Jemput Bola ke Kementan, Komisi II DPRD Sumbawa Perjuangkan Tambahan Alsintan

amramr
Apr 15, 2026 - 15:46
 0  42
Jemput Bola ke Kementan, Komisi II DPRD Sumbawa Perjuangkan Tambahan Alsintan
Jemput Bola ke Kementan, Komisi II DPRD Sumbawa Perjuangkan Tambahan Alsintan
Jemput Bola ke Kementan, Komisi II DPRD Sumbawa Perjuangkan Tambahan Alsintan

Jemput Bola ke Kementan, Komisi II DPRD Sumbawa Perjuangkan Tambahan Alsintan

JAKARTA.Amarmedia.co.id -  Sebagai langkah konkret dalam mengawal aspirasi petani di tengah puncak panen raya, Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan koordinasi sl dengan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Selasa (14/04/2026).

Rombongan yang dipimpin oleh HM. Berlian Rayes SAg M.M.Inov bersama anggota Pimpinan Komisi II dan anggota lainnya, didampingi oleh Sekretaris Dinas Pertanian, Mukhlis, SP., dan Kabag Perekonomian SDA, Ivan Indrajaya ST MM. Kehadiran mereka diterima langsung oleh Kapoksi Data, Evaluasi, dan TLHP Ditjen PSP, Sri Hartono, mewakili Dirjen PSP.

Fokus pada Masalah Pasca-Panen: Petani Butuh Dryer

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Sumbawa, Mukhlis, SP, memaparkan kondisi krusial yang dihadapi petani saat ini. Memasuki puncak panen padi dan jagung pada bulan April, kendala utama yang dihadapi adalah tingginya kadar air akibat curah hujan yang masih tinggi.

"Petani sangat membutuhkan Dryer (mesin pengering) dengan kapasitas besar, minimal 10 ton hingga 30 ton. Tanpa alat ini, harga gabah dan jagung di tingkat pengusaha anjlok karena kadar air yang tinggi," tegas Mukhlis.

Selain masalah pengering, Dinas Pertanian juga merilis data kekurangan alat mesin pertanian (Alsintan) yang masih sangat signifikan di Sumbawa, di antaranya kekurangan sekitar 1.400 unit Traktor Roda 4, 1.759 unit Traktor Roda 2, serta lebih dari 2.400 unit Pompa Air.

Inovasi dan Infrastruktur Pertanian

Sekretaris Komisi II H Zohran juga memberikan penekanan pada beberapa poin penting diantaranya 

modernisasi alsintan dalam menopang produksi pertanian I Nyoman Wisma dan H. Rusdi mengusulkan pengadaan mesin tanam otomatis (transplanter), sumur bor untuk lahan tadah hujan, hingga penggunaan Drone semprot serta Corn Combine Harvester untuk efisiensi panen jagung.

Andi Rusni, SE. MM menyoroti kebutuhan Jalan Usaha Tani (JUT) spesifikasi beton bertulang untuk wilayah topografi ekstrem seperti Batulanteh agar akses pengangkutan hasil panen tidak terhambat.

Terkait Status Aset M. Zain, SIP, mendesak percepatan hibah Alsintan bantuan tahun 2025 menjadi milik daerah agar dapat dikelola melalui retribusi untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sumbawa Jadi Prioritas Nasional

Menanggapi aspirasi tersebut, Sri Hartono menyatakan bahwa meskipun ada keterbatasan anggaran, Kabupaten Sumbawa tetap menjadi skala prioritas nasional mengingat statusnya sebagai salah satu sentra pangan utama.

Kementan juga mensosialisasikan mekanisme pengusulan baru melalui Permentan No. 2 Tahun 2026, di mana pengajuan kini harus dilakukan melalui sistem aplikasi terintegrasi.

"Daerah harus segera menyesuaikan diri dengan sistem E-Proposal terbaru ini. Kami juga mengingatkan pentingnya pembentukan UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) agar alat bantuan yang diberikan memiliki umur ekonomi yang panjang dan biaya perawatannya mandiri," jelas Sri Hartono.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama bahwa DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa akan segera melengkapi administrasi hibah serta mengawal usulan teknis melalui aplikasi agar bantuan dryer dan mesin panen jagung dapat segera terealisasi. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow