Ikhtiar Membangun Perkampungan Muhammadiyah di Sumbawa: Kolaborasi PDM, Pengembang, dan Lembaga Keuangan Syariah

Jun 10, 2024 - 17:42
 0  180
Ikhtiar Membangun Perkampungan Muhammadiyah di Sumbawa: Kolaborasi PDM, Pengembang, dan Lembaga Keuangan Syariah
Pengurus Daerah Muhammadiyah Sumbawa bersama Lembaga Keuangan Syariah
Ikhtiar Membangun Perkampungan Muhammadiyah di Sumbawa: Kolaborasi PDM, Pengembang, dan Lembaga Keuangan Syariah

Ikhtiar Membangun Perkampungan Muhammadiyah di Sumbawa: Kolaborasi PDM, Pengembang, dan Lembaga Keuangan Syariah

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumbawa berencana membangun Perkampungan Muhammadiyah sebagai lingkungan Islami berdasarkan nilai-nilai dan budaya Muhammadiyah seperti yang pernah dicontohkan pendiri awal Muhammadiyah di Kauman, Yogyakarta. 

Untuk mewujudkan rencana ini, PDM Sumbawa menunjuk Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (Ekbispar) sebagai tim analis dan eksekutornya untuk menjalin kemitraan dengan pengembang CV. Pejuang 45 dan lembaga keuangan syariah seperti Bank NTB Syariah dan Kopsyah BMT Insan Samawa serta pimpinan dan majelis terkait di Muhammadiyah untuk tahapan realisasinya.

Skema Kolaboratif dalam Pembangunan Perkampungan Muhammadiyah

Sekretaris Majelis Ekbispar, H. Rai Saputra SAP menjelaskan bahwa strategi pembangunan Perkampungan Muhammadiyah menggunakan skema kolaboratif berdasarkan prinsip ekonomi syariah. Setiap pihak akan berkontribusi sesuai dengan peran dan tugas masing-masing.

"Strategi kami merealisasikan Perkampungan Muhammadiyah adalah dengan skema kolaboratif sesuai prinsip ekonomi syariah. Artinya setiap pihak dengan perannya masing-masing merealisasikan tugas sesuai tupoksi dengan akad berbagi hasil." terang H. Rai yang juga Ketua Pengurus Kopsyah BMT Insan Samawa.

Kemudian lanjutnya, PDM dengan struktur organisasi melakukan kajian analisis skema perkampungan serta dukungan anggota Persyarikatan sebagai calon penghuni perkampungan, Pengembang dengan fungsi legalisasi tanah serta pembangunan fasilitas, dan lembaga keuangan syariah sebagai mitra pembiayaan untuk kemudahan akses kepemilikan oleh anggota Persyarikatan Muhammadiyah, dirinya merasa akan sangat prospektif untuk terwujud.

Sebagai langkah tindak lanjutnya, pada Ahad sore, tanggal 09 Juni 2024 berlokasi di masjid Unter Lalu Akang Zainuddin (Lakaz) majelis memfasilitasi pertemuan tiga stakeholder terkait setelah sebelumnya menerbitkan surat edaran terkait hajat perkampungan Muhammadiyah yang ditujukan kepada anggota PDM, Organisasi Otonom (Ortom), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se- Kabupaten Sumbawa.

Dukungan dari Stakeholder Terkait

Dalam pertemuan tersebut PDM yang diwakili Ketua Umum Ust H. Ahmad Jama'an MY. mengapresiasi langkah Majelis Ekbispar mewujudkan Perkampungan Muhammadiyah dengan menghadirkan stakeholder sevisi dengan Muhammadiyah. "Kami yakin sejarah yang pernah ditorehkan oleh pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan saat awal membangun nilai-nilai Kemuhammadiyahan di Kauman, juga dapat kita realisasikan di Sumbawa dengan dukungan stakeholder yang mumpuni di bidangnya," harap Ust Jama'an.

Kemudian kepala Cabang Bank NTB Syariah Sumbawa, Yerianto menyambut baik ajakan PDM kepada Bank NTB Syariah dalam mewujudkan salah satu cita-cita besar Muhammadiyah Sumbawa membangun peradaban melalui Perkampungan Muhammadiyah. "Insyaallah kami Bank NTB Syariah melalui layanan produk baik jasa, pendanaan maupun pembiayaan yang sudah didukung teknologi informasi dapat berkontribusi maksimal mewujudkan setiap hajat baik dari PDM." tawar Yerianto yang baru menjabat belum 1 bulan memimpin Bank NTB Syariah Sumbawa.

Keunggulan Lahan Kavling Perkampungan Muhammadiyah

Divisi Pemasaran dan Humas CV. Pejuang 45, dengan Brand Samawa Land Andi Lala Maulana, menjelaskan bahwa lahan kavling yang disediakan memiliki lokasi strategis, dekat dengan fasilitas pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan. Lahan tersebut juga dilengkapi dengan jaringan listrik dan air, serta ditawarkan dengan harga miring dan legalitas sertifikat langsung alih nama ke anggota keluarga Muhammadiyah tanpa biaya.

"Kami menyiapkan lahan berlokasi strategis yakni dekat Fasilitas Pemerintahan, Kesehatan dan Pendidikan (belakang Rumah Sakit Manambai dan bersebelahan Komplek Baiti Jannati) serta jalan komplek dengan lebar 5 m yang sudah terkapling rapi dilengkapi jaringan listrik dan air. Dan yang tidak kalah penting harga miring dengan legalitas sertifikat langsung alih nama ke anggota keluarga Muhammadiyah tanpa dipungut biaya (gratis)." Jelas Andi Divisi Pemasaran dan Humas

Langkah Selanjutnya: Sosialisasi ke Anggota Persyarikatan

Setelah pertemuan strategis antara PDM Sumbawa, pengembang, dan lembaga keuangan syariah, langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi ke seluruh anggota Persyarikatan se-Kabupaten Sumbawa untuk memperkenalkan proyek Perkampungan Muhammadiyah dan mengajak mereka untuk berpartisipasi (AM)

.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow