Polemik Seleksi Direksi Bank NTB. Abdul Rafiq SH Angkat Bicara. Desak Gubernur NTB dan Ketua Pansel Bijak

amramr
Apr 25, 2025 - 14:41
Apr 25, 2025 - 14:47
 0  109
Polemik Seleksi Direksi  Bank NTB. Abdul Rafiq SH Angkat Bicara.  Desak Gubernur NTB dan Ketua Pansel  Bijak

Polemik Seleksi Direksi Bank NTB. Abdul Rafiq SH Angkat Bicara. Desak Gubernur NTB dan Ketua Pansel Bijak

Sumbawa, Amarmedia.co.id – Gelombang kritik terhadap proses seleksi direksi Bank NTB terus bergulir. Kali ini, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa periode 2019-2024, Abdul Rafiq SH, menyampaikan kecaman keras terhadap langkah Gubernur NTB dan panitia seleksi (Pansel) yang dinilai secara implisit melarang direksi lama untuk kembali mengikuti kontestasi kepemimpinan bank daerah tersebut.

Abdul Rafiq menilai pernyataan yang dilontarkan Gubernur dan anggota Pansel belakangan ini sebagai tindakan yang keliru dan cenderung memojokkan para direksi yang telah menjabat. "Terhadap polemik yang disampaikan Gubernur NTB dan Anggota Pansel belakang yang melarang direksi lama untuk ikut lagi dalam seleksi direksi baru bank NTB kami lihat sebagai langkah yang keliru. seolah-olah kan memojokkan, memojokkan direksi-direksi lama yang tidak diperbolehkan ini seolah mereka itu melakukan suatu kesalahan yang sangat besar ya yang perlu kita uji gitu loh," tegas Abdul Rafiq, yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Sumbawa Jumat (25/4/2025).

Dengan nada mengingatkan, Abdul Rafiq menekankan bahwa sebagai seorang pemimpin, Gubernur seharusnya memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh potensi terbaik NTB, termasuk para direksi lama, untuk berpartisipasi dalam proses seleksi. Ia meyakini bahwa penilaian akhir kelayakan akan berada di tangan Pansel. Sebagai representasi Sumbawa yang memiliki saham signifikan di Bank NTB, yakni sebesar Rp 74 Miliar yang diteken pada masanya, Abdul Rafiq mengingatkan konsekuensi yang akan ditanggung Gubernur jika terjadi permasalahan di kemudian hari akibat kebijakan yang dianggapnya kurang bijak ini.

"Kalau ini tetap dipaksakan untuk tidak mengikutsertakan direksi lama maka dikemudian hari jika terjadi apa apa maka Gubernur Iqbal lah yang pertama bertanggung jawab," tandasnya.

Lebih lanjut, Abdul Rafiq menyoroti pentingnya kepemimpinan yang menyejukkan dan adil di era keterbukaan ini. Ia menyayangkan retorika yang terkesan ingin "membunuh karakter" seseorang, alih-alih memberikan semangat, motivasi, dan rasa keadilan bagi seluruh elemen masyarakat NTB. "Jangan kita seolah olah ingin membunuh karakter seseorang. Seha seorang pemimpin semestinya memberikan semangat dan motivasi dan rasa adil bagi masyarakat NTB dan tidak mengeluarkan pernyataan yang kontroversi di tengah masyarakat sehingga mendapatkan solusi atas permasalahan yang dihadapi," imbuhnya.

Mengacu pada laporan keuangan Bank NTB Syariah yang telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Abdul Rafiq menilai kinerja bank di bawah kepengurusan saat ini menunjukkan tren positif dengan rasio keuangan yang sehat. Menurutnya, tidak ada alasan kuat untuk menghalangi para pengurus lama yang memiliki rekam jejak tersebut untuk kembali mengikuti seleksi yang pendaftarannya akan ditutup pada 30 April mendatang. 

Pelarangan justru akan membenarkan adanya dugaan proses seleksi yang sarat dengan praktik manipulatif.Pernyataan keras dari Ketua DPRD Sumbawa 2019-2024ini semakin memperkuat sorotan publik terhadap proses seleksi direksi Bank NTB dan mendesak adanya keadilan serta transparansi dalam penentuan kepemimpinan bank daerah yang strategis ini.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow