Peringatan Dini Distan Sumbawa: Petani Diminta Segera Tanam Padi dan Patuhi Pola Tanam!

amramr
Dec 6, 2025 - 14:29
Dec 6, 2025 - 14:33
 0  30
Peringatan Dini Distan Sumbawa: Petani Diminta Segera Tanam Padi dan Patuhi Pola Tanam!

Peringatan Dini Distan Sumbawa: Petani Diminta Segera Tanam Padi dan Patuhi Pola Tanam!

Sumbawa,Amarmedia.co.id ( 5 Desember 2025) — Menghadapi puncak musim hujan pertama tahun 2025–2026, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa mengimbau para petani untuk segera menyiapkan dan mengolah lahan. Langkah ini krusial untuk mengejar target luas tanam 73.281 hektare dan mendukung ambisi daerah mencapai swasembada pangan.

Kepala Distan Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati. mengungkapkan bahwa realisasi luas tanam padi saat ini masih sangat minim, baru mencapai sekitar 566 hektare.

"Kami berharap para petani yang memiliki sumber air permukaan atau kantong air serta air irigasi bisa segera melakukan pengolahan lahan dan penanaman agar target yang sudah ditetapkan dapat tercapai," tegas Wayan Jumat 5 Desember 2025.

Di tengah peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, Distan memberikan peringatan keras agar petani tidak menyalahi pola tanam yang telah ditetapkan. Spekulasi terhadap kondisi cuaca dinilai justru dapat merugikan petani.

 "Pola tanam harus tetap diikuti. Jangan asal menanam hanya karena sudah turun hujan, sebab bisa berdampak pada munculnya hama dan penyakit tanaman," jelasnya.

Selain itu, Wayan menekankan pentingnya memilih varietas padi unggul yang adaptif terhadap kondisi hujan dan tahan terhadap penyakit yang umum menyerang di musim ini, seperti blas dan tungro.

Aspek penting lain yang disorot adalah ketersediaan sarana produksi. Distan mengingatkan petani untuk segera menebus pupuk dan benih sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah disusun.

"Jangan sampai nanti ketika waktunya menanam, pupuk di distributor sudah habis. Jadi segera ditebus sesuai kebutuhan," imbaunya, sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di waktu kritis tanam.

Selain persiapan lahan, Distan juga mengingatkan agar petani segera menebus pupuk sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah disusun. Hal ini penting agar tidak terjadi kelangkaan pupuk di saat waktu tanam.

Meski curah hujan mulai meningkat di sejumlah wilayah, Distan tetap mengingatkan petani agar tidak menyalahi pola tanam yang telah ditetapkan. Menurut Wayan, spekulasi terhadap kondisi cuaca justru bisa merugikan petani sendiri.

“Pola tanam harus tetap diikuti. Jangan asal menanam hanya karena sudah turun hujan, sebab bisa berdampak pada munculnya hama dan penyakit tanaman,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya memilih varietas padi unggul yang tahan terhadap penyakit seperti blas dan tungro, yang biasanya menyerang di musim penghujan.

"Sekarang sudah banyak tersedia benih unggul yang lebih adaptif terhadap kondisi hujan dan tahan penyakit. Itu yang sebaiknya dipilih,” pungkasnya. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow