Wabup Ansori 'Gencar' Gaet Kerjasama Badan Karantina RI: Sumbawa Bidik Jadi Lumbung' Ternak-Jagung Nasional!
Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id –Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, memanfaatkan momentum koordinasi dan peninjauan lalu lintas sapi kurban tujuan Jabodetabek dengan mengajak Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat Manaor Panggabean, untuk memperkuat kerjasama dalam pengembangan sektor peternakan dan pertanian di Sumbawa. Acara yang berlangsung di halaman kantor karantina Labuhan Badas pada Selasa (6/5/2025) ini turut dihadiri oleh berbagai pihak terkait.
Kepala Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Nusa Tenggara Barat, Agus Mugiyanto, dalam sambutannya menyoroti potensi besar Pulau Sumbawa, khususnya di bidang peternakan dan pertanian. Dengan lahan luas dan fasilitas kandang yang memadai di karantina Badas, ia optimis produksi dan kualitas ternak dapat ditingkatkan. Selain itu, potensi komoditas lain seperti jagung, kelor, rumput laut, dan mutiara yang sudah diekspor juga diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kerjasama yang lebih erat.
Wakil Bupati H. Mohamad Ansori menimpali dengan menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa memiliki potensi luar biasa di sektor peternakan, terutama sapi. Arahan khusus dari Presiden Prabowo untuk mengembangkan potensi ini menjadi penyemangat untuk meningkatkan produksi sapi dan menjadikan Sumbawa salah satu penghasil ternak terbesar di NTB. Sektor pertanian, khususnya jagung, juga menjadi fokus untuk peningkatan produksi agar Sumbawa dapat menjadi salah satu penyumbang terbesar di provinsi.
Lebih lanjut, Wabup Ansori berharap kerjasama dengan Badan Karantina Indonesia dapat ditingkatkan dalam rangka pengawasan dan keamanan produk komoditas hewan dan hasil laut, demi meningkatkan produksi dan kualitasnya. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kerjasama Kepala Badan Karantina Indonesia beserta jajaran.
Kepala Badan Karantina Indonesia, Dr. Sahat Manaor Panggabean, mengapresiasi koordinasi dan sinergi yang telah terjalin baik dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Provinsi NTB. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dan perikanan, terutama menjelang Idul Adha dengan peningkatan permintaan hewan kurban. Data per 3 Mei 2025 mencatat suplai sapi potong dari NTB untuk Idul Adha mencapai 22.989 ekor dengan tujuan Jabodetabek dan Sumatera. Badan Karantina Indonesia juga memantau produksi jagung sebagai komponen penting pakan ternak.
Dr. Sahat juga menyoroti potensi komoditas NTB yang beragam, termasuk sapi, jagung, DOC ayam, daging sapi, telur ayam tetas, serta komoditas ekspor seperti vanili, kopi, dan mutiara air laut. Dukungan Badan Karantina Indonesia melalui BKHIT NTB dinilai krusial dalam melayani pengguna jasa karantina, dan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan sumber daya dan fasilitas pelayanan dengan implementasi sistem manajemen terintegrasi.
Acara dilanjutkan dengan pelepasan hewan kurban tujuan Jabodetabek dan luar Jabodetabek oleh Kepala Badan Karantina Indonesia yang didampingi oleh Wakil Bupati Sumbawa. (AM)
What's Your Reaction?
