Sumbawa Menuju Transformasi Ekonomi: Investasi Triliunan Rupiah Masuk Lewat Industrialisasi Program Unggulan Jarot-Ansori

amramr
Mar 30, 2026 - 20:45
Mar 30, 2026 - 20:48
 0  60
Sumbawa Menuju Transformasi Ekonomi: Investasi Triliunan Rupiah Masuk Lewat Industrialisasi Program Unggulan Jarot-Ansori

Sumbawa Menuju Transformasi Ekonomi: Investasi Triliunan Rupiah Masuk Lewat Industrialisasi Program Unggulan Jarot-Ansori

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Visi Kabupaten Sumbawa untuk melakukan transformasi ekonomi dari sektor hulu ke hilir mulai menampakkan hasil signifikan. Dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Senin 30 Maret 2026, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memaparkan progres fantastis pada Program Unggulan Kelima: Industrialisasi Produk Unggulan Daerah dan Peningkatan Investasi.

Langkah berani Pemerintah Daerah dalam mendorong proyek investasi strategis ini diklaim menjadi motor penggerak utama dalam memberikan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat Tau dan Tana Samawa.

Tiga Proyek Strategis Bernilai Triliunan

Bupati Haji  Jarot mengungkapkan bahwa beberapa inisiatif investasi besar telah memasuki tahap groundbreaking dan menjadi fondasi industri masa depan Sumbawa. Tiga sektor utama yang menjadi primadona adalah hilirisasi peternakan, perikanan, dan industri garam.

Pertama ; Hilirisasi Ayam Terintegrasi (Kawasan Serading).

Proyek yang berlokasi di Serading ini mencatatkan nilai investasi sebesar Rp1,3 Triliun  Kehadiran industri ini diharapkan mampu memutus rantai ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus menciptakan ekosistem bisnis unggas yang mandiri di Sumbawa.

Kedua ; Sentra Akuakultur Udang (Moyo Utara).

Wilayah Moyo Utara kini bersiap menjadi pusat udang nasional dengan potensi investasi mencapai Rp2,1 Triliun. Pengembangan sentra akuakultur ini diproyeksikan akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan meningkatkan devisa melalui jalur ekspor.

Ketiga : Sentra Industri Garam (Plampang dan Empang)

Tak tanggung-tanggung, potensi investasi di sektor ini mencapai Rp2,5 Triliun. Kawasan Plampang dan Empang disiapkan menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan garam nasional, baik untuk konsumsi maupun industri.

Keberhasilan menarik minat investor dengan total potensi nilai investasi lebih dari Rp5,9 Triliun ini tidak lepas dari stabilitas daerah dan kemudahan perizinan yang ditawarkan. Bupati menegaskan bahwa industrialisasi bukan sekadar membangun pabrik, melainkan upaya sistematis untuk memastikan produk mentah asal Sumbawa memiliki nilai jual berkali lipat saat keluar dari daerah.

"Kami mendorong investasi strategis yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi. Ini adalah momentum awal dalam meletakkan fondasi kebijakan agar pembangunan daerah terus bergerak menuju kualitas yang lebih baik," tegas Bupati Jarot di hadapan Sidang Paripurna DPRD.

Capaian investasi ini juga dibarengi dengan kinerja fiskal daerah yang impresif. Berdasarkan data LKPJ 2025, Realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp2,37 Triliun atau 101,30% dari target. Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga melampaui rencana dengan capaian 100,80% (Rp242,2 Miliar).

Angka-angka ini menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Jarot-Ansori, Kabupaten Sumbawa tidak hanya mampu mengelola anggaran rutin, tetapi juga berhasil menciptakan daya tarik bagi modal besar untuk membangun ekonomi daerah yang lebih tangguh dan berkelanjutan. ( AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow