Safari Ramadan di Sumbawa: Gubernur NTB Siapkan Intervensi Tekan Harga Cabai yang Tembus Rp120 Ribu

amramr
Mar 12, 2026 - 14:24
Mar 12, 2026 - 16:20
 0  19
Safari Ramadan di Sumbawa: Gubernur NTB Siapkan Intervensi Tekan Harga Cabai yang Tembus Rp120 Ribu

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Mengisi rangkaian agenda Safari Ramadan di Kabupaten Sumbawa, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Brang Biji, Kamis (12/3/2026). Langkah ini diambil untuk memantau langsung stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menyusul tren peningkatan permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal ini berdialog langsung dengan sejumlah pedagang dan mengecek harga komoditas pangan strategis yang menjadi kebutuhan utama warga.

Temuan utama dalam sidak ini adalah masih tingginya harga cabai rawit yang menyentuh angka Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Gubernur menilai angka tersebut cukup memberatkan konsumen. Faktor distribusi disinyalir menjadi penyebab utama harga di Pasar Brang Biji belum melandai.

"Dari hasil pengecekan langsung, harga cabai rawit memang masih cukup tinggi. Hal ini dipengaruhi karena Pasar Brang Biji bukan merupakan pasar induk, sehingga volume distribusi pasokan tidak sebesar di pusat distribusi utama," jelas Miq Iqbal di sela-sela kunjungannya.

Ia menambahkan bahwa kenaikan harga ini murni dipicu oleh mekanisme pasar, di mana terbatasnya pasokan dari petani lokal tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan selama bulan suci Ramadan.

Intervensi Lintas Provinsi dan Koordinasi Bapanas

Pemerintah Provinsi NTB sebenarnya telah melakukan langkah cepat dengan mendatangkan lebih dari satu ton cabai dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Namun, upaya tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap penurunan harga di tingkat pedagang eceran.

Sebagai langkah lanjutan yang lebih masif, Pemprov NTB kini tengah menjajaki opsi penambahan pasokan dari daerah surplus lainnya melalui koordinasi ketat dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

"Kami terus berkomunikasi dengan Badan Pangan Nasional untuk memetakan daerah mana yang memiliki surplus produksi dan harga lebih rendah. Data distribusi antarwilayah dari Bapanas akan menjadi dasar kami untuk mendatangkan pasokan tambahan ke NTB sebagai bentuk intervensi pasar," tegas Gubernur.

Selain cabai, perhatian Gubernur juga tertuju pada komoditas minyak goreng bersubsidi, "Minyak Kita", yang harganya ditemukan masih relatif tinggi di wilayah Sumbawa. Dugaan sementara, tingginya harga disebabkan oleh rantai distribusi yang terlalu panjang, di mana banyak pedagang kecil belum terhubung langsung dengan jalur distributor resmi.

Untuk mengatasi hal ini, serta menjaga stabilitas harga beras, Pemprov NTB akan memperkuat sinergi dengan Perum Bulog. Pemerintah berkomitmen membuka ruang intervensi melalui operasi pasar atau penyaluran stok cadangan jika harga terus merangkak naik.

Menutup kunjungannya, Miq Iqbal menegaskan bahwa pemantauan pasar akan terus dilakukan secara berkala di seluruh kabupaten/kota di NTB hingga Idulfitri mendatang.

"Pemerintah harus hadir untuk memastikan harga tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Terutama menjelang hari raya, stabilitas pasokan adalah prioritas kami agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani harga pangan," pungkasnya.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow