Persiapkan Blok Elang, PT AMNT Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Sumbawa
Persiapkan Blok Elang, PT AMNT Gelar Konsultasi Publik AMDAL di Sumbawa
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mulai menyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait Rencana Kegiatan Pertambangan Tembaga dan Emas Blok Elang beserta fasilitas pendukungnya. Kegiatan konsultasi publik yang mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa 22 September 2026 ini dipandu oleh moderator Andi Kusmayadi dari Bapperida Sumbawa serta menghadirkan ahli AMDAL, Prof. Dr. Hetni Efendi.
Dalam pemaparannya, Vice President PT AMNT Syamsul Kipli ST menyampaikan bahwa proses penyusunan AMDAL saat ini masih berada dalam tahap pengkajian dampak lingkungan. Konsultasi publik ini digelar sebagai wadah resmi pemerintah untuk menyerap saran, tanggapan, dan masukan dari masyarakat serta pemangku kepentingan guna memperdalam kajian AMDAL.
"Kegiatan pertambangan di satu sisi membawa dampak pembangunan, namun di sisi lain memiliki potensi dampak lingkungan. Melalui wadah ini, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi yang transparan dan dapat berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan dokumen AMDAL," ujar pimpinan PT AMNT tersebut.
Scoping atau penentuan identitas rencana kegiatan ini menggambarkan wilayah operasional yang membentang di dua kabupaten, yakni Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Pola penambangan di Blok Elang secara umum akan menerapkan sistem tambang terbuka (open pit) sebagaimana yang telah berjalan di Tambang Batu Hijau, dengan mengoperasikan alat-alat berat berkapasitas besar.
Selain area penambangan utama bijih tembaga dan emas, PT AMNT juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan fasilitas pendukung. Di antaranya meliputi pemukiman atau akomodasi karyawan, perkantoran, jalan akses utama, sarana penyediaan listrik, serta jalur conveyor darat untuk pengangkutan material.
Berdasarkan garis waktu yang dipaparkan, jadwal pelaksanaan konstruksi untuk sejumlah fasilitas utama—seperti jalur conveyor darat, terminal, jalan akses utama, hingga area perkantoran dan akomodasi—diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2031.
Rangkaian rencana kegiatan investasi ini terbagi ke dalam beberapa tahap utama diantaranya Tahap Pra-konstruksi yang berfokus pada penyiapan lahan, eksplorasi lanjutan, serta pengeboran geoteknik.
Kemudian Tahap Konstruksi, meliputi mobilisasi peralatan dan material, pembukaan serta penyiapan lahan, pembangunan dan pengoperasian fasilitas sementara, hingga pembangunan jalur conveyor dan sarana pendukung penambangan lainnya.
Pihak PT AMNT menekankan komitmen pengelolaan lingkungan, termasuk skema penanganan tanah pucuk (topsoil) yang akan dikupas, disimpan, dan dikembalikan saat tahap reklamasi lahan pascatambang. Pengelolaan teknis terkait reklamasi dan penetapan area pascatambang nantinya akan dibahas secara terpisah dalam forum sosialisasi dan konsultasi khusus.
Usai pemaparan gambaran umum kegiatan dan garis waktu proyek oleh pihak manajemen, proses konsultasi dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai potensi dampak lingkungan yang dipimpin langsung oleh tim penyusun AMDAL, Prof. Dr. Hetni Efendi. (AM)
What's Your Reaction?