Pemerintah Desa Rhee Gelar Pelatihan Hukum dan Imam Masjid. Hadirkan Narasumber MUI, Kemenag dan Dewan Masjid Sumbawa
Pemerintah Desa Rhee Gelar Pelatihan Hukum dan Imam Masjid. Hadirkan Narasumber MUI, Kemenag dan Dewan Masjid Sumbawa
Sumbawa. Amarmedia.co.id - Pemerintah Desa Rhee kecamatan Rhee kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan Pelatihan Hukum dan Imam Masjid Sabtu (13/1/2024) di Masjid Darussalam Desa Rhee Kecamatan Rhee.
Hadir Camat Rhee, Kepala Desa Rhee, Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa, Kasi Bimas Kemenag Kabupaten Sumbawa, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sumbawa, dan Para Hukum Masjid dan Imam masjid Se Desa Rhee.
Dalam kesempatan itu, Camat Rhee Sartono S.Sos.M.Si., mengatakan pentingnya memahami dan ilmu bagi para Imam, dan Hukum Masjid tentang tata cara Shalat yang benar dan bagaimana bacaan dalam shalat yang benar serta bagaimana manajemen masjid yang baik.
Sementara itu Kepala Desa Rhee Edy Firmansyah NL.P. S.H mengatakan kegiatan ini dalam rangka untuk mempererat tali silaturahmi sesama hukum masjid di seluruh Desa Rhee Kecamatan Rhee sekaligus wadah pembinaan dan peningkatan kompetensi sumberdaya masjid, Imam, dan hukum masjid seperti Khotib, Mudum dan Marbot.
Adapun yang bertindak sebagai narasumber adalah Ketua Umum MUI Kabupaten Sumbawa Dea Guru Syukri Rahmat SAg.M.m.Inov, dengan materi Kaidah Fikih Imam Khotib dan Mudum,Ketua Dewan Masjid Indonesia Kab. Sumbawa Drs. Ne Guru Ahmad Syaichu Rauf dengan materi Manajemen Kemasjidan dan narasumber lainnya adalah Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Sumbawa H.Faisal Salim SAg.M.M.Inov dengan materi mewujudkan Masjid yang Rahmatan Lil Al-Amin.
Selama pelatihan berlangsung para peserta tampak sangat antusias mengikuti dan menyerap setiap materi yang diberikan baik teori maupun praktek secara langsung.
Ketua Umum MUI Kab. Sumbawa, Ustadz Dea Guru Syukri Rahmat, menekankan betapa makna shalat bagi setiap pribadi muslim.
Shalat dalam paparannya yang disampaikan dengan sangat mendalam, bahwa, ia bukan sekadar ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Tetapi shalat adalah sarana komunikasi spiritual antara seorang hamba dengan Allah SWT. Maka, begitu seorang hamba shalat, memulai takbiratul ihram "Allahu Akbar" maka di saat itulah ruh Kita bermunajad dan berjumpa dengan Allah SWT.
Oleh karena itu, maka jangan pernah sekali-kali dipandang sepele shalat, karena melalui shalatlah Kita berkomunikas dan tersambung dengan Allah swt..
Oleh karena itu, tekannya, seseorang yang melakukan shalat harus benar-benar mempersiapkan diri lahir batin, karena akan berjumpa dengan Allah SWT.
Apa yang harus diperhatikan ? Tanyanya ?
Lantas dijawab, sucikan diri dari hadats besar maupun kecil. Berwudhu, misalnya sebagai syarat untuk bisa shalat. Wudhunya harus benar sesuai kaedah-kaedah fiqih. Sambil mempraktikkan gerakan-gerakan wudhu, yang disimak dengan cermat dan saksama oleh segenap peserta pelatihan.
Selanjutnya, shalat, Dea Guru Cuk, menjelaskan dan mempratikkan seluruh gerakan-gerakan shalat secara detail sembari menjelaskan filosofi dan rahasia dari masing-masing gerakan shalat. Semua dijelaskan dan dipraktikkan dengan sangat detail.
Selain materi tentang shalat, Dea Guru Cuk juga mengajarkan tentang materi tahsin (memperbaiki bacaan Al Qur'an) terutama Surat Alfatihah. Seluruh peserta dilatih dan diajar untuk memperbaiki bacaan Surat Al Fatihahnya.
Termasuk materi yang beliau sampaikan adalah syarat dan rukun khutbah, serta perbaikan adzan yang menjadi tugas Mudum (muadzin).
Pada sesi Berikutnya Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sumbawa Ustadz Syaichu Rauf menjelaskan bahwa Kepengurusan masjid dewasa ini tidak lagi menempatkan imam sebagai pemimpin atau ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid / Takmir / Hukum Masjid). Dan juga tidak ada lagi kepengurusan lain yang namanya Panitia Pembangunan. "Kepengurusan Masjid (DKM) sekarang ini dipimpin oleh seorang ketua yang membawahi 3 bidang utama yaitu Idarah (administrasi), Imarah (program atau kegiatan), dan Riayah (pemeliharaan)" Ucap Ustadz Ehu akrab disapa.
Kemudian lanjutnya, adapun imam merupakan komponen tersendiri yang merupakan mitra DKM yang tugas utamanya memimpin penyenggaraan peribadatan khusus shalat berjamaah 5 waktu dan kegiatan ibadah sosial di masyarakat.
Sementara Kasi Bimas Kemenag Kabupaten Sumbawa Ustadz Faisal Salim SAg.M.M.Inov memaparkan tentang Manajemen Kemasjidan agar menjadi rahmatan Lil Al-Amin.
"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta tetap mendirikan salat menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah maka mereka itulah orang-orang yang diharapkan masuk golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk at-taubah ayat 18"Ucap Ustadz membuka materi
Disebutkannya ada tiga hal penting dalam membicarakan manajemen masjid yaitu aqidah kemasjidan, sebagai dasar keyakinan takmir dan jamaah selaku pemakmur masjid yang kedua filosofi kemasjidan sebagai cara pandang kita terhadap kemasjidan yang ketiga teknis pengelolaan masjid sebagai cara dalam mencapai kemakmuran masjid
"Ukuran kemakmuran masjid adalah pada seberapa banyak jumlah jamaah salat lima waktunya,seberapa luas masyarakat menjadikan masjid sebagai sarana beraktivitas dan merasakan kemanfaatannya serta seberapa jauh masjid dapat membentuk dan membimbing masyarakatnya"
Konsep dasar teknis pengelolaan masjid dimulai dari pemetaan, pelayanan, pemberdayaan dan pembinaan, dirinya mencontohkan bagaimana pengelolaan masjid Jogokariyan yang dipandang berhasil membuat jamaah senang berada di masjid
Terhadap kegiatan tersebut, seluruh peserta merasa sangat beruntung dan bersyukur, karena diisi oleh tiga narasumber.(AM)
What's Your Reaction?
