Kabar Gembira untuk Petani: Bantuan Modal Usaha Upland Rp2 Miliar Siap Dicairkan di Sumbawa
Kabar Gembira untuk Petani: Bantuan Modal Usaha Upland Rp2 Miliar Siap Dicairkan di Sumbawa
SUMBAWA BESAR – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat komitmennya terhadap sektor pertanian dengan mengumumkan pencairan program Bantuan Modal Usaha Upland 2025. Dana bantuan senilai lebih dari Rp2 miliar ini kini telah tersedia dan siap dicairkan oleh para petani dan kelompok tani penerima manfaat.
Kabar baik ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, pada Senin, 29 September 2025.
“Hari ini dana bantuan modal usaha untuk petani Upland sudah dilakukan proses kliring dan resmi masuk ke PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) NTB Perseroda. Artinya, dana tersebut sudah bisa dicairkan sesuai pengajuan masing-masing kelompok,” ujar Wayan Rusmawati.
Perkuat Petani Upland dengan Bunga Rendah
Program ini secara khusus ditujukan bagi kelompok petani Upland yang telah memenuhi persyaratan administrasi, termasuk jaminan agunan yang ditetapkan. Bantuan ini dirancang untuk memperkuat modal usaha pertanian, khususnya bagi petani yang berada di kawasan dataran tinggi, guna meningkatkan produktivitas dan skala usaha mereka.
Besaran pinjaman disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, dengan tawaran yang sangat meringankan, yaitu suku bunga hanya 4% dan jangka waktu pembayaran antara 6 bulan hingga 1 tahun.
Wayan Rusmawati menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata perhatian Pemda pada petani. "Ini adalah bentuk nyata perhatian Pemda pada petani agar tidak hanya bergantung pada musim tanam, tetapi juga memiliki kekuatan modal untuk pengembangan usaha berbasis pertanian dan olahannya," jelasnya.
Imbauan: Gunakan Dana Secara Bijak dan Tepat Sasaran
Kepala Dinas Pertanian juga menekankan pentingnya pemanfaatan dana bantuan ini secara bijak dan tepat sasaran. Petani diminta menggunakan modal usaha ini sesuai dengan perencanaan yang telah diajukan, demi pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan kelompok.
“Kami menghimbau agar para petani dan kelompok petani benar-benar memanfaatkan modal usaha ini dengan baik sesuai tujuan awalnya. Jangan digunakan untuk hal-hal lain, tetapi fokus pada peningkatan usaha dan kesejahteraan kelompok,” tegasnya.
Pemerintah daerah berharap, melalui program microfinance ini, daya saing petani dapat diperkuat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian di wilayah Kabupaten Sumbawa. (AM)
What's Your Reaction?
