Sumbawa Tancap Gas Tarik Investor: Bupati Haji Jarot Ajukan Revisi KP2B ke Kementan demi Percepatan Pembangunan
Sumbawa Tancap Gas Tarik Investor: Bupati Haji Jarot Ajukan Revisi KP2B ke Kementan demi Percepatan Pembangunan
Jakarta, Amarmedia.co.id– Pemerintah Kabupaten Sumbawa bergerak cepat dalam upaya mendorong investasi dan percepatan pembangunan daerah. Rabu (11/6/2025), Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., melakukan pertemuan penting dengan Direktur Perlindungan dan Optimasi Lahan Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Brigjen Pol. Andi Herindra R., S.I.K., M.H.
Fokus utama pertemuan tersebut adalah pengajuan revisi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) di Kabupaten Sumbawa. Revisi ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi oleh Pemkab Sumbawa untuk menyesuaikan tata ruang pertanian dengan dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang, sekaligus memberikan kemudahan bagi para investor yang tertarik menanamkan modal di wilayah kabupaten Sumbawa.
"Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar, baik dari sisi pertanian maupun sektor lainnya. Dengan revisi KP2B ini, kami berharap tata ruang pertanian lebih adaptif terhadap kebutuhan pembangunan dan investasi," ujar Bupati H.Syarafuddin Jarot, menjelaskan urgensi penyesuaian ini.
Diharapkan, dengan adanya revisi KP2B, Sumbawa akan semakin terbuka lebar bagi pengembangan sektor pertanian yang lebih modern dan efisien, serta meningkatkan daya tarik investasi di berbagai sektor strategis lainnya. Ini adalah bagian dari upaya Pemkab Sumbawa untuk mengoptimalkan potensi daerah demi kesejahteraan masyarakat.
Pihak Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Perlindungan dan Optimasi Lahan, menyambut positif inisiatif Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Sebagai tindak lanjut, tim dari Kementerian dijadwalkan akan segera melakukan verifikasi lapangan. Verifikasi ini merupakan tahap krusial untuk memastikan kelayakan dan kesesuaian usulan revisi KP2B dengan regulasi yang berlaku, sebelum nantinya menjadi dasar hukum penyesuaian tata ruang pertanian di Kabupaten Sumbawa.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pembangunan pertanian yang berkelanjutan, sejalan dengan peningkatan investasi yang akan membawa manfaat konkret bagi masyarakat Sumbawa secara luas. (AM)
What's Your Reaction?
