Ketua DPRD Sumbawa Antisipasi Dampak Sosial dari Kebijakan Tarif Trump

amramr
Apr 7, 2025 - 10:16
 0  36
Ketua DPRD Sumbawa Antisipasi Dampak Sosial dari Kebijakan Tarif Trump
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa pada acara Media Gathering temu media Sabtu 5 April 2025 di rumah aspirasi Johan Rosihan

Ketua DPRD Sumbawa Antisipasi Dampak Sosial dari Kebijakan Tarif Trump

 

      

Sumbawa. Amarmedia.co.id - Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov usai menghadiri Media Gathering di Rumah Aspirasi Johan Rosihan Sabtu 5 April 2025 meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak sosial akibat kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin memandang perang tarif global saat ini berpotensi memicu lonjakan inflasi di tingkat daerah akibat rantai pasok terganggu yang dapat membuat harga barang kebutuhan pokok naik.

"Beban masyarakat meningkat sangat berpengaruh terhadap kemampuan daya beli yang melemah," ujarnya.

Nanang menuturkan, Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari sistem ekonomi nasional perlu memiliki rencana kontinjensi yang tanggap, adaptif, dan berkelanjutan. Rencana itu untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat, serta mengantisipasi dampak sosial yang mungkin muncul.

Dari aspek sosial, imbuhnya, langkah yang perlu segera dilakukan adalah adalah pembentukan dana cadangan dan intervensi fiskal.

Dana darurat perlu dimiliki untuk menghadapi guncangan global dari kebijakan Amerika Serikat tersebut. Dana darurat merupakan simpanan uang sebagai jaring pengaman finansial untuk menghadapi kejadian tak terduga di masa depan.

Selain itu, perluasan program bantuan sosial tunai dan subsidi pangan bagi masyarakat rentan, serta percepat proyek padat karya untuk menyerap tenaga kerja.

"Langkah ini harus dibahas bersama eksekutif dan legislatif, serta pelibatan pemangku kepentingan lainnya. Ini kembali pada langkah kebijakan Bupati nantinya," kata Nanang.

Pada 2 April 2025, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang mengejutkan seluruh dunia. Kebijakan itu diterapkan untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat terhadap produk impor dan mendorong pengembangan industri lokal di negara tersebut.

Semua barang impor kini dikenai tarif dasar sebesar 10 persen, namun negara-negara dengan defisit perdagangan besar terhadap Amerika Serikat memperoleh tarif ekstra. Indonesia termasuk dalam daftar negara-negara yang terkena dampak terbesar dengan tarif mencapai 32 persen.

Dilansir dari Antara, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat pada Januari-Februari 2025, Amerika Serikat merupakan mitra ekspor terbesar dari produk-produk non tambang yang dihasilkan oleh provinsi kepulauan tersebut.

Pada Januari 2025, nilai ekspor Nusa Tenggara Barat ke Amerika Serikat tercatat sebanyak 1,12 juta dolar AS atau setara 28,88 persen dari total nilai ekspor mencapai 3,89 juta dolar AS yang dilakukan di bulan itu.

Adapun saat Februari 2025, Amerika Serikat masih menduduki posisi pertama negara tujuan ekspor Nusa Tenggara Barat dengan nilai produk mencapai 3,89 juta dolar AS dari total ekspor sebesar 7,28 juta dolar AS.

Kelompok komoditas ekspor Nusa Tenggara Barat yang umum dikirim ke Amerika Serikat merupakan hasil bumi berupa udang kaki putih beku tanpa kepala dan ekor, udang yang diolah atau diawetkan, serta vanili organik. (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow