Longsoran terjadi hampir setiap hari akibat hujan deras yang membuat kondisi tanah menjadi labil.
“Di Lenangguar–Lunyuk, longsor terjadi berulang karena tanah tidak mampu menahan beban lereng. Kami kerahkan ekskavator sejak Rabu, 25 Februari 2026, dan pekerjaan masih berlanjut hingga keesokan harinya karena kondisi jalan masih berlumpur,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah membuka akses secepat mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Selain itu, perbaikan juga dilakukan di ruas depan RSUD Sering Sumbawa atau ruas Kaharudin. Kerusakan tidak hanya disebabkan oleh cuaca, tetapi juga faktor struktur jalan yang perlu diperkuat.
“Karena ini akses menuju rumah sakit, tentu menjadi prioritas. Kami turunkan becko loader untuk pembersihan dan alat pemadat agar hasil perbaikan lebih kuat dan tahan lama. Penanganan dilakukan tanpa mengganggu aktivitas layanan kesehatan,” katanya.
Di Kabupaten Sumbawa Barat, longsor parah terjadi di ruas Sejorong–Tatar, tepatnya di tanjakan Liang See. Kondisi tersebut sempat menyebabkan isolasi lalu lintas dan menghambat konektivitas antarwilayah.
Mustafa turun langsung ke lokasi untuk melakukan koordinasi lintas pihak. Penanganan dilakukan melalui kerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
“Kami berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan mereka merespons cepat dengan menurunkan ekskavator. Alhamdulillah, pada hari yang sama jalur berhasil dibuka kembali sehingga masyarakat tidak lagi terisolir,” ungkapnya.
Setelah menyelesaikan penanganan di wilayah barat Pulau Sumbawa, Mustafa melanjutkan pemantauan ke Kabupaten Bima dan Dompu.
Di ruas Simpasai–Parado, tepatnya di lokasi longsor Pelaparado KM 49, kondisi kerusakan tergolong sangat berat. Jalan eksisting mengalami longsor dengan kedalaman mencapai sekitar 75 meter.
“Ini termasuk kategori longsor ekstrem. Tidak hanya memutus akses, tetapi juga berpotensi membahayakan pengguna jalan jika tidak ditangani dengan perencanaan matang. Saat ini kami melakukan identifikasi detail untuk menentukan langkah teknis terbaik,” terangnya.
Sementara di ruas Labuan Kenanga–Kawinda Toi, kerusakan terjadi akibat erosi yang menggerus permukaan dan struktur jalan. Faktor drainase yang kurang optimal serta kondisi tanah labil memperparah situasi.
“Tim wilayah timur sudah melakukan identifikasi menyeluruh. Ke depan kemungkinan akan dilakukan perbaikan drainase dan penguatan lereng agar tidak terjadi kerusakan berulang,” jelas Mustafa.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan. Seluruh tim siaga agar jalur-jalur vital di Pulau Sumbawa tetap aman dan dapat digunakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan langkah cepat dan kolaborasi lintas pihak, Balai Pemeliharaan Jalan Pulau Sumbawa Dinas PUPR Provinsi NTB berkomitmen menjaga konektivitas wilayah di tengah tantangan cuaca ekstrem. Upaya ini diharapkan mampu menjamin keselamatan masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa di seluruh Pulau Sumbawa. (AM)
What's Your Reaction?
