Sumbawa Bersolek: Bupati Jarot Integrasikan Ekonomi Kerakyatan dengan Penataan Kota Modern
Sumbawa Bersolek: Bupati Jarot Integrasikan Ekonomi Kerakyatan dengan Penataan Kota Modern
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., terus memacu transformasi daerah melalui 12 Program Unggulan. Dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 di hadapan DPRD, Senin (30/3/2026), Bupati memaparkan progres signifikan pada sektor ekonomi kerakyatan dan penataan wajah kota.
Dua program yang menjadi sorotan adalah Program Kesembilan (Penguatan Ekonomi UMKM) dan Program Kesepuluh (Penataan Lingkungan dan Tata Kota), yang dinilai sebagai kunci utama dalam meningkatkan daya saing daerah sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Melalui Program Kesembilan, Bupati Jarot menegaskan komitmennya untuk menghidupkan ekonomi dari unit terkecil. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Daerah telah menyalurkan bantuan sarana usaha kepada 145 pelaku UMKM dan 79 pelaku industri kecil.
Tak hanya bantuan fisik, penguatan sumber daya manusia juga menjadi fokus melalui program Bale Berdaya. "Kami telah melakukan pembinaan terhadap 110 UMKM yang kini melahirkan puluhan wirausaha lokal, termasuk entrepreneur milenial. Mereka inilah motor penggerak ekonomi masyarakat Sumbawa yang sesungguhnya," ujar Bupati Jarot.
Wajah Baru Kota: Dari "Simpang Bingung" Menuju Pusat Konvensi
Selaras dengan penguatan ekonomi, Program Kesepuluh difokuskan pada penataan lingkungan yang lebih bermartabat. Bupati mengungkapkan bahwa penataan kawasan kumuh Jempol terus dilanjutkan dengan alokasi anggaran mencapai Rp11 Miliar.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah visi besar Bupati untuk mengubah wajah pusat kota. Pemerintah Daerah tengah menyiapkan perencanaan strategis untuk kawasan Saliper Ate – Pantai Goa serta revitalisasi Taman Kerato sebagai pusat kegiatan publik.
"Kami ingin Sumbawa memiliki pusat kegiatan yang representatif. Jika Mataram punya Narmada atau Islamic Convention Hall, maka di Sumbawa akan ada Sumbawa Convention Hall yang berlokasi di Taman Kerato," tegas Bupati.
Bupati juga menyinggung penataan Simpang Sabalong Samalewa. Ia bertekad mengubah titik ikonik tersebut agar lebih tertata dan fungsional. "Kita tata kembali agar tidak lagi menjadi 'simpang bingung', melainkan menjadi persimpangan yang membanggakan dan memperlancar arus transportasi serta ekonomi," tambahnya.
Membangun Ekosistem Pariwisata dan Investasi
Penataan kota ini bukan sekadar mengejar keindahan estetika, melainkan bagian dari strategi besar untuk menarik investasi dan wisatawan. Dengan hadirnya Convention Hall dan kawasan pesisir yang tertata, Sumbawa diharapkan menjadi destinasi utama kegiatan skala regional maupun nasional.
"Penataan ini adalah bentuk keseriusan kami dalam membangun fondasi. Kota yang tertata dan UMKM yang berdaya adalah kombinasi sempurna untuk membawa Sumbawa menjadi daerah yang unggul, maju, dan sejahtera," pungkas Bupati Jarot disambut apresiasi oleh anggota dewan yang hadir.(AM)
What's Your Reaction?
