FGD Mewujudkan Legacy Monumental Pemda, Rafiq : Dewan Bagian Dari Ikhtiar Itu
FGD Mewujudkan Legacy Monumental Pemda
Rafiq : Dewan Bagian Dari Ikhtiar Itu.
Oleh Abdul Maruf Rahmat SP.
Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - Universitas Samawa (UNSA) menggelar Fokus Group Discussion (FGD) dengan Tema Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Tahun 2024, Sabtu (08/04/2023) di Gedung Auditorium Sri Bonyo Universitas Samawa.
FGD yang digagas oleh UNSA dan dimoderatori Heri Kurniawansyah HS, S.AP. M.PA ini, menghadirkan secara langsung Bupati Sumbawa Drs H Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq, Rektor Universitas Samawa Prof Dr Syaifuddin Iskandar, M.Pd,.
Hadir pula beberapa Anggota DPRD kabupaten Sumbawa, Muhammad Yamin, SE MSi, Achmad Fachri, SH., Muhammad Faesal S.AP. M.M.Inov,. Kepala Bappeda Sumbawa, ES Adi Nusantara H. S.Sos.MT. Kepala BKAD Kabupaten Sumbawa Didi Hermansyah, SE. Akademisi, OKP, Masyarakat dan Mahasiswa.
Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq mengatakan bahwa kepemimpinan dengan legacy monumental sangat dibutuhkan daerah. Pemimpin dengan legacy adalah pemimpin yang hidup dengan nilai, untuk kemudian mentransformasikannya dalam kebaikan dan kemaslahatan bagi banyak orang yang dipimpinnya. Baginya legacy bukan hanya pencapaian tapi juga sebuah panggilan, dan warisan karya.
“Pemimpin daerah sekarang telah mampu bersikap sebagai manager of hope yakni membangun sekaligus mewujudkan harapan dengan aksi dan kerja nyata,” ucap Rafiq
Rafiq menilai bahwa legacy yang sangat luar biasa dari kepemimpinan Mo—Novi adalah menjadikan Kabupaten Sumbawa sukses mencapai cakupan semesta jaminan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC).
Sebanyak 506.104 ribu jiwa penduduk Kabupaten Sumbawa telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari total jumlah penduduk 519.564 ribu jiwa atau sebesar 97,41%. Artinya, hampir seluruh warga masyarakat di Kabupaten Sumbawa telah memiliki payung perlindungan untuk mengakses layanan di fasilitas kesehatan.
“Menurut saya ini sangat monumental, karena Karya monumental tidak hanya fisik, tapi mengurus Sumberdaya Manusia itu penting. Sebab tidak semua Kabupaten bisa sukses meraih UHC. Ini berkaitan dengan anggaran yang memberikan jaminan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. DPRD telah menyetujui anggaran, Tinggal sosialisasinya dimasifkan karena di lapangan masih banyak yang belum tahu,” ujarnya.
Di bagian lain, Rafiq menyampaikan bahwa APBD Sumbawa dalam kondisi waspada, mengingat tekanan geopolitik adanya peperangan Rusia—Ukraina, maupun Israel dengan negara-negara Arab. Ketika ini berlanjut, sudah pasti berdampak pada kondisi moneter dalam negeri.
Untuk DPRD kabupaten Sumbawa sangat mendukung apa yang menjadi rencana-rencana besar pemerintah daerah dalam melaksanakan visi dan misinya. DPRD juga mendorong Pemda untuk berani mencari sumber-sumber fiskal yang lebih besar ke pemerintah pusat.
“Kami tetap menjaga sinergisitas dua lembaga dengan baik. Ketika pemerintahan ini menghasilkan karya atau legacy yang monumental, kita di DPRD juga demikian, sebaliknya ketika eksekutif meninggalkan warisan yang buruk, DPRD pun juga demikian, karena eksekutif dan legislative berada dalam satu kesatuan pemerintahan daerah,” imbuhnya.
Dengan PAD Rp 200 Milyar lebih dan APBD Sumbawa Tahun 2023 Rp 1,9 Trilyun, lanjut Rafiq, Bappeda sebagai leading sektor perencanaan harus mampu merencanakan program-program monumental yang akan mampu meninggalkan legacy bagi pemimpin Sumbawa. Tentunya dengan melibatkan semua steakholder seperti kalangan kampus atau akademisi, praktisi dan masyarakat. Sehingga apa yang menjadi isu-isu besar daerah akan mampu terselesaikan.
“Mari kita bekerja dengan ikhlas, tunjukkan bahwa kita pemimpinan yang punya hati. Sehingga ketika tidak lagi menjabat, masyarakat akan mengingat karya yang kita hasilkan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Anggota DPRD Sumbawa, Muhammad Yamin SE., M.Si melihat karya besar Mo—Novi adalah MXGP Samota. Keberadaan event ini mampu mengangkat nama daerah di mata dunia. Bahkan Sumbawa dengan Samotanya menjadi pembicaraan di luar negeri.
"Saya melihat MXGP itu legacy. Seandainya dikalkulasi dalam bentuk uang untuk promosi daerah, tidak akan cukup dengan uang APBD,” ujar politisi yang juga Ketua DPC Partai Hanura Sumbawa.
Anggota DPRD Sumbawa lainnya, Achmad Fachry SH mendorong pemerintah daerah melalui OPD-nya untuk melakukan terobosan dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah. Dengan pendapatan atau penerimaan yang besar, maka belanja maupun pembiayaan yang menjadi beban daerah dapat teratasi.
Namun demikian menurut Ketua DPC PAN Sumbawa, ini bukan kerja eksekutif semata, semua pihak harus berperan termasuk DPRD. Karenanya diperlukan gerakan bersama untuk meningkatkan PAD sehingga pembangunan di semua sektor bisa bergerak dalam rangka memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(AM/Ruf/Syah)
What's Your Reaction?
