Sikap DPRD terhadap Perubahan Iklim dan Ketersediaan Air Bersih di Kabupaten Sumbawa
Sikap DPRD terhadap Perubahan Iklim dan Ketersediaan Air Bersih di Kabupaten Sumbawa
Oleh : Suhaila
(Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teknologi Sumbawa)
Pendahuluan
Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang semakin serius, dan Kabupaten Sumbawa sebagai Daerah kepulauan dengan keberagaman iklimnya, sangat merasakan dampaknya. Salah satu dampak paling nyata adalah perubahan pola curah hujan yang ekstrem, yang berakibat pada fluktuasi ketersediaan air yang signifikan.
Beberapa dampak yang terjadi seperti peningkatan frekuensi dan intensitas kekeringan. perubahan pola curah hujan yang tidak menentu menyebabkan periode kemarau yang lebih panjang dan intens. Hal ini mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air permukaan dan air tanah, serta mengancam sektor pertanian, perikanan, dan kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, perubahan iklim juga menyebabkan peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan ekstrem yang memicu terjadinya banjir. Banjir dapat merusak infrastruktur, lahan pertanian,dan permukiman, serta mencemari sumber air.
Perubahan suhu dan pola curah hujan dapat mempengaruhi kualitas air. Peningkatan suhu air dapat mengurangi kadar oksigen terlarut, sementara banjir dapat membawa polutan ke dalam sumber air. Perubahan Iklim juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Kekurangan air bersih dapat menyebabkan masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang rentan.
Pada sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan industri sangat bergantung pada ketersediaan air. Perubahan pola curah hujan dan kualitas air dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan kerugian ekonomi yang signifikan.
Untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang komprehensif. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain : a) melakukan pengelolaan sumber daya air secara terpadu dan berkelanjutan, termasuk pembangunan infrastruktur air, konservasi air, dan efisiensi penggunaan air. b) memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menghemat air dan menjaga kualitas air.c) mengembangkan teknologi baru untuk pengelolaan air, seperti teknologi desalinasi air laut dan sistem irigasi yang efisien berbasis Bendungan.
Terhadap Kondisi Bendungan di Kabupaten Sumbawa
Menurut Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP M.M.Inov, pembangunan bendungan di Kabupaten Sumbawa, seperti Bendungan Beringin Sila, Bendungan Batu Bulan, Bendungan Mamak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan. Namun, seperti proyek infrastruktur besar lainnya, bendungan ini juga menghadapi sejumlah tantangan dan permasalahan.
Dikatakannya bahwa terkait kondisi bendungan di Kabupaten Sumbawa yang tersebar di Media Sosial ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian diantaranya sebagai berikut : a. Permasalahan Teknis: Beberapa laporan menyebutkan adanya dugaan kerusakan konstruksi yang menyebabkan penyusutan air tampungan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat menghambat fungsi utama bendungan sebagai penyedia air untuk irigasi dan kebutuhan lainnya.
b. Pemeliharaan dan Perawatan: Pemeliharaan dan perawatan bendungan merupakan aspek krusial yang seringkali terabaikan. Kurangnya anggaran atau sumber daya manusia yang kompeten dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur bendungan dan mengurangi umur pakainya.
c.Sedimentasi : Proses sedimentasi merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari.
Akumulasi sedimen di dasar bendungan dapat mengurangi kapasitas tampung air dan memengaruhi efisiensi irigasi.
d.Pengelolaan Air : Distribusi air dari bendungan ke area pertanian perlu dilakukan secara adil dan efisien. Sistem irigasi yang tidak optimal dapat menyebabkan konflik di antara pengguna air
e.Partisipasi Masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan bendungan sangat penting.
Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian bendungan dan diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengawasan dan perawatan.Memperhatikan kondisi bendungan di Kabupaten Sumbawa perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan seluruh stakeholder terkait. Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:
1. Evaluasi menyeluruh. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi semua bendungan di Kabupaten Sumbawa untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat.
2. Peningkatan kualitas konstruksi.Memastikan bahwa pembangunan bendungan dilakukan dengan kualitas yang tinggi sesuai dengan standar yang berlaku.
3. Perawatan rutin. Melakukan perawatan rutin secara berkala untuk menjaga kondisi bendunganbtetap baik.
4. Pengembangan sistem irigasi. Membenahi dan mengembangkan sistem irigasi agar distribusi air dapat dilakukan secara adil dan efisien.
5. Peningkatan kapasitas masyarakat. Melalui program pelatihan dan penyuluhan, masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian bendungan.
Upayamenjaga ekosistem Hutan di hulu bendungan juga butuh partisipasi masyarakat. Intervensi pemerintah dalam menyiapkan bibit pohon dan bersama sama masyarakatenanam dan menjaga dapat mengembaikan vegetasi hutan atau tutupan di hulu bendungan.
DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan beberapa saran dan rekomendasi agar keberadaan bendungan di kabupaten Sumbawa dapat optimal dan semakin besar manfaatnya diantaranya adalah :
a. Peningkatan koordinasi ; Perlu adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah pusat,pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pengelolaan bendungan.
b.Pemanfaatan teknologi: Penerapan teknologi modern dalam pengelolaan bendungan dapatmeningkatkan efisiensi dan efektivitas.
c.Penelitian lebih lanjut: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kondisi geologi dan hidrologi di sekitar bendungan untuk mengantisipasi potensi bencana alam.
Pandangan dan Langkah yang Dilakukan DPRD Kabupaten Sumbawa terhadap Ketersediaan Air Bersih
Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai NT I di Mataram Kamis 24 Oktober 2024 terkait dengan masalah air bersih di Sumbawa khususnya usulan pembangunan jaringan pipanisasi Brang Bosang Kecamatan Batu Lanteh.
Dalam agenda tersebut Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi III Syaifullah,S.Pd.,M.M.Inov, hadir Wakil Ketua Sri Wahyuni, S.AP dan Sekretaris Hasanuddin, S.E bersama anggota komisi III yaitu Alen Taryadi, S.H, Gahtan Hanu Cakita, Andi Rusni, S.E.,M.M, H. Rusdi,M. Taufik dan Saipul Arif. Turut mendampinginya Kabag Risalah dan Persidangan Lukmanuddin S.Sos, Kasubag Program Alwi SP.M.Si dan jajaran serta perwakilan Pemda dinas PUPR.
Rombongan diterima oleh Kepala BBWS NT I Dr. Eka Nugraha Abdi, ST., M.P.P.M., bersama jajaran.
Ketua Komisi III DPRD Syaifullah SPd M.M.Inov menjelaskan bahwa hasil pengamatan,fasiltasi aspirasi masyarakat dan kunjungan lapangan komisi III bahwa, permasalahan utama terkait air bersih di Sumbawa adalah Kerusakan Infrastruktur.20 dari 150 intake pada jaringan air bersih tidak berfungsi, sehingga mengganggu pelayanan air bersih di dalam kota Sumbawa.
Demikian pula ada ketidakmerataan distribusi. Seperti di Desa Kelungkung, yang merupakan daerah sumber air, justru mengalami kekurangan air bersih. Ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi air bersih.
Atas permasalahan ini diakui oleh anggota Komisi III DPRD Andi Rusni SE MM bahwa terkesan BBWS NT I lambat merespon terhadap usulan -sulan dari masyaraka terkait pengembangan sumber air alternatif belum ditindaklanjuti secara cepat. Dirinya secara langsung pribadi berulang kali mengusulkan di dalam musrembang, namun responnya terkesan lambat.
Atas hal tersebut kepala BBWS NT I yang baru dilantik memberikan menjelasakan berkaitan dengan tidak terlayaninya masyarakat Desa Kelungkung untuk kebutuhan Air bersih, padahal Desa Kelungkung merupakan daerah sumber air bersih pihak BWS berencana akan turun.Survei terhadap Potensi Brang Bosang sebagai sumber Air Bersih alternatif yang cukup besar buat penambahan air bersih untuk kota Sumbawa Besar. Sehubungan dengan perbaikan intake pada jaringan air bersih maka terkadang terlewatkan dalam penganggaran di Bappeda.
Maka pengawalan anggaran di DPRD harus dilakukan sehingga link mach atau nyambung bagian perencanaan di PUPR dan Bappeda dengan bagian penganggaran di BKAD.
Didalam pertemuan tersebut juga berlangsung diskusi yang mengharapkan segera dilakukan perbaikan terhadap 20 intake yang tidak berfungsi untuk memastikan kelancaran distribusi air bersih. Demikian pula dengan pemeliharaan berkala. Anggota Komisi III meminta dilakukan pemeliharaan secara rutin terhadap seluruh jaringan pipa untuk mencegah kerusakan lebih lanjut termasuk usulan penggantian pipa tua.
Anggota DPRD Sumbawa lainnya Edy Syarifuddin juga mendesak Pemda memprioritaskan Air Bersih. Dirinya meminta pemerataan pembangunan infrastruktur di desa - desa karena itu adalah hak warga masyarakat untuk kesejahteraan tau dan tana samawa Sabalong Samalewa. Maka kebutuhan utama yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah adalah tersedianya air bersih. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, dengan terpenuhinya dua hal pokok ini maka masyarakat dapat meraih kesejahteraannya secara mandiri. Oleh karenanya anggaran untuk hal ini semestinya benar - benar diperhatikan dan diperjuangkan oleh Pemerintah Daerah ke Pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat. Air bersih sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Air bersih digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti minum, memasak, dan mandi. Kurangnya akses air bersih dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama penyakit menular melalui air. Demikian pula kebutuhan air untuk pertanian dan peternakan perlu disediakan.
Kesimpulan
Menghadapi Perubahan iklim telah memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air bersih di Kabupaten Sumbawa. DPRD Kabupaten Sumbawa telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengatasi permasalahan ini melalui berbagai upaya, seperti melakukan pengawasan terhadap pengelolaan bendungan dan mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih. Dengan demikian, Kabupaten Sumbawa dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Vina)
What's Your Reaction?
