Mahasiswa Promer UTS Sosialisasikan Puding Daun Kelor dan Briket Batok Kelapa di Desa Tapir : Dorong Inovasi Produk Lokal dan Energi Alternatif
Mahasiswa Promer UTS Sosialisasikan Puding Daun Kelor dan Briket Batok Kelapa di Desa Tapir : Dorong Inovasi Produk Lokal dan Energi Alternatif
KSB.Amarmedia.co.id– Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang tergabung dalam Program Merdeka (Promer) Desa Tapir menggelar kegiatan Sosialisasi OVOP Puding Daun Kelor dan Wirausaha Briket Batok Kelapa baru baru ini.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari dua program kerja utama Promer yang bertujuan untuk memperkuat potensi lokal serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap inovasi dan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Acara yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tapir ini dihadiri oleh Kepala Desa Tapir Zainuddin, SE, Sekretaris Desa, tiga Kepala Dusun (Tapir Dalam, Tapir Luar, Mongal), staf desa, perwakilan Ibu-ibu PKK, Kader Posyandu, Karang Taruna, serta masyarakat umum.
Sesi pertama membahas puding daun kelor, produk lokal yang memanfaatkan kelor sebagai bahan utama karena kandungan gizinya yang tinggi. Mahasiswa mempresentasikan materi seputar manfaat puding daun kelor, dilanjutkan dengan pemutaran video proses pembuatan puding secara higienis dan praktis.
Kepala Desa Tapir Zainuddin, SE., menyampaikan apresiasinya atas kreativitas mahasiswa. “Kami sangat mendukung inovasi seperti ini. Daun kelor banyak tumbuh di sekitar kita, tapi belum dimaksimalkan. Dengan ide puding ini, masyarakat bisa melihat bahwa potensi lokal bisa bernilai ekonomis tinggi”ujarnya.
Sesi kedua berfokus pada wirausaha briket batok kelapa sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Mahasiswa menyampaikan materi terkait manfaat briket, bahan baku dari limbah batok kelapa, kelebihan briket, serta proses produksinya yang relatif mudah dan murah. Video pembuatan briket ditampilkan untuk memberi gambaran langsung kepada peserta.
Setelah kedua sesi, dilakukan diskusi dan tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Salah satu anggota Karang Taruna menyatakan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru dan memberi ide usaha berbasis limbah.
Ketua Promer Desa Tapir, Zaki, menyampaikan bahwa kedua program ini tidak hanya memperkenalkan inovasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengembangkan potensi yang ada. “Kami berharap sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi desa secara kreatif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Acara ditutup dengan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Tapir. (AM)
What's Your Reaction?
