Setahun Jarot–Ansori: Investasi Rp16,8 Miliar Realisasikan Janji Penguatan Infrastruktur Pengairan Pertanian
Setahun Jarot–Ansori: Investasi Rp16,8 Miliar Realisasikan Janji Penguatan Infrastruktur Pengairan Pertanian
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Memasuki tahun pertama masa kepemimpinan, pasangan Bupati Ir H Syarafuddin Jarot MP dan Wakil Bupati Drs H.Mohamad Ansori menunjukkan bahwa sektor pertanian bukan sekadar komoditas politik, melainkan prioritas nyata. Melalui realisasi anggaran sebesar Rp16,8 miliar, Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi memperkuat infrastruktur pengairan sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah.
Langkah ini merupakan perwujudan dari salah satu dari 12 Janji Prioritas Jarot–Ansori yang berfokus pada penguatan sarana dan prasarana pertanian.
Keberhasilan realisasi ini tidak lepas dari koordinasi taktis antara Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa. Fokus utamanya adalah memastikan lahan-lahan pertanian yang selama ini bergantung pada tadah hujan atau sistem irigasi yang rusak, kini memiliki akses air yang lebih stabil.
Daftar Infrastruktur Pengairan yang Telah Direalisasikan:
- Kantong Air & Check Dam:Untuk menahan laju air dan cadangan saat musim kemarau.
- Sumur Bor Pertanian:Solusi air tanah untuk lahan kering.
- Embung Desa: Revitalisasi dan pembangunan waduk skala kecil di desa-desa strategis.
- Irigasi & Perpipaan:Optimalisasi distribusi air langsung ke petak sawah.
- Mesin Pompa:Modernisasi alat angkut air untuk meningkatkan efisiensi petani.
Bukan sekadar membangun fisik, program ini diarahkan untuk mencapai tiga target krusial bagi kesejahteraan petani Sumbawa:
Pertama Meningkatkan Indeks Tanam (IP). Memungkinkan petani menanam lebih dari sekali atau dua kali dalam setahun.
Kedua : Mitigasi Risiko Gagal Panen: Mengurangi ketergantungan ekstrem pada curah hujan yang tidak menentu.
Ketiga Penguatan Fiskal Pertanian: Memastikan investasi daerah berdampak langsung pada peningkatan produktivitas hasil bumi.
Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa infrastruktur pengairan adalah investasi jangka panjang. Meskipun tantangan anggaran daerah sering kali menjadi ganjalan, komitmen untuk menunaikan janji politik tetap menjadi kompas utama pemerintahan.
"Pembangunan ini adalah investasi masa depan. Meski anggaran terbatas, kami berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi ruang fiskal pembangunan dan pelayanan dasar masyarakat, terutama para petani kita," tegas Bupati.
Realisasi senilai Rp16,8 miliar di tahun pertama ini mengirimkan sinyal kuat kepada para investor dan pelaku sektor agrobisnis bahwa Sumbawa di bawah Jarot–Ansori sedang serius melakukan modernisasi sektor hulu. Tantangan berikutnya adalah memastikan perawatan (maintenance) infrastruktur tersebut agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.(AM)
What's Your Reaction?
