Jaga Identitas Budaya, Pemda, LPPM UNSA dan PT. AMMAN Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Motif Kere Alang Sumbawa

amramr
Jan 14, 2026 - 07:06
Jan 14, 2026 - 07:24
 0  85
Jaga Identitas Budaya, Pemda,  LPPM UNSA dan PT. AMMAN Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Motif Kere Alang Sumbawa
Jaga Identitas Budaya, Pemda,  LPPM UNSA dan PT. AMMAN Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Motif Kere Alang Sumbawa
Jaga Identitas Budaya, Pemda,  LPPM UNSA dan PT. AMMAN Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Motif Kere Alang Sumbawa
Jaga Identitas Budaya, Pemda,  LPPM UNSA dan PT. AMMAN Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Motif Kere Alang Sumbawa
Jaga Identitas Budaya, Pemda,  LPPM UNSA dan PT. AMMAN Dorong Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal Motif Kere Alang Sumbawa

Sumbawa Amarmedia.co.id — Sebagai langkah strategis dalam melindungi warisan leluhur dan identitas daerah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samawa (UNSA) bekerja sama dengan PT. AMMAN menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Motif dan Corak Kere Alang sebagai Ekspresi Budaya Menuju Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal”.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Sumbawa pada Selasa (13/1/2026) ini bertujuan untuk menginisiasi pendokumentasian ilmiah serta perlindungan hukum atas motif tenun khas Sumbawa agar terhindar dari klaim pihak luar.

Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah

FGD ini merupakan bagian dari agenda penelitian yang diketuai oleh Dr. Ieke Wulan Ayu, S.STP., M.Si.  bersama Tim  Peneliti LPPM UNSA yang terdiri dari M.Yamin,M.Si, Erma Suryani, M.Pd, M. Anugera Fuji Sakti, S.H., M.H, dan Syarif Fitrianto, M.Pd.

FGD yang berlangsung di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (13/1), dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, akademisi UNSA,akademisi UTS, perwakilan PT AMMAN, tokoh adat Bala Datu Ranga,Ketua LATS,Pemerhati Budaya, Asosiasi Pengrajin Tenun Sumbawa serta unsur Pemerintah Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menekankan pentingnya perlindungan hukum di tengah meningkatnya popularitas tenun Sumbawa di kancah nasional maupun internasional.

"FGD ini adalah langkah krusial. Kita tidak ingin kekayaan intelektual asli Sumbawa justru dikuasai oleh pihak luar. Perlindungan HAKI Komunal sangat penting untuk menjaga identitas budaya kita di masa depan," tegas Bupati.

Senada dengan Bupati, Ketua DEKRANASDA Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., menyatakan bahwa institusinya berkomitmen menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis karya lokal. Untuk tahap awal, DEKRANASDA memberikan perhatian khusus pada sektor wastra (kain tradisional).

"Kami berfokus pada wastra terlebih dahulu karena ada urgensi regenerasi penenun lokal. Tenun Sumbawa, baik Kere Alang maupun Kere Sesek, bukan sekadar kain, melainkan warisan sejarah dan aset ekonomi daerah yang harus tetap lestari di tangan generasi muda kita," ungkap Hj. Ida Fitria.

Lebih lanjut, Ketua DEKRANASDA berharap hasil dari FGD ini dapat menghasilkan dokumen teknis yang komprehensif, mulai dari identifikasi motif, verifikasi, hingga perumusan filosofi yang mendalam.

"Kami ingin ada deskripsi motif yang disepakati bersama, penamaan yang sinkron, dan filosofi yang terdokumentasi dengan baik agar tidak multitafsir. Ini adalah fondasi utama agar rekomendasi teknis siap ditindaklanjuti ke Kementerian Hukum dan HAM RI. Kami akan kawal proses ini hingga pendaftaran KIK tuntas," pungkasnya.

Dalam sesi pemaparan utama, Ketua Tim Peneliti Dr. Ieke Wulan Ayu, S.STP., M.Si menyampaikan latar belakang, tujuan, serta arah riset yang sedang dan akan dilakukan oleh Tim LPPM UNSA. Ia menegaskan bahwa penelitian ini berangkat dari kekhawatiran masyarakat Sumbawa terhadap lemahnya perlindungan administratif atas warisan budaya lokal, yang berpotensi memicu klaim kepemilikan oleh pihak lain, baik antar daerah, lintas negara, maupun klaim individual melalui mekanisme Hak Kekayaan Intelektual.

“UNSA bersama PT. AMMAN memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjaga karakter, corak, dan motif Kere Alang sebagai identitas budaya Sumbawa. Melalui riset ini, kami memastikan bahwa Kere Alang terdokumentasi secara ilmiah dan dapat diusulkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal milik masyarakat Sumbawa,” jelas Dr. Ieke Wulan Ayu dalam pemaparannya.

Sementara itu, Rektor Universitas Samawa yang diwakili oleh Wakil Rektor II, M. Yamin, M.Si, menegaskan bahwa keterlibatan UNSA dalam penelitian ini merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam menjaga, melindungi, dan mengembangkan kekayaan budaya daerah melalui pendekatan akademik dan kolaboratif.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam menjaga identitas budaya lokal. Riset Kere Alang ini menjadi kontribusi nyata UNSA dalam mendukung perlindungan hukum budaya Sumbawa sekaligus mendorong kesejahteraan para penenun,” ujar M. Yamin.

Dalam pelaksanaan riset, Tim LPPM UNSA juga melibatkan Museum Bala Datu Ranga sebagai mitra strategis yang diharapkan menjadi “mercusuar” informasi terkait ragam, motif, dan corak Kere Alang agar terpublikasi secara luas kepada masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan adat dan kultural, pada kegiatan FGD tersebut juga dilaksanakan penyerahan Surat Mandat dari Sultan Kaharuddin Sumbawa kepada Tim Peneliti UNSA. Penyerahan mandat ini menjadi simbol legitimasi adat terhadap upaya pelestarian dan perlindungan Kere Alang Sumbawa.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim LPPM UNSA selanjutnya akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui Dekranasda untuk diajukan dalam proses pengurusan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK). Diharapkan, langkah ini tidak hanya memberikan kepastian perlindungan hukum, tetapi juga melahirkan eksternalitas positif secara ekonomi bagi para penenun melalui peningkatan nilai tambah dan pengakuan terhadap Kere Alang sebagai warisan budaya Sumbawa. ( AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow