Gubernur NTB Dorong Penguatan Khazanah Lokal dan Akurasi Data Dapodik Sekolah
Gubernur NTB Dorong Penguatan Khazanah Lokal dan Akurasi Data Dapodik Sekolah
Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, mengapresiasi inisiatif SMA Negeri 1 Sumbawa dalam menyelenggarakan lomba resensi khazanah lokal. Apresiasi ini disampaikannya dalam penyerahan Piala Gubernur NTB pada Lomba menulis resensi buku lokal tingkat SMA SMK MA SE Pulau Sumbawa Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025 di Sumbawa yang turut dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Ir. H Syarifuddin Jarot MP, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Perwakilan PT Amman, PT Bank NTB Syariah, BSI serta para kepala sekolah SMA/SMK dan SMP se-Sumbawa.
Inisiasi Penguatan Identitas Lokal
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya kembali pada nilai-nilai lokal di tengah derasnya arus globalisasi yang cenderung menyeragamkan. Menurutnya, satu-satunya cara untuk bertahan (survive) di era ini adalah dengan memperkuat identitas dan khazanah lokal.
"Ketika terjadi globalisasi, maka nilai-nilai terkecil itu semakin penting, yaitu nilai-nilai lokal," ujar Dr. Iqbal, mengutip tren global yang menunjukkan penguatan media dan identitas lokal.
Gubernur Iqbal mencontohkan berbagai tokoh besar asal NTB seperti Kapten Kapal Selam Lalu Muhammad Abdul Kadir Manambai, Lalu Mala Syarifudin, dan Dea Guru Zainuddin Tepal al-Sumbawi, yang kiprahnya bahkan lebih dikenal di luar NTB. Ia berharap inisiatif di SMA 1 Sumbawa ini dapat menjadi model dan direplikasi di seluruh kabupaten/kota di NTB.
Dirinya juga mengusulkan agar perpustakaan SMA 1 Sumbawa dapat dijadikan model perpustakaan riset khazanah lokal yang nantinya dapat ditiru oleh satu perpustakaan SMA/SMK di tiap kabupaten/kota, bekerja sama dengan museum dan penyedia literatur.
Fokus Utama: Akurasi Data Dapodik dan Kondisi Sekolah
Selain mengapresiasi inisiatif lokal, Gubernur Iqbal juga menyoroti dua isu krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh seluruh kepala sekolah, terutama terkait upaya mendapatkan dukungan fiskal dari pemerintah pusat.
Gubernur NTB menyatakan bahwa salah satu kendala utama dalam mengakses dana revitalisasi dari Kementerian/Lembaga adalah data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang tidak akurat.
"Saya minta Bapak Ibu Kasek mulai melakukan pemutakhiran data Dapodik di masing-masing sekolah. Saya beri waktu dua bulan sampai akhir Desember data Dapodik ini sudah harus termutakhirkan," tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTB akan menerapkan kebijakan stick and carrot (insentif dan sanksi). Sekolah dengan akurasi data Dapodik terbaik (10 besar) akan diberikan insentif, sementara yang terburuk akan mendapatkan sanksi atau teguran.
Pj Gubernur juga meminta para kepala sekolah untuk melakukan pendataan kondisi sekolah secara faktual, terutama yang berkaitan dengan aspek keselamatan (safety) siswa. Data ini penting untuk mendukung upaya Pemprov NTB berjuang mendapatkan program revitalisasi sekolah dari Kementerian Pendidikan.
Dr. Iqbal menambahkan bahwa dengan komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto terhadap peningkatan kualitas pendidikan, momentum ini harus dimanfaatkan. Targetnya, dalam empat tahun ke depan, seluruh sekolah di NTB memiliki kondisi yang layak untuk proses belajar mengajar.
Ia menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih atas pengabdian para kepala sekolah dan guru, serta berjanji akan meluangkan waktu untuk berkunjung secara informal (incognito) ke sekolah-sekolah di NTB (AM)
What's Your Reaction?
