Fraksi PAN Soroti Realisme Target RPJMD 2025-2029: Optimisme Harus Dibarengi Terobosan Nyata dan Keadilan Infrastruktur

amramr
Jun 17, 2025 - 21:14
 0  35
Fraksi PAN Soroti Realisme Target RPJMD 2025-2029: Optimisme Harus Dibarengi Terobosan Nyata dan Keadilan Infrastruktur
Juru bicara Fraksi PAN H Rusdi

Fraksi PAN Soroti Realisme Target RPJMD 2025-2029: Optimisme Harus Dibarengi Terobosan Nyata dan Keadilan Infrastruktur

Sumbawa, Amarmedia.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa kembali menggelar Sidang Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa Tahun 2025-2029. Dalam sesi yang dihadiri oleh Asisten I yang mewakili Bupati Sumbawa, pimpinan dan seluruh anggota DPRD, Forkopimda, jajaran SKPD, serta berbagai elemen masyarakat, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan pandangan umumnya yang komprehensif, menggarisbawahi pentingnya realisme di balik ambisi pembangunan.

Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD H.M. Berlian Rayes S.Ag., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua DPRD Gita Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H., yang memberikan kesempatan kepada Fraksi PAN untuk menyampaikan pandangan mereka atas dokumen strategis ini.

Mengawali penyampaian, Juru bicara Fraksi PAN H Rusdi mengapresiasi Rancangan Perda RPJMD 2025-2029 sebagai dokumen penting yang memuat arah dan strategi pembangunan jangka menengah di Kabupaten Sumbawa. Fraksi PAN menegaskan bahwa RPJMD ini tidak hanya menuntut ketepatan perencanaan, tetapi juga kekuatan eksekusi dan keberpihakan kepada kebutuhan nyata masyarakat.

Visi besar "Terwujudnya Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera" dinilai sebagai kompas pembangunan yang akan membawa perubahan signifikan bagi kemajuan "tana intan bulaeng" jika dijalankan dengan kesungguhan. Fraksi PAN juga mengapresiasi lima misi utama dalam RPJMD yang mencakup penguatan SDM, reformasi birokrasi, pengelolaan SDA berkelanjutan, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, di balik apresiasi tersebut, Fraksi PAN menyampaikan sejumlah catatan strategis dan konstruktif. Fraksi PAN menyoroti optimisme dan realisme target dalam RPJMD, seperti penurunan kemiskinan dari 12,87% menjadi 8,32%, peningkatan IPM menjadi 77,01 poin, serta pertumbuhan industri/agroindustri hingga 18,88% pada tahun 2029.

"Target yang ambisius harus diikuti dengan strategi yang realistis, terukur, dan dapat dieksekusi dengan baik. Target tidak boleh sekadar berhenti pada angka di atas kertas, namun harus didukung dengan kemampuan implementasi di lapangan," tegas H Rusdi Jubir Fraksi PAN.

Secara spesifik, Fraksi PAN menyatakan sikap realistis dan cenderung pesimis bahwa program unggulan pemerintah daerah tidak dapat terealisasi secara optimal jika tidak ada terobosan nyata dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini mengingat kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa yang masih belum signifikan.

Fraksi PAN mendesak seluruh OPD untuk tidak hanya berdiam diri dan menunggu anggaran semata, tetapi harus memiliki kreasi dan inovasi dalam merancang program unggulan yang dapat meningkatkan PAD secara berkelanjutan. "Apakah Pemerintah Daerah telah menyiapkan skenario kontingensi dan roadmap pembiayaan yang konkret apabila target pertumbuhan fiskal dan PAD tidak tercapai? Jangan sampai, RPJMD yang telah disusun dengan begitu rapi menjadi dokumen yang sekadar normatif, tanpa daya tumbuh yang sebenarnya," tantang Fraksi PAN.

Fraksi PAN juga menyampaikan catatan pada beberapa sektor kunci yakni Peningkatan Mutu SDM."Kami Mendorong implementasi "sekolah tuntas 12 tahun" dengan intervensi nyata pada kantong-kantong putus sekolah serta peningkatan layanan kesehatan primer di wilayah terpencil dengan penempatan tenaga medis berbasis insentif wilayah sulit" ujar Haji Rusdi.

Kemudian lanjutnya terhadap perekonomian Daerah,Ia mengapresiasi arah pembangunan industri/agroindustri berbasis jagung, sapi, dan mangga. Namun, Fraksi PAN menekankan pentingnya jaminan bahwa petani dan UMKM tidak hanya menjadi penonton dalam hilirisasi komoditas unggulan, serta perlunya jaminan harga dasar, kemudahan distribusi, dan infrastruktur rantai pasok.

Demikian pula dengan permasalahan kesejahteraan Inklusif dan Perlindungan Sosial. Ia nengapresiasi upaya penurunan pengangguran terbuka dan penguatan ketahanan pangan. Fraksi PAN menekankan bahwa penurunan ketimpangan (Gini Ratio) hanya akan tercapai jika pemerintah serius memberdayakan UMKM dan menciptakan kemitraan yang adil antara korporasi dan pelaku ekonomi kecil.

Tak hanya itu, Pemberdayaan Balai Latihan Kerja (BLK) juga menjadi attensi. Fraksi PAN mendukung target penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan menekankan pentingnya pemberdayaan serius terhadap BLK Sumbawa. Fraksi PAN mendesak peningkatan sarana pelatihan, kompetensi instruktur, dan relevansi kurikulum agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk sektor industri kreatif, teknologi digital, pertanian modern, dan kewirausahaan, tidak hanya terbatas pada sektor tambang. Fraksi PAN juga mendorong peningkatan status BLK menjadi unit mandiri atau minimal BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), atau setidaknya memiliki status Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sendiri, agar lebih fleksibel dan produktif.

Tak hanya itu masalah perlindungan perempuan dan anak juga menjadi sorotan bahwa dirasakan minimnya alokasi anggaran pada Dinas P2KB P3A, khususnya di bidang kesetaraan gender dan peningkatan kualitas keluarga. Fraksi PAN meminta komitmen nyata pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran proporsional untuk sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini dan penguatan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), karena pembangunan SDM tidak dapat dipisahkan dari peran perempuan dan ketahanan keluarga.

Fraksi PAN terhadap keadilan pembangunan Infrastruktur, menyoroti infrastruktur yang masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah, khususnya ruas jalan Langam–Mamak di Kecamatan Lopok yang belum tersentuh pembangunan selama lebih dari 27 tahun, serta ruas jalan di Desa Prode SP, Kecamatan Plampang, yang belum memadai. Fraksi PAN berharap RPJMD ini menjadi momentum untuk mewujudkan keadilan infrastruktur secara merata.

Mengakhiri pandangan umum, Fraksi Partai Amanat Nasional menyatakan komitmennya untuk mendukung pembahasan RPJMD ini secara konstruktif, dengan satu harapan agar setiap indikator dan strategi yang tertuang dalam dokumen ini benar-benar dijalankan dengan niat tulus, tata kelola yang bersih, dan kemauan politik yang kuat.

"Kami percaya bahwa hanya dengan pembangunan yang berlandaskan Imtaq, berbasis Iptek, serta ditopang oleh semangat Percepatan, Inovasi, dan Nilai Tambah (PIN), cita-cita Sumbawa yang unggul dan sejahtera dapat diwujudkan," tutup Fraksi PAN.

Adapun anggota Fraksi PAN adalah Penasihat merangkap Anggota : Syamsul Hidayat, S.E, Ketua / Anggota : Ida Rahayu, S.AP, Sekretaris / Anggota : H. Rusdi, Bendahara / Anggota : Marliaten (AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow