Menyikapi Fenomena Peralihan Cuaca di NTB

Oleh: Riski Nurul Insani (Mahasiswi Prodi Seni Tari Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa)

Dec 5, 2023 - 16:57
Dec 5, 2023 - 17:16
 0  73
Menyikapi Fenomena Peralihan Cuaca di NTB
Riski Nurul Insani (Mahasiswi Prodi Seni Tari Fakultas Psikologi dan Humaniora Universitas Teknologi Sumbawa)

Turunnya hujan pada musim kemarau di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat menjadi fenomena yang mengejutkan. Semestinya musim kemarau yang ditandai dengan cuaca kering dan panas, namun terjadi hujan lebat. Demikian pula di daerah lainnya ketika masuk musim hujan namun terjadi kemarau panjang.

Musim kemarau adalah periode dengan curah hujan yang lebih rendah dibandingkan musim hujan, artinya hujan masih bisa terjadi selama musim ini.

Juga ada masa peralihan antara musim hujan dan musim kemarau, atau sebaliknya, yang terjadi di wilayah-wilayah tropis seperti Indonesia Khususnya Nusa Tenggara Barat. Fenomena ini ditandai dengan cuaca yang tidak menentu, angin kencang, dan perubahan yang cepat dalam curah hujan serta suhu udara. Periode ini seringkali diikuti oleh perubahan pola cuaca yang ekstrem, seperti hujan lebat yang diselingi dengan panas terik matahari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan masa peralihan adalah musim yang ditandai dengan adanya curah hujan tinggi yang diselingi dengan sinar matahari yang terik. Fenomena ini memainkan peran penting dalam transisi antara musim hujan yang basah dan musim kemarau yang kering.

Curah hujan selama musim kemarau bisa sangat bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Ada daerah yang mungkin mengalami musim kemarau yang lebih kering daripada daerah lain. Meskipun intensitas dan frekuensi hujan cenderung menurun selama musim kemarau, beberapa daerah masih dapat mengalami hujan. Ini bisa berupa hujan ringan atau lebat, tergantung pada lokasi geografis dan faktor-faktor cuaca setempat.

Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada terhadap potensi hujan selama musim kemarau, terutama dalam hal kesiapan menghadapi bencana seperti kebakaran hutan atau kekurangan air. Pemantauan cuaca dan informasi dari BMKG dapat membantu masyarakat untuk tetap siap menghadapi perubahan cuaca selama musim kemarau.

Keuntungan musim kemarau dapat juga dimanfaatkan pada bidang pekerjaan umum.Pada aktivitas masyarakat sehari-hari juga memiliki sisi positif yang bisa dimanfaatkan saat musim kemarau yang tidak hanya menunggu pemerintah bergerak yaitu membersihkan selokan air. 

Genangan air pada selokan pada saat kemarau akan berkurang jadi lebih mudah untuk mengangkat endapan sampah dan lumpur, sehingga saat musim hujan tiba ini akan membantu mengurangi potensi genangan ataupun banjir. 

Hal penting untuk menyikapi masa peralihan atau pancaroba adalah menjaga kesehatan diantaranya dengan melakukan beberapa tips berikut ini :

Selain semua hal tadi, pada saat kemarau bagi anak anak memang menyenangkan untuk bermain layang-layang karena tidak akan terganggu oleh hujan. 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow