6.000 Ton Jagung Sumbawa Diekspor ke Filipina! Bupati Jarot: Awal Kesejahteraan Petani dan Kontributor Pangan Nasional

amramr
Jun 24, 2025 - 18:19
 0  82
6.000 Ton Jagung Sumbawa Diekspor ke Filipina! Bupati Jarot: Awal Kesejahteraan Petani dan Kontributor Pangan Nasional
Bupati Sumbawa Ir.H.Syarafuddin Jarot
6.000 Ton Jagung Sumbawa Diekspor ke Filipina! Bupati Jarot: Awal Kesejahteraan Petani dan Kontributor Pangan Nasional
6.000 Ton Jagung Sumbawa Diekspor ke Filipina! Bupati Jarot: Awal Kesejahteraan Petani dan Kontributor Pangan Nasional

6.000 Ton Jagung Sumbawa Diekspor ke Filipina! Bupati Jarot: Awal Kesejahteraan Petani dan Kontributor Pangan Nasional

Sumbawa Besar,Amarmedia.co.id — Kabupaten Sumbawa kembali menorehkan prestasi yang membanggakan dalam sektor pertanian dengan suksesnya pelepasan ekspor 6.000 ton jagung pipilan kering menuju Cebu, Filipina. Acara ini berlangsung di Pelabuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, pada Selasa (24/6), dan dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiran, M.Sc., yang mewakili Menteri Pertanian.

Sejumlah tokoh turut hadir, termasuk perwakilan Badan Pangan Nasional, Gubernur NTB atau pejabat yang mewakili, Wakil Bupati Sumbawa, Anggota Forkopimda Provinsi NTB, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Camat Labuhan Badas, para Direktur PT, pelaku usaha Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo), serta ratusan petani yang menjadi jantung ekonomi jagung Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati H. Syarafuddin Jarot menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. "Hari ini, kita berkumpul untuk melepas ekspor jagung sebanyak 6.000 ton jagung pipilan kering menuju Cebu Filipina melalui Pelabuhan Badas oleh PT Segar Agro Nusantara. Ekspor ini adalah wujud nyata dari kemandirian pangan dan keberhasilan pembangunan pertanian yang melibatkan kolaborasi erat antara petani, pemerintah, dan pelaku bisnis," terang Bupati.

Ia menjelaskan bahwa Sumbawa merupakan daerah agraris yang tangguh, di mana sebagian besar penduduknya hidup dari sektor pertanian. "Jagung bukan hanya sekadar tanaman, tapi tulang punggung ekonomi keluarga kita di Sumbawa sekaligus pendorong roda perekonomian daerah," tegasnya.

Produksi jagung Sumbawa terus menunjukkan peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, produksi jagung mencapai 715.641 ton dari 98.535 hektar lahan panen, jauh melampaui produksi padi yang tercatat 325.860 ton. Capaian ini secara langsung menempatkan Sumbawa sebagai sentra utama jagung di Nusa Tenggara Barat dan kontributor besar untuk ekspor jagung nasional. Hingga Mei 2025, produksi jagung sudah mencapai 267.460 ton dari 60.270 hektar, dan Bupati optimis angkanya akan terus bertambah.

Meski demikian, Bupati juga tidak menampik adanya tantangan. "Kita masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan, akses jalan ke pelabuhan yang sempit, dan fasilitas pelabuhan yang terbatas. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama untuk mencari solusi dan meningkatkan infrastruktur pendukung pertanian," ajaknya.

Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT Segar Agro Nusantara dan seluruh jajaran yang telah memfasilitasi ekspor ini, serta kepada Kementerian Pertanian atas pendampingan yang diberikan. "Semoga ekspor ini menjadi langkah awal dari peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas. Mari kita terus bergandeng tangan menjadikan kekuatan ekspor sebagai perhatian kita semua," tutup Bupati.

Dukungan Pusat untuk Peningkatan Produktivitas dan Ekspor Jagung Nasional

Menteri Pertanian RI, yang diwakili oleh Tenaga Ahli Bidang Peningkatan Produksi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiran, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa jagung adalah komoditas strategis nasional yang penting sebagai pangan, pakan, energi, dan sumber pendapatan bagi jutaan petani. Ia mengapresiasi keberhasilan ekspor jagung ini oleh PT Segar Agro Nusantara dan Pejagindo.

"Saya berharap agar volume ekspor dapat ditingkatkan di masa depan dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi jagung," ujar Prof. Hasil Sembiran. Untuk mencapai hal tersebut, ia menekankan perlunya peningkatan luas panen dan produktivitas jagung, serta efisiensi produksi melalui penggunaan teknologi dan usaha tani berbasis cluster. "Kementerian Pertanian akan terus mendorong peningkatan produksi, efisiensi rantai pasok, dan fasilitasi ekspor," jelasnya.

Pada akhir sambutannya, Prof. Hasil Sembiran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kemitraan dan menjaga mutu serta keberlanjutan pasokan jagung ekspor. "Mari kita jadikan Nusa Tenggara Barat, khususnya Sumbawa, sebagai sentra ekspor jagung nasional," pungkasnya, sembari secara simbolis melepas ekspor jagung dari Sumbawa ke Filipina dengan doa dan harapan keberkahan.

Pelepasan ekspor ini bukan hanya sekadar kegiatan komersial, tetapi juga simbol optimisme dan komitmen bersama untuk memajukan pertanian Sumbawa demi kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.(AM)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow