Pansus DPRD Sumbawa Apresiasi Terobosan Infrastruktur Rp380 Miliar dan Desak Perbaikan Jalan Strategis

amramr
Apr 8, 2026 - 20:25
 0  21
Pansus  DPRD Sumbawa Apresiasi Terobosan Infrastruktur Rp380 Miliar dan Desak Perbaikan Jalan Strategis

Pansus DPRD Sumbawa Apresiasi Terobosan Infrastruktur Rp380 Miliar dan Desak Perbaikan Jalan Strategis

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna pada Rabu, 8 April 2026. Sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., ini berfokus pada penyampaian Laporan Panitia Khusus (Pansus) terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, Pimpinan DPRD Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H., serta Sekretaris Daerah Dr. H. Budi Prasetyo, S.Sos., M.AP. Turut hadir unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta jajaran Kepala OPD, Camat, dan Lurah se-Kabupaten Sumbawa.

Apresiasi Anggaran IJD Rp380 Miliar: Wujud "Filosofi Bagerik"

Dalam laporannya, Pansus memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintahan Jarot-Ansori atas keberhasilannya mengupayakan dana pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) senilai total Rp380 Miliar. Anggaran fantastis ini dialokasikan untuk tiga ruas jalan utama yakni 1. Ruas Jalan Batu Dulang–Tepal (Tahap awal senilai Rp83,3 Miliar telah dimulai), 2. Ruas Tepal–Batu Rotok, 3. Ruas Lenangguar–Teladan.

Pansus menilai pencapaian ini merupakan implementasi nyata dari "Filosofi Bagerik" — sebuah nilai adat tana Samawa yang berarti bergerak lincah dan aktif menjemput bola ke Pemerintah Pusat di tengah keterbatasan anggaran daerah akibat refocusing

Meski mengapresiasi upaya Routine Maintenance (tambal sulam) di puluhan ruas jalan kota dan desa, Pansus memberikan catatan tegas terkait teknis pelaksanaan yakni Pansus mendesak agar pemeliharaan jalan dilakukan pada Triwulan I atau II. Selama ini, perbaikan di akhir tahun sering sia-sia karena langsung rusak diterjang curah hujan tinggi. Pansus menemukan pola swakelola jalan di Ropang belum optimal dan meminta dinas teknis melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan pengawasannya.

Ruas strategis seperti Uma Buntar–Kelungkung didesak segera ditingkatkan ke konstruksi Hot Mix Asphalt (HMA) untuk mendukung kawasan pertanian.

Pansus juga menyoroti proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Kelungkung senilai Rp1,5 Miliar yang belum maksimal. Masalah utama terletak pada spesifikasi pipa (PN 10 dan 16) yang tidak mampu menahan debit dan elevasi air dari Batu Dulang. Pansus meminta intervensi anggaran untuk mengganti pipa menjadi Pressure Nominal (PN) 20.

Di sektor lingkungan perkotaan, Pemerintah Daerah diminta memberikan perhatian khusus pada bantaran sungai Brang Biji–Samapuin. Kawasan ini masih tergolong kumuh dan membutuhkan pembangunan talud serta tebing pengaman sungai yang terpadu dengan jalan lingkungan.

Infrastruktur yang Terlupakan: "Jembatan Cinta" dan Jalan Langam

Pansus memaparkan daftar panjang ruas jalan rusak berat yang membutuhkan perhatian segera pada tahun anggaran mendatang seperti Ruas Langam–Mamak yang di anggap tidak tersentuh perbaikan selama 27 tahun. Ruas Strategis Lainnya Simpang Rhee–Seseng, Simpang Bajo–Desa Bajo (4 km), dan akses menuju Pasar Baru Utan.

Pembangunan jembatan penghubung tiga desa (Luar, Baru, dan Kalimango) di Kecamatan Alas dinilai sangat mendesak karena menjadi penghambat utama akses pendidikan bagi anak-anak sekolah.

Pansus berharap kolaborasi apik antara Bupati dan Wakil Bupati terus ditingkatkan guna mempertahankan kemantapan jalan dan memenuhi hak dasar infrastruktur bagi seluruh masyarakat Sumbawa. (AM)

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow