Pelatihan Wasit Panahan Nasional 2025 Kian Intens: Simulasi Lengkap Kualifikasi Hingga Final, Termasuk Para Archery dan Penanganan Aduan
Pelatihan Wasit Panahan Nasional 2025 Kian Intens: Simulasi Lengkap Kualifikasi Hingga Final, Termasuk Para Archery dan Penanganan Aduan
Cikarang, Jababeka, Amarmedia.co.id – Pelatihan Wasit Panahan Tingkat Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Presiden Eksekutif Club Jababeka, Cikarang, semakin menunjukkan intensitasnya. Setelah mendalami teori dan peraturan, para peserta kini memasuki fase krusial dengan digelarnya sesi praktik komprehensif untuk kejuaraan, mulai dari babak Kualifikasi, Eliminasi, Final, hingga skenario Alternatif individual dan *team matchplay Jumat 30 Mei 2025 di Aula Presiden Eksekutif Club Jababeka.
Pelatihan ini juga mencakup materi spesifik terkait panahan Para Archery dan penanganan aduan. Sesi praktik ini menjadi agenda utama dalam pelatihan yang bertujuan mencetak wasit panahan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga sigap dalam mengaplikasikan peraturan di lapangan. Sebanyak 61 peserta, yang berasal dari 25 provinsi di Indonesia, terlihat antusias dalam mengikuti setiap instruksi dari narasumber dan senior judge.
Dengan suasana humoris dan wawasan luas dari pengalaman internasional, Judge Jantan Pangestu Insani dan Arie Fahmi Nugraha memberikan materi Kategori Kejuaraan. Arie Fahmi menjelaskan secara mendalam prosedur mulai dari Scoring, Judging Attitude. Sementara Judge Jantan menjelaskan babak kualifikasi hingga babak final, baik untuk kategori individu maupun beregu.
Simulasi Komprehensif Babak Kualifikasi dan Final
Jantan Pangestu menjelaskan simulasi praktik kejuaraan individual yang melatih para calon wasit untuk memahami dan menangani berbagai skenario. Ini termasuk bagaimana mengelola waktu, penentuan skor, hingga situasi tidak terduga yang memerlukan keputusan cepat dan tepat.
Dirinya merinci beberapa format pertandingan yang disimulasikan: diantaranya pertandingan Outdoor Terdiri dari 72 anak panah (2 set 6 rambahan dan setiap tamhan 6 anak panah) ditembakkan pada:
- Jarak 70 meter pada target berdiameter 122 cm untuk Recurve U21 & kategori terbuka.
- Jarak 60 meter pada target 122 cm untuk Recurve U18 & kelompok usia 50+.
- Jarak 50 meter pada target 80 cm 6-ring untuk Compound.
- Jarak 50 meter pada target 122 cm untuk Barebow.
Sementara pertandingan Indoor: Terdiri dari 60 anak panah (2 Series 10 Rambahan , dengan 3 anak panah perambahan ) pada jarak 18 meter pada target 40 cm. Target Compound memiliki ring 10 yang lebih kecil (setengah) dibandingkan Recurve.Dengan Waktu Tembakan 30 detik per anak panah (6 anak panah – 3 menit / 180 detik; 3 anak panah – 1,5 menit / 90 detik).
Untuk babak eliminasi dan final, dijelaskan bahwa pertamduIndividu Untuk Indoor, 32 pemanah teratas akan dipilih, tanpa byes.
Untuk Kejuaraan Dunia Outdoor atau WRE, 104 pemanah teratas, dengan 8 pemanah teratas mendapatkan byes selama 2 putaran.
Untuk Piala Dunia Outdoor, tanpa byes untuk 8 teratas. 64 pemanah teratas, jika total peserta < 104. 128 pemanah teratas, jika total peserta > 104.
Sementara untuk Tim pada pertandingan Indoor, 16 tim teratas akan dipilih, tanpa byes. Untuk Outdoor, 24 tim teratas, dengan 8 tim teratas mendapatkan bye 1 putaran. Setiap ikatan posisi di atas bisa mendapatkan peluang yang mengarah pada Shoot-off.
Para peserta juga disimulasikan bagaimana menjadi wasit pada alternate shoot individu. Sementara itu, praktik team matchplay (pertandingan tim) menjadi fokus penting lainnya. Di sini, para peserta dilatih untuk memimpin jalannya pertandingan tim yang dinamis, mulai dari pemberian arahan, penentuan waktu masuk ke Field of Play (Lapangan Permainan), penentuan siapa yang melakukan tembakan pertama, pengawasan tembakan simultan dan Alternate, pengelolaan waktu shot clock hingga penyelesaian sengketa di lapangan. Sesi ini sangat penting mengingat kompleksitas koordinasi dan peraturan dalam pertandingan beregu.
Beberapa poin penting yang juga dibahas dan disimulasikan seperti ketika Cedera/Kerusaan Peralatan. aturan untuk dapat "mengganti" anak panah jika atlet mengalami kerusakan peralatan atau masalah medis.
Termasuk Prosedur 3 Meter line Jika anak panah jatuh di garis 3 meter, pemanah harus memutuskan sendiri apakah berada di dalam atau di luar garis dan bertindak sesuai. Setelah penembakan selesai, wasit akan berdiri di posisi penembakan pemanah dan mencoba memutuskan apakah masuk atau keluar, kemudian memberikan keputusan.
Wasit juga dilatih untuk Waspada terhadap masalah keselamatan, seperti tarikan tinggi atau samping (High or Side Draw). Membantu dalam panggilan anak panah dan kesalahan, Menangani masalah terkait jumlah ofisial di lapangan., Menangani bouncers (anak panah memantul), shoot-throughs (anak panah menembus target), dan hanging arrows (anak panah menggantung).
Demikian pula Menangani tembakan telat, masalah garis 3 meter, dan situasi anak panah pengganti jika ada.
Wasit juga disimulasikan agar tetap waspada terhadap masalah waktu (bantuan suara dan visual), Memeriksa posisi pemanah di garis dan tinggi teropong, menangani shoot-offs dan jalan harus penggantian target face serta mengingatkan atlet untuk memastikan semua lubang anak panah ditandai pada target.
-
Tahap *Match Play dan Sistem Penilaian
Narasumber Judge Jantan ya g juga wasit Kontinental menjelaskan Match Play adalah tahap kedua dari sebuah kejuaraan, terdiri dari dua tahap lebih lanjut: Babak Eliminasi & Babak Final. Di kedua babak tersebut, pemanah bersaing satu sama lain, *head-to-head*, sesuai dengan bagan *seeding*, dan pemenang pertandingan akan melaju ke babak berikutnya.
Untuk Recurve, Olympic Roundditembakkan pada jarak 70 meter pada *face* 122 cm, mengikuti "sistem set" – maksimal 5 set dari 3 anak panah. Untuk Compound, *Compound Round* ditembakkan pada jarak 50 meter pada target 80 cm 6-ring, menggunakan "penilaian kumulatif" dengan 5 *ends* dari 3 anak panah.
Dengan sesi praktik yang komprehensif ini, PB Perpani berupaya memastikan bahwa setiap wasit yang lulus dari pelatihan ini siap untuk menghadapi berbagai format kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional, serta mampu menjaga integritas dan kelancaran setiap pertandingan panahan. Pembekalan praktis ini diharapkan dapat menghasilkan wasit-wasit yang kompeten dan profesional, yang akan menjadi ujung tombak pengembangan olahraga panahan di Indonesia. (AM)
What's Your Reaction?
